Perjalanan Ana Menuju Rumah Dunia

Perjalanan Ana Menuju Rumah Dunia
chapter 98


__ADS_3

Ana ada masalah apa lagi sih!" Ujar ibu Elis. 


Wanita itu hanya mengelangkan kepala nya saja, saat ia mendengar cerita tentang Ana. Ya biarpun Ana tidak pernah juara kelas tapi namanya jadi viral kerena kehebohan menjaili guru  apalagi ibu Ratih. Kemarin membuat perangkap jebakan dari adonan tepung. 


Dan sekarang mawar bawa berita yang unik. 


"Bu, tahu nggak Ana tadi masukin kecoa ke dalam tasnya ibu Ratih," adu mawar tadi waktu sesudah istirahat. 


"Masa sih!" 


"Iya, waktu sebelum.istirahat tiba. 


Wanita 23 tahun itu hanya menghela nafas mendengar berita itu, Mawar ke perpustakaan hanya mengambil buku paket kerena di kelas 2B ibu Ratih masuk dan ibu Ratih cerita. Sebenarnya ini Raih tidak cerita juga kelas Mawar sudah tahu kerena terdengar teriakan histeris serta kursi yang seperti dijatuhkan begitu saja. 


Ana hanya garuk garuk kepala mendengar apa yang ibu Elis katakan, ia hanya mengangguk sambil tersenyum saja. 


"Na, jangan sekali kali lagi kata ibu juga, kamu nggak pernah kapok!" Ketus ibu Elis sambil beranjak dari tempat duduk menuju rak buku. 


Ia langsung membereskan buku buku yang dari meja ke rak, dirapihkan dengan cara punggung buku di depan. Ana hanya melihat aktifitas ibu Elis yang sedang membereskan buku buku di perpustakaan. Ada rasa kagum Ana pada ibu Elis, apalagi saat wanita itu dengan teliti sekali menerapkan semua buku buku yang ada perpustakaan tanpa menyuruh dirinya sendiri. 


Akhirnya Ana beranjak dari kursi membawa buku yang sudah diberi sticker dipunggung bukunya. 


"Na, kalau membantu ibu simpan salah di sini," tunjuk ibu Elis ke tempat pojok rak buku. 


Ana hanya mengangguk dengan cepat, ia akhirnya dengan semangat membantu wanita itu! Ada kenyamanan sendiri saat ia membantu ibu Elis wanita yang diam diam ia suka. 


"Na, ibu hanya ingin Naa jangan melakukan iseng dsn jail lagi ya." Pinta ibu Elis menatap Ana. 


"Entah kah Bu, masalahnya," 

__ADS_1


"Jangan pakai alasan apa apa Ana," potong ibu Elis gemas pada gadis itu. 


"Iya deh!" Ujar Ana  garuk kepala tidak gatal. 


Kerena bel masuk terdengar kembali Ana langsung meninggalkan perpustakaan dengan diiringi tatapan mata ibu Elis. Wanita itu hanya mengelangkan kepala kalau mengingat Ana, apalagi kalau mendengarkan aduan guru guru yang lain tentang Ana. 


"Unik pokoknya si Ana. Nggak unik bagaimana coba, datang lagi ke sekolah, belajar nggak mau. Ada masuk kelas hanya bikin cerpen," adu gitu guru yang lain. 


Ia kalau mendengar aduan guru guru hanya bisa senyum saja, sebenarnya bukan hanya pada guru guru yang lain, ia juga sering mendapatkan Ana seperti itu. Pas ia menerangkan pelajaran sosiologi, ya bukan hanya agama Islam saja yang dipengang oleh dirinya, ibu Elis juga memengang mapel sosiologi. 


Dan waktu mapel sosiologi itu, pas ada PR, Ana benar benar tidak mengerjakan PR yang ia berikan pada gadis itu pas di periksa juga hanya beberapa tulisan cerpen dan puisi sedangkan di depan bukunya jilid tercantum buku mapel Sosiologi. 


Ia hanya bisa mengelangkan kepala saja, dipanggil juga akhirnya ke perpustakaan. Gadis itu hanya nyengir dan garuk kepala. Kalau ingat kejadian itu ingin rasanya ia mengemek gemek Ana waktu itu, tapi ia hanya menahan perasannya, dan membiarkan Ana waktu itu keegi tapi setelah memberikan nasehat dan arahan pada Ana. 


Tapi apa yang ia katakan tidak pernah dilaksanakan oleh Ana, ya kalau pada dirinya sih Ana menurut dan tidak pernah mengulangi lagi tapi sama gitu yang lain? 


Ia akhirnya mengambil kapur tulis, disaat itu Ana memasukan kecoa ke tas kecil ibu Ratih yang tadi dibawanya. Beberapa menit wanita itu datang kembali dsn mengajar mapel akuntansi. Memang selama pelajaran tidak terjadi apa apa, kerna mereka juga fokus belajar. Pas detik detik terakhir, ibu Ratih mau mengakhiri pelajarannya ia menyimpan kapur tulis kedalam tasnya.


Aaah!


Teriak ini Ratih histeris. Wanita itu langsung membalikan meja yang ada di hadapannya sampai suara nya terdengar dengan keras sekali, kelas 2B yang tidak adsu gurunya langsung melihat apa yang terjadi. Kegaduhan terdengar dengan jelas sekali di kelas 2A. 


Matanya langsung menantap siswa dsn siswi yang masih dikelas, ya ada beberapa siswa yang lari terbirit-birit kerena merasa jiji melihat beberapa ekor kecoak. Untung tidak ada yang pingsan selama insiden itu, sedngkan Ana senyam senyum saja melihat wajah ibu Ratih terlihat pucat. 


"Ana!" 


Teriak ibu Ratih. Ia sudah menduga kalau Ana pelakunya kerena hanya Ana seorang diri yang biasa biasa aja. 


"Iya Bu, Ana yang jadi biang keroknya. Dia yang memasukan kecoa itu ke dalam tas ibu," akhirnya salah satu teman sekelas  Ana bilang begitu. 

__ADS_1


Mawar, Cempaka, Dahlia dsn Rani hanya bisa menggelengkan  kepala, ya karena tadi mereka.mendengar apa yang dibicarakan oleh ibu Ratih pada Ana, akhirnya Ana dibawa ke ruang guru untuk disidang. 


"Aku yang sering bertengkar sama  Ana nggak pernah jail sama guru  tapi Ana lebih parah," Dengus Mawar. 


Rani langsung menuju ruang kreasi. Selama istirahat Rani di ruangan itu, hanya untuk memeriksa beberapa cerpan yang di kirim ke ruangan kreasi. 


"Ana bikin ulah lagi?" Tanya Arya.


Rani mengangguk dan mengajak nafas. 


"Aku nggak tahu motifnya, tapi selalu  ada kejadian pasti Ana biang keladinya,"senyum Rani. 


Arya mengenal nafas panjang mendengar apa yang Rani katakan,' Ana kamu itu bikin gemes saja sih!' bisik Arya. 


Sedangkan di kelas 2B Mawar dan dua temannya saling bergosip. 


"War, aku nyakin Arya sebenarnya suka sama Ana hanya mungkin Ana nggak terima, daripada Arya menyatakan perasaan nya pada Ana lebih baik kamu ungkapkan saja perasan kamu." Dedak Dahlia. 


Mereka tidak tahu kalau sebenarnya Arya sudah menyatakan cinta pada Ana, hanya gadis itu menggelangkan kepalanya. Mawar terdiam terpaku mendengar apa yang di sampaikan Dahlia. Cempaka pun mengangguk mengiyakan apa yang Dahlia katakan, Mawar menatap keduanya. 


"Ya apa yang dikatakan Dahlia, War. Rugi tahu," 


"Terus aku bagaimana?" 


Kalau aku jadi kamu aku bakal menyatakan cinta, pokoknya mau diterima mau tidak ungkapkan saja." Propokasi Cempaka. 


Kata kata Cempaka dibenarkan oleh Mawar ia bakal menyatakan isi hatinya pada Arya. Tidak lama kemudian bel pulang berdering dengan nyaringnya memberitahukan kalau semua siswa dan siswi pulang..


Semua siswa dan siswi bergembira sekali mendengar bel pulang, seperti mereka dari tadi menunggu jam pulang tiba deh!*

__ADS_1


__ADS_2