Perjalanan Ana Menuju Rumah Dunia

Perjalanan Ana Menuju Rumah Dunia
chapter 85


__ADS_3

BRAK! 


Mawar memukul meja yang ada di kelasnya, kedua temannya Cempaka dan Dahlia kaget mendengar suara pukulan dari arah Mawar. Ia memukulkan tangannya dengan keras sekali sampai ada bunyi BRAK. Kedua temannya langsung menatap Mawar dengan pandangan heran, Mawar menatap keduanya dengan tatapan yang tidak dapat digambarkan oleh keduanya. 


Wajah Mawar sangat merah sekali, suara memburu, kepalan tangannya semakin erat. Mengepal. Darah telah naik ke otak nya, hampir tumpah saking mendidihnya darah yang ada di badannya. Matanya berkilat, membuat Cempaka dsn Dahlia mengkerutkan badannya saking takut melihat Mawar seperti itu. Mereka tidak menyadari kenapa Mawar seperti itu, apalagi pagi lagi seperti ini melihat Mawar seperti itu membuat keduanya ketat ketir. 


Ya pagi ini mereka sampai ke sekolah pas jam 06.30, awalnya Cempaka akan berangkat jatu jam kemudian, tapi di teras rumahnya Dahlia dan Mawar sudah ada di rumahnya. Apalagi melihat Dahlia dan Mawar telah rapi dengan seragam putih abu abu ya, dan yang menerima nya adalah ibu. 


Sebenarnya Cempaka malas untuk datang ke sekolah apalagi pagi seperti ini, kerena ibunya yang menyuruh jadi ia langsung beres dirinya. 


"Woy, masih lagi!" Teriak Cempaka heran. 


Ia tidak mengerti kenapa pagi pagi seperti ini Mawar mengajak dirinya berangkat ke sekolah, sedangkan mereka seringnya berangkat jam 07.15 ya telat sedikit juga tidak apa apa pikirnya, tapi sekarang ia hanya garuk kepala yang tidak gatal kerena melihat kedua temannya anteng di depan sambil bercanda. Otomatis cempaka tidak enak kalau harus ditunggu oleh kedua temannya, dengan bergegas gegas. 


"Hayo sarapan di kantin saja," ajak Mawar. 


Mawar punya niatan ingin makan di kantin, ya Cempaka dan yang lainnya seringnya sarapan pagi di sekolah tapi tidak sepagi ini berangkatnya. 


"Sepagi ini kita berangkat," ujar Cempaka heran. 


Cempaka hanya bisa garuk garuk kepala salah mendengar kata sarapan dari mulut Mawar, memang kemarin kemarin nggak sarapan ya di kantin gerutu Cempaka sambil ngeloyor ke dalam kamar. 

__ADS_1


Tidak heran bagaimana lagi ini Mawar ke rumahnya tanpa bicara dulu atau kemarin seharusnya bicara dulu, ia hanya menarik nafas dan mengangguk. Untung tadi subuh ia mandi, tapi tidak sholat. Setelah berpakaian Cempaka langsung pamit sama ibunya dan pergi ke sekolah dengan jalan kaki ya kerena jarak antara sekolah dan rumah dekat. 


Sebenarnya rumah Mawar dan Dahlia juga hanya selang beberapa rumah saja dari rumahnya, kalau rumah Rani hanya selang satu rumah. Jadi wajar kalau kemari kemarin mereka sangat akrab dan selalu bersama sama, tapi sekarang sejak ada ruangan kreasi Rani malah menjauh dari mereka dan membuat pertemanan mereka renggang seperti ini.


Di jalan mereka masih bercanda, tertawa kadang berlarian sepeti tidak ada sesuatu yang mengganjal. Cempaka menikmati waktu itu dengan melempar krikil yang ia pungut di jalan, ya biarpun jalan selalu diaspal tapi hanya sebentar sudah rusak kembali. 


Sampai di sekolah, Mawar dan kedua temannya bukan langsung ke kantin untuk sarapan, itu membuat Cempaka heran mau bertanya ragu takut Mawar marah. Ia dan Dahlia diajak oleh Mawar  langsung menuju ruang kreasi. Cempaka hanya melirik Dahlia, begitu juga dengan Dahlia yang melirik Cempaka. 


Cempak sudah menduga kalau Mawar mau melakukan  sesuatu pada ruangan kreasi, ia tidak melarang Mawar hanya mengikuti Mawar saja begitu juga dengan Dahlia yang berada di belakang Mawar. 


Mawar sebenarnya ingin masuk tapi ruangan kreasi tapi ruangan itu sepertinya dikunci, otomatis dirinya dan kedua temannya tidak bisa masuk atau tidak bisa melakukan apapun di ruangan itu. Terlihat wajah Mawar terlihat kecewa saat pintunya tidak bisa di buka, ya tidak bisa dibuka harus mengunakan kunci kalau mau dibuka. 


Tanpa memperdulikan temannya ia langsung meninggalkan nya menuju kelas, tanpa memikirkan sarapan paginya di kantin. Sebenarnya Mawar bukan mengajak sarapan tapi mengajak Cempaka dan Dahlia untuk membantu dirinya merusak ruangan kreasi. Mawar berpikir kalau Ana dan Rani pasti datang lebih dulu, kerena mereka memikirkan ruangan kreasi tapi pikiran Mawar salah, Ana dan Rani datang lebih siang dari biasanya. 


Duagaan Mawar meleset, Rani memang sudah datang ke sekolah sejak pagi bareng  Ana, tapi keduanya malah menuju kantin dan sarapan disana. Mereka bertiga tidak tahu kalau Ana dan Rani ada di kantin, awalnya Ana akan membuka ruangan kreasi tapi sama Rani dilarang, kerena.merka.juga akan ke kantin jadi ruangan itu di biarkan di kunci dulu.


Itu yang membuat Mawar marah marah kerena kesal, sebenarnya ia ingin sekali membakar berkas berkas yang dikumpulkan anak anak yaitu cerpen dan puisi tapi kerena di kunci ia jadi gagal melakukan nya. 


Sebenarnya ia mengajak Dahlia dan Cempaka ke sekolah pagi hari hanya untuk membakar cerpen cerpen yang disimpan oleh Ana dan Rani di ruangan kreasi, tapi ia tidak bisa melakukannya. Ia sebenarnya dari rumah sengaja bawa korek api, tapi ia gagal melakukan sesuatu. Akhirnya itu yang membuat Mawar malah uring uringan tidak tentu arah. 


Akhirnya mereka pergi ke kelas, tapi baru sampai kelas tiba tiba Mawar langsung meninju meja dirinya dengan keras sekali sampai berbunyi. Sedangkan kedua temannya hanya menatap merasa heran, ya mereka tidak tahu apa yang membuat Mawar marah se pagi ini. 

__ADS_1


"Brengsek!" Ketus Mawar sambil menghempaskan tubuhnya ke kursi. 


Sedangkan kedua temannya hanya mengangkat kedua bahu mereka tanda tidak tahu sama sekali apa yang dilakukan oleh Mawar.


"Lho kesambet jin apa sih!" Protes cempaka memberanikan diri bertanya. 


"Brengsek kamu, bilang aku kesambet jin apa?" Serang Mawar menatap wajah Cempaka. 


"Kamu yang aneh nggak tiba tiba sewot, marah aja, memamgnya kenapa sih!" 


"Aku tadi lihat Rani berangkat ke sekolah, aku sih niatnya mau bakar tuh karya teman teman yang lain biar Rani kena getahnya eh nggak tahunya orangnya belum datang," akhirnya Mawar jujur..


"Jadi kamu ngajak aku hanya untuk itu?" Tanya cempaka keget. 


Bukan hanya Cempaka saja yang kaget tapi Dahlia juga spontan menatap wajah Mawar tajam. 


Pok pok pok 


Terdengar tepuk tangan yang muncul di pintu kelas 2B. Di arah pintu terlihat Ana dsn Rani tersenyum menang, mereka berdua menguping pembicaraan ketiganya, Mawar dan dua orang temannya tidak menduga kalau pembicaraan mereka dicuri dengar oleh Rani dan Ana. 


"Kalian hebat mau meruntuhkan ruangan kreasi, memangnya nggak Lelah ya jadi duri dalam daging?" Sinis Ana menatap wajah Mawar dsn kedua temannya mawar. 

__ADS_1


Untung ia mengikuti anjuran Rani untuk tidak membuka dulu ruanga kreasi keren amerka mau menuju kantin, Ana yang awalnya mau membuka juga tidak jadi dan membiarkan ruangan itu terkunci.*


__ADS_2