
Proses lah yang akan membuat kita berpijak di tempat tujuan awal, biarpun hujan dan badai akan terus ada dalam langkah kita. Tapi dengan tekad yang kuat insha Allah kita bakal memiliki semuanya dengan cucuran keringat yang kita keluarkan.
🐝
Tahun 2011.
Alunan adzan Dzuhur mengalun dengan suara yang syahdu dan indah sekali di telinga, memanggil para muslim dan muslimat untuk mendirikan sholat 4 rakaat.
Ana yang kini terbiasa dengan rutinitas sholat, saat mendengar panggilan adzan langsung mengerjakan sholat dengan khusunya. Ya ia baru mendirikan shalat lima waktu saat ia mengenal teman teman Seperi teh Najwa Fadia, Fey dan teman teman yang lainya. Ada rasa syukur pada Allah kerena mendapat teman teman yang selalu mendampingi diri dari hal positif..
Di mesjid Ciceri ia langsung mengerjakan sholat, sesudah sholat ia akan pulang ke Ciceri kerena tadi dari Rumah Dunia ada acara bedah novel memang ia sering ke Rumah Dunia kalau ada acara bedah novel atau ikut kegiatan lainnya. Acara itu menurutnya bagus sekali, Rumah Dunia juga sering mengundang para penulis terkenal, seperti Asma Nadia, Helvi Tiana Rosa, dsn masih banyak lagi novelis novelis yang diundang ke Rumah Dunia, dsn membuat para penulis pemula seperti Ana merasa bahagia sekali.
Saat mau beranjak dari duduknya tiba tiba seseorang dengan kasarnya merampas buku Kunang Kunang dalam pelukan yang Ana pegang. Kumcer Kunang dalam pelukan adalah karya 18 penulis Banten salah satunya Ana yang mengunakan nama pena Hanum Anindya.
Gadis itu yang tiba tiba datang langsung tanpa menunggu lagi merobek beberapa bagian buku yang Ana pengang. Sampai gadis berkacamata itu melotot tajam kearah gadis yang ada di hadapannya. Ya ia tidak menyangka tiba tiba tanpa ba bi bu malah merebut buku yang ada di tangan nya dan membuat kegaduhan di mesjid.
"Lah Na, ngapain sih menulis nggak ada uangnya, masa depan suram!" teriak Adinda ( samaran ) sambil merobek buku Kunang Kunang dalam pelukan.
Ana hanya begong saja mendengar apa yamg gadis itu katakan. Dan kata katanya jga keras sekali, beberapa orang yang masih sholat agak terganggu oleh teriakan Adinda yang sedemiakian kerasnya.
Aan menatap ke para ibu ibu yang telah selesai sholat dengan perasaan malu sekali. oleh tingkah laku Adinda seperti itu. Tanpa Ana duga gadis itu berkata sambil teriak sampai orang orang yang di mesjid Ciceri langsung melihat pada gadis yang baru datang. Ana yang tidak menduga mendapatkan teriakan yang seperi itu langsung menarik tangan Adinda ke luar.
Ana menarik seperti menarik anak kambing, kerena Adinda seperti tidak merasa sama sekali kaku ia berkata berteriak, setelah diluar Ana langsung dengan kasar melepaskan tangan Adinda dengan menatap gadis itu. Tangan Adinda masih memengang kumcer yang punya Ana. Belum sempat di sobek semuanya hanya sebagiannya saja..
Ana sebenarnya sangat malu pada ibu ibu di mesjid, tatapan mereka menunjukan perasaan yang aneh pada Adinda dan dirinya, ia menarik tangan Adinda supaya bisa leluasa bicaranya. Ana hanya menganggukkan kepala, saat meninggalakan mesjid sambil tanganya menarik tangan Adinda. ia benar benar malu. Mendengar teriakan dari gadis itu yang tidak tahu sopan santun, bukannya ia datang untuk sholat malah membuat keonaran di mesjid, bukanya sholat bukan nya apa malah berteriak keras sekali sampai orang orang yang di mesjid itu menatap gadis itu dan dirinya.
__ADS_1
"Din!" teriak Ana tertahan.
Ia sangat kaget saat gadis itu merobek kumcer yang dipengang oleh Ana. Apalagi berteriak sedemiakian rupa, kerena masih banyak orang yang belum menyelesaikan sholatnya.
Adinda yang ditarik tanganya oleh Ana langsung membuang robekan kertas kumcer Ana ke mukanya gadis berkacamata. Tepat disaat mereka berdua di luar. Membuat gadis berkacamata marah sekali, tanpa pikir panjang ia langsung menarik kerudung yang dipakai Adinda dengan kasarnya.
Bukan itu saja ia juga menampar beberapa kali pipi Adinda dengan keras. Orang orang yang diluar Mesjid hanya menatap keduanya dengan perasan heran sekali,mereka tidak ada yang menolongnya.
Adinda yang tidak menyangka langsung marah dan menampar balik Ana tapi gadis berkacamata itu dengan cepat menghindar dan membalas apa yang dilakukan oleh Adinda. Ana benar benar geram sekali kerena sejak.lama memang ia tidak suka sama orang seperti Adinda. Di SMP maupun SMA semua yang teman yang Seperi Adinda di berantas dengan keras oleh Ana. Dan sekarang malah ada lagi orang seperti Mawar maupun Rani yaitu Adinda yang membuat ia mual sekali.
Adinda yang tidak.menyangka bakal dijadikan alat oleh Ana semakin terpuruk saat wajahnya di hantaman ke dinding, awalnya gadis itu akan membalas kelakuan Ana tapi gadis berkacamata tidak tinggal diam.
PLAK!
Ana langsung memeluk wajah Adinda dengan kerasnya. Kerena pukulan bertubi-tubi, adinda sangat kewalahan mendapatkan serangan yang tanpa di duga olehnya.
Ana dengan santai meninggalakan tempat itu ia hanya menghela nafas panjang saat kumcer nya tidak oleh Adinda gadis yang tidak bertangungjawab. Gadis itu langsung naik mobil menuju arah pulang, tapi bukan pulang ia langsung terminal Pakupatan.
'Kenla semuanya harus ada sih! Orang orang kata Mawar?' bisik hati Ana.
Ya peristiwa Mawar juga tidak pernah ia lupakan kerena peristiwa itu benar benar seperti kemarin saja, sedangkan ia dan Mawar telah lama berpisah. Ia hanya menarik nafas panjang.
Akhirnya dengan gontai ia.meninggalkan.pekupatan menuju Ciruas. Sampai di Ciruas ia langsung istirahat kerena capai.
"Na, kenapa?" Tanya bude Kitty saudara sepupunya ibu..
"Nggak apa apa kok bude, Ana cuma.kesal sama Adinda." Curhat Ana murung.
__ADS_1
"Kenapa? Ada masalah?" Tanya bude lagi sambil menyentuh bahu Ana lembut.
Akhirnya Ana menceritakan apa yang terjadi di Ciceri, ia juga merasa kesal sama Adinda kerena telah merobek buku kumcer nya yang ia bawa. Bude hanya mendengarkan apa yang diceritakan oleh ponakannya, hanya mengelengkan kepal sambil senyum senyum begitu mendengarkan curhatan hati Ana yang masih kesal pada Adinda.
"Ana, yang penting kita jangan melakukan Oa yang dilakukan oleh orang lain. Kamu buktikan apa yang dilakukan Adinda dengan kamu berbuat baik,"
Bude Kitty memberikan arahan sama Ana untuk terus berjuang dan jangan sampai putus asa, kerena menurut bude Kitty orang Seperi Adinda bakal musnah dan tidak bakal melakukan apapun juga dan nasehat bude itu jadi acuan..
"Terus Ana bagaimana bude sekarang?" Tanya Ana.
"Ana yang sabar, semua ujian insha Allah Ana bakal berhasil."
Ana hanya mengangguk saja. Kerena apa yang dikatakan oleh bude memang jadi pelajaran yang harus dirinya lakukan.
🐝
Apa yang dikatakan bude Kitty kakak sepupunya ibu Tri, jadi acuan yang nyata buah Ana sendiri kerena apa.yang dikatakan bude memang benar kalau sesorang yang berhasil pasti dapat ujian dulu.
"Na, bikin projeck Gilalova 2 yuk!" Ajak Fey dsn teman teman yang lain.
"Siap, tema apa?"
"Tema cinta, remaja? Nanti launchingnya di Gramedia Matraman Jakarta.
"Siap, insha Allah. Tapi berapa kata?" Ujar Ana.
"1000 kata sih! Tapi biodata pisah dengan cerpen ya."
__ADS_1
"Oke!"
Akhirnya informasi itu oleh Ana digunakan dengan baik sekali kerena memang ia ingin sekali kalau cerpen cerpennya diterbitkan oleh penerbit.