Perjalanan Ana Menuju Rumah Dunia

Perjalanan Ana Menuju Rumah Dunia
chapter 110


__ADS_3

Ana tidak menduga sama sekali kalau pagi itu Ria juga ke sekolah, tapi ia juga tidak tahu apa yang akan  Ria lakukan di sekolah. Tapi pikiran buruk terus adas otak Ana tantang Ria, ya ia curiga kalau Ria punya rencana bukan lada ruangan kreasi tapi lada dirinya. Ya bagaimana pun juga pasti Ria tahu kalau ia ke sekolah sendirian. 


Dugaan demi dugaan menyelimuti hati Ana, apalagi tatapan mata Ria sangat berbeda dengan biasanya. Gadis berambut pendek itu mendekati Anandengan berlahan lahan sambil berdecak dengan nikmatnya. 


Ya mungkin ia melihat Ana ibarat makanan gratis yang siap di santap, apalagi keadaan sekolah sepi dan mustahil ada orang yang tahu kalau ada sesuatu di sekolah. Ana benar benar sangat katakutan berusaha melawan Ria dengan sisa sisa kebaranian, dalam hatinya gadis berkacamata hanya bisa berdoa supaya ia ada yang menolongnya. 


Jujur ia sama sekali tidak menduga bakal mengalami hal seperti ini. 


Di kejar kejar seorang gadis, Ria.  Kalau di pikirkan Ria gadia cantik dan manis seharusnya sudah punya cowok yang menyayangi nya. Tapi kenyataan nya membuat hati Ana ketakutan ketar ketir sekali, dibandingkan ia bertengkar dengan Mawar kalau bertengkar dengannya mungkin hanya saling lukai tapi kalau dengan Ria? 


"Sekali aja Na kita menikmati semuanya di ruangan ini," bujuk Ria menatap Ana dengan tajam dan mengulas senyuman manis. 


"Kamu sudah gila!" Teriak Ana. 


Gadis itu berusaha berteriak dengan kerasnya supaya  terdengar kalau ada orang yang ada di luar ya,  biarpun itu hanya sia sia saja kerena sekolah sepi tidak mungkin ada orang yang mendengar teriakan dirinya yang keras. 


Mendengar kata kata Ria bukannya senang Ana tapi melihat ia seperti itu merinding, kata kata nya yang pelan dan lembut bukan membuat hati Ana  berbunga bunga tapi ngeri sekali kalau kalau Ria nekad melakukan apa yang ia inginkan. 


Ana berusaha meloloskan diri dengan cara menghindar dari Ria, mereka saling kejar mengejar di ruangan itu. Ana berusaha mencapai pintu supaya bisa meloloskan diri. 


"Nggak, kenapa kamu seperti ini. Kamu gadis seorang gadis seharusnya bersama cowok yang dicintainya!" Teriak Ana. 


Gadis berkacamata itu mengambil kursi untuk menghalangi Ria, tapi gagal Ria malah memengang tangan Ana tapi gadis berkacamata itu langsung menipiskan dengan kuatnya supaya tangan dirinya dengan tangan Ria tidak bersentuhan satu sama lainnya. Ana berusaha untuk menghindar dari kemungkinan yang terjadi. 


Tapi 


Gep! 

__ADS_1


Ria memeluk tubuh Ana dengan cepat sekali, gadis berkacamata itu berteriak teriak sambil memukul tubuh Ria. 


"Lepas! 


"Lepas!" 


Teriak Ana sambil memukul tubuh Ria yang meluk tubuhnya. Kaca mata Ana lari entah kemana, kerena Ana berusaha melepaskan pelukan dari Ria. Gadis yang berkacamata itu berusaha melepaskan diri, dari pelukan, sampai kacamata loncat kemana. Mungkin kaca mata Ana terlepas kerena ia berusaha menghindar dan kacamata nya lepas, ini yang membuat Ria dengan leluasa menyantuh wajah Ana. Pipi, mulut dan mata diciumnya. Ya biaroun kepalanya berusaha balik kanan kiri tetap saja Ria berhasil. 


Breeeet! 


"Ria!" Teriak Ana terkejut. Saat kaos yang dipakainya robek, memperlihatkan tubuh Ana. 


Gadis itu langsung menendang tubuh Ria dengan keras sampai ria terjungkal dan kepalanya kebentur ke meja sebelah kanan. 


Aaaah! 


Ria yang sudah bangkit langsung menubruk Ana, otomatis tubuh keduanya terguling saat kepala Ana menyentuh pintu yang masih tertutup. Keduanya akhirnya terjatuh kembali, Ana berada diatas dan Ria berada di bawah. 


Tapi sebelum Ana bertindak tiba tiba terdengar gedoran yang sangat kuat terdengar di luar pintu ruangan kreasi. Ria langsung bangkit begitu juga dengan Ana, Ana langsung membuka pintu itu! 


"Mawar!" Ujar Ria gugup. 


Ia tidak menyangka kalau Mawar harus ada di sekolah bersama dua temannya. Ketiga gadis itu langsung menatap wajah Ria tajam begitu juga melihat Anak yang kaaosnya telah robek. 


Ya ia dan ketiga temannya yaitu Cempaka, dan Dahlia mereka bertiga sengaja mau main ke sekolah kerena pikiran mereka sekolah sepi dan bisa dijadikan tempat ngobrol yang enak sambil melihat lihat ruangan kreasi. 


Ya sejak kejadian ruang kreasi di bobol Ria, Mawar dan kedua temannya sering sekali menjaga ruang kreasi dari tangan orang yang tidak bertangungjawab, dan yang paling mawar takutkan, ia takut terbawa fitnah kembali. 

__ADS_1


Minggu itu ia mengajak temannya, tadinya akan mengajak Rani tapi Rani lagi ke Sobang menjenguk neneknya yang sakti, akhirnya hanya mereka bertiga saja yang ke sekolah sambil bawa sepeda, kalau sekolah mereka jarang sekali naik sepeda, lebih enak jalan kaki. 


Tapi waktu mereka sampai di sekolah, mereka mendengar keributan di ruang kreasi mereka menyangka kalau ada hantu yang membuat onar, dengan perasaan yang campur aduk akhirnya mereka memberikan diri mendekati ruangan kreasi dan mendengar teriakan dsn kegaduhan. Akhirnya Mawar memberanikan diri mengetuk pintu supaya tahu siapa orang yang didalam. Saat pintu terbuka mawar dsn keduanya temannya teebalalak melihat Ria dan Ana yang ada di ruangan kreasi, apalagi melihat baju Ana yang robek. 


PLAK! 


Mawar langsung menampar muka Ria dengan kuat, membuat Ana melongo melihat Mawar yang memukul wajah Ria, begitu juga dengan Ria yang tidak tahu menahu masalah apa ia dengan Mawar. 


"Mawar apa apaan kamus datang tidak ada hujan tidak ada petir kamu pukul aku!" Teriak Ria tidak suka. 


"Kamu nggak suka kalau aku pukul? Kamu nggak tahu kesalahan yang kamu lakukan pada Ana?" Tanya Mawar ingin menampar wajah Ria kembali..


Tapi Mawar hanya mengertak saja, ia tidak memukul kembali wajah Ria. Gadis itu sebenarnya sudah siap menghindar dari pukulan tangan Mawar dengan mengangkat tanganya keatas tapi Mawar yang melihat itu hanya melayangkan tangan diudara. 


"Apa?" Tanya Ria menatap wajah Mawar tidak mengerti. 


"Kamus ngapain Ana, kalian lagi apa sampai ruangan ini di kunci!" Gugat Mawar menatap Ana dan Riandengan tajam sekali. 


Ria tidak berkutik mendengar pertanyaan yang dilontrakan oleh Mawar, apalagi sekarang melihat baju yang dipakai Ana Robek seperti itu. 


Ana juga diam hanya melirik wajah Ria. Mawar yang tahu Ana hanya melirik wajah Ria hanya bisa menggelengkan kepala saja. 


"Kamu lakukan apa pada Ana, Ria?" Tanya Mawar tajam. 


Ia yakin kalau Ria melakukan sesuatu pada Ana. 


"Kamu pasti melakukan sesuatu pada Ana?  ngapain coba pintu  ruangan kreasi ditutup begitu?  Terus ngapain baju Ana seperti itu?" Tanya cempaka heran. 

__ADS_1


Pertanyaan demi pertanyaan terlontar begitu saja di mulut Cempaka mem BBuat Riabterbunhkam mulut, ia tidak menyangka kalau kelakuannya bakal kepergok oleh ketiganya.*


__ADS_2