Perjalanan Ana Menuju Rumah Dunia

Perjalanan Ana Menuju Rumah Dunia
chapter 108


__ADS_3

Bakdza asyar Mawar sengaja menaiki sepeda nya, Tiba Tiba ia ingin sekali naik sepeda menuju sekolahnya. Hati nya meminta dirinya ke sekolah seperti ada sesuatu yang bakalan terjadi. Ya setelah sholat ia ke sekolah, mentari di sore hari sinarnya tidak terlalu panas. Terkesan hangat. 


( Memang tahun 1999-2002, SMA masih belum mengenal sekolah full day/ sekolah seharian pulang jam 16.00 libur dua hari seperti sekarang. Kalau masa dulu sih masih pulang jam 14.00 ). 


Sesampai di pintu gerbang ia langsung masuk ke sekolah, keadaan sekolah sepi sekali, tapi ada bayangan yang terlihat mengelebat seperti orang yang sedang menyelinap. Mawar akhirnya ikut mengendap melihat orang itu, ia sama sekali masih belum memperkirakan orang yang menyelinap. 


"Ria!" Bisik hati Mawar kaget saat ia melihat mawar yang sedang berusaha membuka pintu ruangan kreasi, ya pintu kreasi kini telah digantikan oleh penjaga dan diberi kunci gembok  bukan kunci. 


Ia langsung menghampiri Ria yang sedang berusaha membuka gembok pintu ruang kreasi. Ria yang tidak menyadari terkejut saat melihat Mawar berdiri di hadapannya. 


( Mungkin kalau tahun 2001-2002 ada hp android kemungkinan besar kejadian Ria bakal di rekam menggunakan video dan di sebesar luaskan ke media sosial, tapi remaja zaman itu tidak mengenal hp maupun android. Hp dan Android baru menyebar luas pada tahun 2005-2023, ya kalau umur masih panjang pasti bakal melihat lonjakan moderenisasi ).  


"Mawar!" Lirih Ria terkejut melihat Mawar yang tiba tiba datang. 


"Oh! Jadi kamu yang bikin sekolah gempar tadi. Ngapain sih kamu melakukan ini!" Geram Mawar melihat Ria. 


"Aku nggak suka ya kau deketin Ana?" 


"Oh kamu mengaku  aku pacaran sama Ana. Ana nggak akan pilih kamu Ria, siapa kamu Ana udah tahu!" 


"Maksudmu?"


"Ana gadis normal nggak kaya kamu!" 


PLAK! 


Ria dengan tiba tiba melayangkan wajahnya ke pipi Mawar dengan keras sekali, Mawar hanya diam saja ia mengusap pipinya yang terasa sakit tapi hatinya lebih sakit lagi kerena Ria melakukan pencemarkan  nama baik dirinya dengan merusak berkas cerpan yang Ana kumpulkan. 

__ADS_1


"Kamu yang nggak normal!"


"Pantas kalau Ana memilih aku kerena aku dan Ana sama sama normal!" Lanjut Mawar. 


Sekarang mawar mengerti kenapa Ana sampai tidak mau kerja kelompok dengan Ria dan memilih dengan dirinya, ya mungkin pikir Ana lebih nyaman dengan dirinya dibandingkan dengan Ria biarpun sama sama gadis tapi? 


"Aku bakal cerita ini semuanya pada Ana dsn Rani!" Camkan Mawar memandang Ria tajam..


"Kamu nggak ada bukti!" Sembur Ria tidak takut. 


Ya biarpun ia terdesak oleh kata kata Mawar tapi ia yakin kalau mawar tidak bakal melaporkan semuanya pada Ana dan Rani kerena Ana dan Rani pasti butuh bukti yang kuat untuk menuduh dirinya. Itu yang dipikirkan oleh Ria, sedangkan Mawar hanya tersenyum sinis. 


"Ana nggak butuh bakti kerena bukti yang kongkrit adalah kelakuan kamu bakal menyebar di sekolah ini! Kamu menyukai Ana ngapain?" 


Hampir saja Ria mau melayangkan tangannya kejadian Mawar kalau  gadis itu tidak menahan tamparan tangan Ria, untung tangan berhasil ditangkap dan Mawar dengan sekali tarik memelintirkan tangan Ria, sampai gadis itu berteriak kesakitan. Bukan itu saja setelah tangan Ria dipelintirkan Mawar langsung mendorong tubuh Ria kedepan. Sampai gadis itu terjatuh tersungkur mencium lantai sekolah. 


Darah Mawar yang telah mencapai ubun ubun langsung menginjak kaki Ria, sampai gadis itu berteriak keras sekali. Ria tidak menyangka kalau Mawar bakal melakukan itu pada dirinya, bukan itu saja kaki Ria juga di sepak dengan kerasnya. 


"Mawar!" Teriak Ana dan Rani bersama. 


Kedua gadis itu terbelalak melihat kejadian yang tidak pernah mereka pikirkan, ya Ana dan Rani sebenarnya waktu pulang sekolah sudah janjian bakal ke sekolah bakdza asyar ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi di sekolah. 


"Kalau sampai aku tahu Mawar yang melakukannya, bakal aku pites kepalanya," tekan Ana masih marah pada Mawar.


Itu kata kata Ana ketika pulang sekolah, ya ia mengajak Rani buat menyelidiki semuanya, untung Rani mau diajak menyelidik di sekolah. Ana bakdza asyar langsung menaiki sepeda untuk menuju rumah Rani, dan mereka kesana nya bereng. 


"Kok rumah Mawar sepi?" Tanya Ana menatap rumah Mawar yang benar benar sepi sekali. 

__ADS_1


"Entah!" Rani mengangkat  kedua bahunya..


"Ran jangan jangan?" Tanya Ana menatap wajah Rani. 


"Ya sudah kita ke sekolah langsung!" Ajak Rani. 


Pikiran Ana hanya tertuju pada Mawar dan kedua tan temannya. Keduanya membawa sepeda dengan kecepatan tinggi supaya sampai ke sekolah, ya Ana takut sebentar kalau apa yang ia duga terjadi juga. Mawar dan kedua temannya membuat kekecauan pada ruang kreasi yang telah mereka bangun. Ketakutan Ana beralasan kerena apa yang dilakukan oleh Mawar sangat merugikan dirinya, dan sejujurnya biarpun ruangan kreasi dirusak oleh Mawar ia juga tidak punya keuntungan apa apa. 


Ketika sampai di sekolah Ana dan Rani sangat terkejut melihat Mawar dan Ria bertengkar dan melihat Ria yang babak belur atas perbuatan Mawar. Ana hanya menatap Mawar dengan perasaan yang tidak karuan. 


Mawar yang mendengar teriakan Ana dan Rani langsung menghentikan adegan menginjak tubuh Ria yang terkulai lemas. 


"Jawab jujur!" Teriak Mawar manatap Ria sambil menarik kepalanya keatas. 


"Apa maksud kalian?" Tanya Ana heran..


"Ceritakan apa yang terjadi, kalau tidak aku buat kepala kamu lepas dari tubuhmu," ancam Mawar sambil melepaskan kepala Ria. 


"Aakuu sebenarnya yang melakukan perusakan ruangan kreasi tadi lagi, sebenarnya kemarin sewaktu pulang sekolah, aku melakukan itu kerena aku cemburu sama Mawar yang dekat sama Ana," terbata bata Ria menceritakan semuanya. 


Ia tidak punya pilihan untuk mengakui perbuatan kerena ia tidak suka melihat Mawar yang beberapa kali menolong Anndari kejaran dirinya. Jadi untuk memisahkan Ana akhirnya ia merusak ruang kreasi. Mendengar semua cerita Ria Ana terbelalak tidak menyangka kalau Rianyang melakukannya, dan yang paling shock lagi Rani apalagi saat ia mendengar kata kata cemburu dari mulut Ria. 


Ana mendekati mawar dan memeluk tubuh Mawar dengan erat ya.'Maafkan aku Mawar.' bisik Ana lirih ditelinga Mawar. 


Mawar membalas pelukan Ana, gadis itu mengangguk. 


"Makasih ya," ujar Ana sambil melapaskan pelukan dari tubuh Mawar. 

__ADS_1


Rani yang melihat itu tersenyum dan mendekati keduanya. Sedangkan Ria hanya terduduk sambil melihat tiga orang yang sedang saling minta maaf satu sama lainnya. 


Akhirnya ketiga gadis itu meninggalkan sekolah, dengan hati berbunga-bunga, sedangkan Ria hanya terdiam menatap kepergian tiga gadis yang telah menjauh darinya. Hatinya sakit sekali melihat keakraban ketiganya, ia mengepalkan tanganya dan menunjukan ke telapak tangannya.*


__ADS_2