Perjalanan Ana Menuju Rumah Dunia

Perjalanan Ana Menuju Rumah Dunia
chapter 91


__ADS_3

Ana tidak berpikir apa apa. Ia berjalan saja tanpa melirik kesan kemari, apalagi kelas Rani pulangnya belakangan.


Tiba tiba tanpa sepengetahuan Ana di depan perpustakaan Mawar datang dan.


Bug!


Plak


Tiba tiba dengan kerasnya Ana melawan Mawar yang telah memukul wajahnya. Keduanya saling tonjok, pukul, gigit. Biarpun kacamata Ana entah kemana hilangnya ia malah menerjang Mawar, keduanya jatuh. Mawar dibawah Ana, Ana diatas Mawar dengan geramnya Ana beberapa kali mencakar, memukul, tubuh menindih perutnya mawar.


Mawar pun juga begitu mereka saling jembak, apalagi rambut Ana panjang, jadi gampang sekali di jambak. Posisi Ana yang diatas membuat gadis berkacamata itu langsung menarik kepala Mawar Keatas dengan sekali hentak kepala Mawar di pukulkan ke tanah


Mawar meringis kesakitan dan membalas kelakuan Ana tapi terlambat, Ana dengan cepat nya langsung bangun dari tubuh Mawar, ia dengan ganasnya lalu di tendangnya perut Mawar dengan kerasnya.


"Aaah!" Jerit Mawar langsung memegang perutnya.


Tubuhnya mengelepar kesakitan seketika juga saat Ana menendang beberapa kali dengan kakinya. Posisi Ana berdiri dan posisi Mawar telentang.


Bukan itu saja Ana juga langsung menendang pungung mawar. Mawar langsung melolong dengan kerasnya.


Kerana sekolah belum semuanya keluar, mendengar keributan yang ada di sekitar sekolah semuanya melihat yang terjadi. Pak Salwa datang dan melati keduanya. Mawar menangis, Ana juga menangis bukan kerena apa apa kacamatanya rusak, kacanya pecah, dan tangkainya terbelah dua.


Keduanya langsung dibawa ke ruang guru. Teman teman yang lain ada yang menyalahkan Ana, ada juga yang menyalahkan Mawar.


Pak Mamat dan bapaknya Mawar dipanggil ke sekolah hari itu juga, apalagi melihat kedua gadis yang tidak karuan sama sekali. Baju Ana dan Mawar kotor dan penuh sobekan.


"Na, apa apaan?" Tanya bapaknya menatap Ana.


"Mawar dulu pak, yang mukul Ana, Ana mau pulang sekolah tapi ia yang menyerang Ana!" Dengan lantangnya gadis itu langsung menceritakan semuanya.

__ADS_1


"Pak maafkan anak saya, anak saya salah," ucap bapak pak Mamat sambil menghampiri bapak mawar.


"Iya nggak apa apa seharusnya anak saya yang minta maaf pada anak bapak," jawab bapaknya mawar tersipu malu.


Kedua gadis itu hanya cemberut mendengar permintaan maaf bapak bapaknya, pak Mamat dan bapaknya Mawar saling bersalaman satu sama lain. Setelah itu ke anak makanya sendiri.


Bapaknya Mawar menatap anaknya, hatinya begitu segan pada Mamat kerena bagaimanapun anaknya yang salah.


"Mawar, kata bapak jangan bikin onar. Sekarang siapa yang harus bertangungjawab?' tanya bapaknya Mawar menatap anaknya.


Mawar diam saja mendengar bapaknya berkomentar. Gadis itu melirik wajah Ana yang menatapnya, ia hanya membuang muka saat matanya beradu dengan Ana.


"Ana yang nendang duluan!" Teriak mawar tidak kalah cepatnya.


Mawar yang akan melanjutkan perkataannya, langsung diam melihat mata ayahnya yang melotot menatap dirinya, akhirnya Mawar menunduk dalam kepasrahan.


Ya Mawar masih merasakan sakit yang kuat biasa, ketika dibangunkan masih memengang perutnya yang terasa ngilu sekali. Waktu itu bapaknya belum datang samnsekali jadi mungkin tidak tahu kejadiannya. Bapaknya hanya tahu pada saat ia dan Ana berada di ruangkan kepala sekolah, tadianya di ruang guru tapi pak Salwa membawanya ke ruangannya.


Pak Mamat dan bapaknya Mawar datang dan melihat kedua putri mereka yang seperti preman membuat kekacauan. Kalau orang tua Ana dan Mawar saling minta maaf sedangkan Ana dan Mawar malah mau bernatem lagi. Ditanya juga mereka hanya diam saja tidak menjawb apa apa, kerena menangis. Kalau Ana menangis kacamata nya rusak, sedangkan Mawar menangis kerena semua tubuhnya sakit akibat tendangan Ana.


( Kalau dulu orang tuanya kalau anak bermasalah dengan anak orang lain. Orang tuanya minta maaf atas kenakalan anaknya, dan siap ganti rugi, kalau sekarang mana orang tua membela anak orang lain?


Saya mengatakan ini kerena bapaknya Mawar mengganti kacamata saya yang di rusak oleh Mawar, sedangkan bapak saya mengobati Mawar. Antara bapak saya dan mawar malah bersalaman dan berpelukan sambil meminta maaf, sedangkan saya dan Mawar membuang wajah masing masing ).


Pulang sekolah kedua gadis itu Ana dan Mawar bukannya disayang malah dimarahin habis oleh bapak masing masing😂😂🤦🤦🤦.


🐝


Seminggu kemudian Ana sekolah, tapi Ana tidak tahu kalau sebenarnya Mawar juga sejak kejadian itu tidak sekolah SMA sekali, ia jatuh sakit akibat tendangan Ana yang maha dasyat.

__ADS_1


( Menurut kabar burung sejak kejadian itu! Mawar tidak sekolah akibat sakit kerena si tendang sama saya, kata kabar burung waktu itu Mawar lagi datang bulan 🤦🤦🤦dulu memang saya nakal banget, tapi kalau ingat jujur sering😂😂😂 mengingat semuanya, pengen balik lagi di waktu SMU nggak bakal bisa cuyyy! ).


Waktu pertama sekolah sejak kejadian kacamata rusak, Mawar juga sekolah bareng dengan Ana. Tapi Mawar seperti kemarin lagi tidak menganggu Ana lagi.


"Ran, Ana juga tidak tahu kenapa Mawar seperti itu?" Kata Ana pada Rani heran.


Rani hanya melonggo saja mendengar apa yang keluar dari mulut Ana.


"Jadi kamu nggak tahu masalah apa sampai Mawar memukul kamu?" Tanya Rani menatap wajah Ana heran.


"Iya, dia yang tiba tiba memukul ya udah Ana serang dia saja. Malah jatuh berdua. Ya udah Ana pukul dan gigit mawar setelah itu kepalanya di benturkan ke tanah, ditendang perutnya," jelas Ana secara terperinci.


Rani hanya mendengarkan saja, ia meringis saat mendengar kalau Ana menendang perut Mawar dan punggung Mawar, ia membayangkan sakitnya di tendang begitu saja. Beberapa kali Rani mengusap perutnya, dan pungungnya. Ya kemarin ia melihat sih tapi pas itu dirinya sudah keluar dari gerbang sekolah. Balik lagi pas Ana Dan Mawar dibawa ke ruangan kepala sekolah.


Ia tidak menyangka kalau Ana bakal menyerang balik Mawar yang benar benar menyerangnya, mendengar itu hanya garuk garuk kepala tidak gatal.


"Kacamata kamu ganti," kata Rani.


"Bapaknya Mawar yang gantikan kacamaataku aku," Ana tersenyum manis.


"Untung bapaknya baik,"


"Tapi kok Mawar jahat ya menyerang duluan kaya gitu, kayanya bukan anak bapaknya deh!" Cerocos Ana bercanda.


Rani Ana mengambil nafas lalu menghembuskan kembali, ia hanya mengelangkan kepala saja mendengarkan candaan Ana seperti itu.


"Ran, aku heran kenapa sih anak itu nggak pernah kapoknya sih ganggu aku dan malah bertengkar?" Tanya Ana keppo.


"Mungkin ada sesuatu yang bikin dia kesal sih! Memangnya kamu punya masalah apa sih!" Rani malah penasaran.

__ADS_1


Ana mwngelangkan kepala, menurutnya memang selama ini ia dan Mawar tidak ada masalah tapi mawar seperti memusuhi dirinya saja. Aneh juga sih!


( 🤔🤔🤔Akhirnya saya dan Rani mikir sampai Mawar memusuhi saat waktu itu, setelah tahu saya hanya mwngelangkan kepala saja, kerana mawar cemburu kalau saya sama Arya nama samaran 🤦🤦 saya tidak ada perasaan sama Arya tapi Mawar cemburu, dan cowok yang suka malah tidak pernah tahu kalau mawar suka pada dirinya 🤦🤦🤦 ).*


__ADS_2