
Mesjid kampus IAIN Serang fhoto diambil pada tahun 2009. Sesudah melewati rangkaian peristiwa dan air mata serta sebuah perjuangan yang meraih mimpi indah itu. dok Ana Aprihati.
Mesjid ini telah dibangun ketika saya telah resmi menjadi anak kelas menulis Rumah Dunia dan anggota FLP Cabang Serang😊.
🌷🌷🌷
An begitu takjub dengan satu bangunan yang menurutnya indah banget, apalagi orang orang yang ada di dalamnya mengunakan baju yang panjang, berhijab panjang serta bercadar. Teduh sekali.
Alunan surat Al Qur'an begitu indah terdengar di telinga gadis itu, hatinya begitu rindu dengan bacaan surat di dalam Al-Qur'an yang membuat hatinya adem dan nyaman sekali. Beberapa orang membaca, dan ada juga yang mengambil wudhu.
"Ade, ayo masuk kesini!" ajak seorang wanita bercadar merangkul tubuh Ana.
Awalnya Ana menolak secara halus. Tapi Wanita itu dengan lembut ya memberikan sebuah gamis warna putih dan hijab warna senada, kerena wanita itu melihat Ana tidak mengunakan apa apa, hanya mengunakan baju kaos lengan pendek dan celana pendek selutut.
"Apa aku pantas?" tanya Ana pada wanita itu..
"Kamu lantas masuk ke mesjid itu, kamu orang yang telah kami tunggu kedatangannya. Ayo masuk!" ajak wanita itu dengan senyuman manisnya.
"Tapi sebelum masuk kamu pakai baju ini dulu ya, sejalan pakai hijab juga," lanjut wanita itu sambil memberikan barang yang ada ditangannya..
Mau tidak mau akhirnya Ana mau mengunakan baju yang diberikan oleh wanita itu, dsn wanita itu membimbing Ana ke dalam mesjid itu.
"Masya Allah, subhanallah indah banget!" seru Ana spontan melihat bagian mesjid yang indah itu, dan tiba tiba di tengah tengah mesjid itu sebuah cahaya putih menerangi Ana dan semua orang yang ada di sana.
Semua orang membaca tasbih dsn tahmid begitu juga dengan Ana. Orang orang disana yang sedang membaca Alqur'an melanjutkan membacanya. Ana yang mendengar alunan surat di dalam Al-Qur'an begitu nyaman sekali sejuk di dalam hatinya.
Salah satu wanita yang lain menyodorkan Ana sebuah Al-Qur'an, dengan ragu ia menerimanya dan membuka salah satu surat yang akan dibacakan olehnya.
"Ayo baca!" perintahnya lada Ana.
__ADS_1
Untung gadis itu membuka surat Al Baqorroh; 225 ( Ayat Kursi ), dengan terbata bata dan ragu akhirnya ia bisa membaca surat itu dengan lancar ya biarpun mungkin panjang pendeknya belum kena tapi ia bersyukur telah menyelesaikannya.
Wanita yang membawa Alquran itu membuka surat lagi, tapi gadis itu hanya menggelengkan kepala kerena ia sama sekali. tidak bisa membaca nya.
"Kamu tahu surat ini, tapi kau nggak bisa bacanya?" tanya wanita yang tadi bawa Al-Qur'an bertanya.
"Iya!" Ana gemetar tubuhnya mendapat pertanyaan itu.
Dalam hatinya menyesal kenapa tidak dari dulu ia belajar membaca Alqur'an,alah ia tidak pernah membaca Alqur'an sama sekali. Ya kalau dibandingkan dengan surat kursi, surat yang ditunjukan oleh wanita itu sedikit dsn mudah tapi Ana sama sekali tidak bisa membacanya.
"Kamu tahu surat ini?" tanya wanita itu ketus.
"Kalau nggak salah surat Al-Maun," lirih Ana menyesal tidak bisa membaca surat itu.
"Kamu tahu artinya ini?
Ana hanya menggelengkan kepala sambil menunduk. Dalam hati ia menyesal tidak bisa membaca surat Al Maun sedangkan suruh di baca apalagi dihapal, lidah terasa Kelu dsn tidak bisa bergerak sama sekali.
Ana yang dibangunkan ibu kaget sekali, ditatap wajah ibunya dengan tajam. Otaknya malah masih mengingat dengan jelas sekali orang orang yang di mesjid itu.
"Sholat subuh, tadi udah adzan." suruh ibunya.
Ana mengangguk. Kerena tadi ia ketiduran di mushola habis Istikhoroh akhirnya ia mengambil wudhu lagi dan mengerjakan sholat fajar dan subuh. Tiba tiba ia ingat mimpinya langsung meraih Al-Qur'an yang ada di mushola dan membuka surat Al Maun dan membacanya. Fix ia bisa membaca nya tapi aneh dalam mimpi itu ya sama sekali tidak bisa membacanya?
"Aneh mimpinya kak," ujar Ana menceritakan mimpi itu pada Anton.
"Surat Al Maun? Surat Al Maun kan berhubungan ya dengan anak yatim?" Anton malah bertanya lada Ana.
"Iya, yang berhubungan dengan anak yatim kak," kata An setuju.
Kerena tadi subuh juga ia membaca surat Al Maun, malah bisa dan lancar tapi panjang pendeknya belum sampai Sam sekali.
__ADS_1
Anton hanya diam saja, seperti ia berpikir kalau ada sesuatu yang aneh dalam mimpi Ana itu.
"Na, banyakin sedekah pada anak yatim." spontan Anton pada Ana.
"Sedekah pada anak yatim maksudnya?"
"Kamu tahu arti dari surat Al maun itu?"
Ana hanya mengelangkan kepala saja kerena ia sama sekali tidak tahu arti dari surat Al Maun itu sendiri.
"Tahu kah kamu orang yang mendustakan agama. Maka itu lah orang orang yang menghardik anak yatim. Dan tidak melanjutkan memberikan makan orang miskin. Maka kecelakaan lah bagi orang orang yang shalat. Yaitu orang orang yang kalau dari shalatnya. Orang orang berbuat riya. Dan enggan memberikan bantuan. Al-Qur'an surat Al Maun ayat 1-7."
Anton dengan jelas dan benar menyebutkan arti dari surat Al Maun Yanng ana tanyakan tadi. Ana hanya mendengarkan saat Anton menghapal arti surat Al Maun itu. Ia tudks menyangka sam sekali kalau Anton bisa menghapal dan tahu surat Al Maun.
"Kakak nyakin ada sesuatu yang salah, pada apa yang Ana mimpikan. Jadi lebih baik Ana introfeksi diri ya. Sedekahkan apa yang telah jadi milik Ana pada anak yatim," nasehat Anton.
Mendengar penuturan Anton, Ana hanya diam saja. Ya ia masih ingat mimpi itu Sepri nyata sekali, ia dikelilingi orang orang berbaju putih di sebuah mesjid, tapi anehnya ka seperti merasa tidak asing dengan mesjid itu. Ia ia seperti merasakan Dejavu dengan mesjid yang ia impikan.
Ia merasakan pernah datang ke mesjid itu! jadi tidak asing lagi baginya, apalagi saat Anton mengatakan surat yang di baca dirinya adalah simbol dari orang orang yang suci dsn bersih. Aneh waktu ia bermimpi ia merasakan tidak begitu asing dengan tempat itu, sedangkan ia merasakan kalau ia baru pertama kali menginjakkan kaki ke mesjid itu.
"Udah jangan mikir apa apa yang penting Ana optimis, apa yang Allah berikan itu yang terbaik dan pilihan Allah." nasehat Anton.
"Kalau memang tralis itu yang terbaik insha Allah Dia bakal menunjukan Nya pada Ana." kata Anton.
Ana hanya mengangguk saja, mendengar apa yang dikatakan Anton tapi disana ia merasakan ringan sekali, kemarin kemarin kalau ada masalah terasa berat tapi sekarang ringan, nyaman, dan satu lagi ikhlas.
"Allah bakal memberikan yang terbaik Ana, biarpun lomba Tralis menurut Ana yang terbaik belum tentu menurut Allah itu yang terbaik." Anton masih memberikan nasehat nya.
"Biarpun Ana membenci sesuatu, tapi kalau menurut Allah yang terbaik maka ia bakal mendekati Ana. Begitu juga dengan apa yang disukai Ana belum tentu baik buat Allah. Rencana Ana sudah bagus, tapi rencana Allah lebih bagus lagi!" lanjut Anton.
Gadis itu hanya mengangguk saja mendengarkan apa yang Anton bicarakan. Ia sama sekali tidak menentangnya.*
__ADS_1