Perjalanan Ana Menuju Rumah Dunia

Perjalanan Ana Menuju Rumah Dunia
chapter 59


__ADS_3

4 Bulan setelah perayaan pergantian tahun baru. Siang itu Ana telah menyelesaikan ulangan yang diselenggarakan di sekolah, ia hari itu ingin cepat cepat pulang ke rumah kerena ada saudara dari Tasik yang bakal datang hari itu juga.


Ya Nenek, ibu dari bapak bakal berkunjung ke rumah Ana. Otomatis gadis itu senang sekali mendengar neneknya bakal datang menjenguk cucunya.


"Na, tolong aku kamu gendong ini dulu," kata Melati saat melihat Ana.


Ana langsung mengendong batita yang diberikan oleh Melati tapi sebelum.batita itu digendong seorang wanita mengambil Batuta itu, tidak tahunya ibu Ratih yang mengambil batita itu dari tangan Melati. Ana hanya diam saja, setelah itu ibu Ratih membawa anaknya ke ruang guru.


Setalah ibu Ratih ke ruangan gitu, Ana menatap wajah Melati yang agak pucat. Dan matanya melirik rok Melati yang ada bercak darah di pinggirnya.


"Kamu tembus?" tanya Ana menatap wajah Melati.


"Nggak tahu sih! Tapi perutku kaya di remas remas, kamu antar aku pulang yuk!" ujar Melati penuh tanda tanya..


Mendengar jawaban Melati yang seperti itu membuat wajah Ana berkerut keheranan sekali mendengar jawaban yang penuh tanda tanya, kalau ia menstruasi kan dia sendiri yang merasakan tapi pas Ana tanya malah melati seperti menghindar dari pertanyaan Ana.


"Hayu Na antar aku pulang!" rengek Melati mengusap perutnya.


Ana hanya mengangguk saja. Ingin bertanya pada Melati tapi ia ragu sekali, selama di perjalanan mereka hanya diam saja. Ya rumah melati dan sekolah hanya jalan kaki juga telah sampai, tidak jauh dari sekolah. Kerena Melati kurang sehat, apalagi beberapa kali ia meringis kesakitan akhirnya mereka berhenti untuk istirahat.


Tidak ada percakapan sama sekali diantara mereka berdua, Melati juga tidak menceritakan kejadian itu pada Ana, Aan juga biasa saja tidak bertanya apa yang pernah terjadi lada malam pergantian tahun baru yang di rayakan oleh melati dan teman temannya.


Setelah berhenti cukup lama akhirnya mereka berjalan kembali menuju rumah Melati. Setalah sampai ke rumah, Melati mengajak Ana ke kamarnya. Kamar Melati rapi sekali, ikatan kamar 3x3². Rumah nya sepi sekali kerena orang tua melati seorang petani maka kemungkin orang tuanya sekarang di sawah.


Ana duduk di kursi, sedangkan Melati duduk di ranjang.


"Kamu nggak menanyakan sesuatu padaku, Na?" tanya Melati menatap Ana tajam.

__ADS_1


"Mau tanya apa sih!"


"Kenapa kamu nggak tanya tentang darah yang ada di ok yang aku pakai?"


"Mel, sebenarnya ada apa? Apa ada sangkut pautnya dengan kejadian itu!" ujar Ana heran.


Ya heran kerena mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh melati, akhirnya Ana langsung ke pokok persoalannya setelah Melati bicara seperti itu.


Melati tidak langsung menjawab pertanyaan sahabatnya sendiri, ditatap wajah Ana dengan perasan sedih dan frustasi. Tiba tiba Melati memeluk tubuh Ana dengan erat sekali, Ana kaget dipeluk oleh Melati apalagi gadis itu sambil menangis.


"Darah ini bukan darah haid, Na. Aku nggak haid lagi, tapi ini darah.." kata Melati menhan gejolak perasaan yang ada di hatinya.


"Mel, kamu?" tanya Ana tercekat.


"Aku hamil, kamu tahu siapa yang melakukan nya yaitu Bram," tangis Melati perih.


"Bram?" gumam Ana terkejut


"Kamu tahu semuanya?"


Melati mwngelangkan kelapanya, ia sebenarnya baru tadi. Bram sebenarnya menyukai Ana, tapi gadis mengunakan kacamata itu tudks pernah memberikan harapan pada Bram.


Melati akhirnya menceritakan dari awal. Tadi ia ketemu dengan Bram, ia mengatakan kalau ia hamil kerena Bram. Tapi Bram dengan tega mendorong tubuh Melati sampai gadis itu terjatuh dan perutnya terasa kram sekali dan ia terkejut saat melihat ada darah. Baram yang melihatnya juga terkejut melihat Melati merintih kesakitan sambil memengang perut bagian bawah.


"Gugurkan kehamilan kamu, aku nggak mungkin mempertanggung jawabkan semua yang aku lakukan padamu. Aku sebenarnya ingin melakukan pada Ana, tapi gadis itu terlalu angkuh untuk diajak," terima Bram sambil jongkok dan ia beranjak jongkoknya lalu berlalu di tempat itu.


Tubuh Ana bergemetar saat Melati menceritakan semuanya lada dirinya, ia tidak menyangka kalau Bram harus melakukan itu pada melati. Dan Ana bersyukur tidak ikut merayakan tahun baru an di Anyer, ia baru tahu kalau malam itu Bram merenggut kesucian Melati.

__ADS_1


'Ya Allah apa ini pertolongan yang Kau berikan untukku?" tanya dalam hati.


Ya ia merasa kalau Allah selalu bersama dirinya. Ia merasakan pertolongan Allah di detik detik pergantian tahun baru an itu. Ana hanya mengelus lengan Melati dengan lembut ia merasa iba pada Melati.


"Terus kamu sekarang bagaimana?"


"Entah kah Na, aku juga tidak tahu harus bagaimana? Siap benar benar bejat sekali kerena hanya mementingkan nafsu dirinya di bandingkan cinta suci!" sembur melati.


Ya ia tidak berkuasa menolak ajakan nafsu Bram, malam itu entah kenapa teman teman yang ada di dalam lanhsungblerho begitu saja ia dan Bram di ruangan yang sama. Melati merasakan kepalnya berat sekali, akhirnya ia tidak sadar kalau tertidur.


Dan siangnya ia.terkejut kerena ia tidur dengan Bram, yang telanjang bulat begitu juga dengan dirinya. Sedangkan teman teman yang lain di luar kamar tidur bareng sedangkan dirinya?


Melati histeris dan menangis melihat keadaan dirinya yang seperti itu, Bram yang terbangun kerena berisik oleh tangisan melati hanya menghela nafas, cowok itu dengan tudks bersalahnya lanhsung mandi dan keluar sedangkan Melati masih termanggu kebingungan mau apa dulu.


"Bram kalau ada kejadian aku bakal mengejar kamu, aku hanya ingin kau mempertangungjawabkan semuanya yang terjadi pada diriku."


Tapi Bram diam saja hanya tersenyum sinis mendengar apa yang melati ucapkan, diwajahnya terlihat luas sekali kerena ia telah menodai melati.


"Nggak ada tali rotan pun jadi." Senyum Bram.


Setalah kejadian itu mereka pulang dengan pikiran masing masing. Sedangkan teman teman yang lain biasa saja, hanya Melati yang merasa berbeda kerana waktu berangkatnya ia bahagia tapi sekarang ia merasa bersalah.


Ana hanya diam saja saat Melati terbata bata menceritakan kejadian malam itu! kerena kejadian malam itu ia harus hamil dan puncaknya tadi.


"Bram, aku ingin kamu mengakui kalau anak ini anakmu!" teriak Melati langsung mengejar Bram di halaman ruangan LAB, memang tadi ia bertemu dengan Bram sepulang dari ulangan umum.


"Apa? seharusnya kamu kaga diri kenapa kamu hamil! Seharusnya Ana yang hamil?" teriak Bram kecewa mendengar Melati mengaku hamil..

__ADS_1


Bram langsung mendorong tubuh Melati, gadis itu yang tidak menduga kalau Bram mendorongnya hanya diam saja dan tiba tiba akibat benturan tubuhnya ia merasa sakit di bawah perutnya.


Bram langsung pergi begitu saja. Melati menceritakan semuanya tidak ada yang ditutupi, Ana hanya termanggu saja ia tidak bisa berbuat apa apa, ia tidak menyangka kalau Bram sejahat ini pada dirinya. Ana sama sekali tidak bergeming mendengarkan cerita Melati kalau Bram bakal melakukan hal bejat pada dirinya.*


__ADS_2