Perjalanan Ana Menuju Rumah Dunia

Perjalanan Ana Menuju Rumah Dunia
chapter 18


__ADS_3

Ana menghempaskan tubuhnya ke ranjang. Ada perasaan kesal menyelinap dalam hatinya pada cowok yang kost di rumahnya, tanpa menjelaskan apa apa pada dirinya. Apa salahnya sih ia ingin tahu masalah apa yang dimaksud ta'aruf, khitbah.


Ya gadis itu mengira kalau ta'aruf dan khitbah itu sejenis makanan yang harus dimakan di saat pernikahan nanti.


"Pacaran sesudah nikah itu asyik!" terhiang hiang di teling suara Anton tentang pacaran.


"Cinta bakal tumbuh saat kita selalu bersama dengan pasangan halal kita," lanjut Anton..


Ana hanya mencipir kan bibirnya mendengar kata kata Anton.'Sok suci,' bisik hati Ana gemas.


( Alhamdulillah saya juga menikah dengan bapak nya Nadzlyn tidak ada proses pacaran, langsung menikah hanya dalam hitungan 17 hari sejak pertemuan pertama. Bertemu hanya 4 kali, yang terakhir di akad nikah😊.


Kak Anton menikah pada tahun 2015 dengan wanita asal Lampung tapi orang tuanya asal Jawa tengah. Setelah saya menikah selama 2 tahun jalan ).


Ana masih di kamar masih terlihat gemas sekali saat pembicaraan dengan Anton yang tidak menemukan titik terang nya.


Sedangkan Anton yang ada diluar langsung masuk kamarnya yang berada di ruangan tamu, ia merebahkan badannya memandang langit langit rumahnya. Mengingat Ana, ia hanya tersenyum sendirian apalagi gadis itu unik sekali. Ya tidak unik bagaimana seharusnya gadis itu banyak tahu masalah Islam tapi ini malah seperti tidak tahu, dan ia tidak pernah menjelaskan apa apa kerena ia takut menggurui Ana, apalagi Ana juga suka baca.


Anton tidak tahu kalau Ana memang suka baca, tapi buku yang dibacanya adalah buku novel dan sastra sedangkan yang bukan sastra maupun novel ia sama sekali tidak pernah baca. Apalagi buku buku yang dimiliki ia adalah buku sastra semua, otomatis kalau ia suka sama sastra. Itu yang tidak Anton ketahui dari Ana sebenarnya.


Berbeda dengan dirinya, Anton suka baca buku non fiksi otomatis biarpun ia bukan lulusan pesantren pasti ia tahu kerena dari membaca buku.


Ya Ana kalau dilihat oleh Ana memang Anton suka baca karya karya yang bermutu tidak seperti dirinya, buku yang Ana punya semuanya novel. Dan gadis berkaca mata itu juga jarang sekali membaca buku buku yang non fiksi sama sekali.

__ADS_1


"Apa aku salah ya?" bisik Ana dalam kamarnya.


Ia menghela nafas panjang kalau ingat semua tentang Ana. Gadis kutu buku itu, benar benar harus mencari tahu apa yang dikatakan oleh Anton tapi ia harus mencari tahu dari mana, orang yang ditanya nya juga tidak pernah menjawab pertanyaannya. Malah marah marah padanya.


Gadis berkacamata itu langsung beranjak dari tempat duduknya dan membuka pintu kamar, langsung menuju depan ia kira Anton masih ada di depan tapi pas Ana ke teras depan..Anton sudah tidak ada, ia celingukan mencari Anton, gadis itu langsung menatap lemas saat melihat kamar Anton tertutup.


Ia akhirnya masuk kamar lagi. Tapi sebelum masuk ia melihat jam yang menunjukan jam 11.00 siang. Akhirnya An Oun masuk kamar lagi menghabiskan waktu dengan membaca novel, ia juga tidak tahu apa yang dilakukan Anton di kamarnya.


Ana sama sekali tidak peduli lagi sama Anton, tapi hatinya ia sangat ingin tahu apa yang dikatakan Anton sebenarnya. Apa kalau mau menikah itu harus ada ta'aruf, khitbah? sedangkan seumur hidup ia baru tahu kata itu dari Anton bukan dari orang lain.


"Aneh sih orang itu!" ujar ibu Tri saat mendengar curahan hati Ana.


Ya wanita setengah baya itu juga merasa heran dan aneh saat pertama bertemu dengan Anton, dibandingkan dengan cowok yang lain memang Anton itu berbeda jauh dengan cowok cowok lainnya.


Dari salamannya juga cowok itu tidak pernah bersentuhan, bukan hanya lada putrinya saja tapi pada cewek lainnya juga. Ia malah menangkupkan kedua tangannya kepada, itu kalau dilihat oleh ia dan Ana terasa asing banget.


"Ibu DNS bapak juga pacaran Na cuma nggak ada orang yang tahu saja," celetuk ibu Tri menatap Ana.


Wanita itu agak terkejut mendengar pengakuan Ana tentang anak kost itu, ia juga pernah pacaran dengan pak Mamat selama 3 tahu lamanya, hanya orang lain tidak ada yang tahu sama sekali. Dan mendengar pengakuan dari Ana tentang Anton membuat ia geleng gelengkan kepala mendengarnya, bukan hanya ia sih yang merasa heran tapi Ana juga malah sering banyak meras hebatnya pada Anton.


Kemarin waktu ibunya mengatakan kalau ada cowok yang kost, hati Ana takut kaku cowok itu nakal dan sering menggoda tapi kenyataannya malah gadis itu sendiri kadang menggoda Anton🤦. Ana menggoda Anton bukan kerena ingin lebih dari biasanya, tapi ia penasaran pada sikap Anton seperti itu jauh berbeda dengan cowok cowok lainnya.


Kalau cowok cowok lainnya sih kalau akrab paling pengang itu tudks masalah, yang penting tidak melakukan lebih dari itu. Sedangkan Anton bagi Ana unik sekali. Ya jarang sih ada cowok seperti anton yang diketemukan dalam hidup Ana.

__ADS_1


"Kak, Ana juga ingin seperti kakak," ujar Ana ketika mereka berdua di teras rumah.


Kedua duanya membaca buku, hanya berbeda bukanya. Kalau Ana membaca novel karya Hamka sedangkan Anton membaca buku Wanita Dalam Kacamata Islam. Ana tahu itu kerena ia melihat judul buku yang dibaca Anton.


Buku buku yang Anton bawa memang bermutu sekali, sedangkan buku Ana.lenih banyak sastranya maupun buku buku cerpen saja.


Anton yang mendengarkan suara Ana langsung menghentikan membacanya ia melirik sekilas kearah Ana, gadis itu hanya mengangguk saat melihat lirikan dari Anton.


"Ngaji!" ujarnya.


"Ngaji!" ulang Ana heran.


Ia sering ngaji. ya mengaji surat dalam Al-Qur'an. Ana menyipitkan matanya tanda tidak tahu apa apa yang diucapkan oleh cowok yang mengunakan kacamata itu.


"Kalau Ana ingin kaya kaya, ikut pengajian rutin seminggu sekali yaitu liqo." kata Anton menjelaskan.


"Liqo? Apapun lagi itu kak?" tanya Ana spontan.


'Haruh yang kemarin juga belum dijawab tentang salaman, pacaran, ta'aruf dsn khitbah ini ada lagi kata Liqo,' bisik hati Ana kesal.


Ya masih untung kalau ada kalau ada jawaban yang memuaskan dari cowok itu kalau tidak itu sama saja bohong. Ana hanya manyun tidak pernah menanggapi apa yang Anton katakan masalhnya kalau ia terus bertanya ujungnya bertengkar dan itu bakal terjadi.


"Liqo itu pengajian atau pertemuan di dalam mesjid untuk mendengarkan ceramah ustad atau ustadzah." jelas Anton menjelaskan.

__ADS_1


Ia melihat Ana menyun dan tidak beraksi sama sekali, akhirnya tanpa di pinta sama sekali Anton menjelaskan pada Ana. Hati Anton terenyuh melihat Ana benar benar tidak tahu masalah yang ia jelaskan, hatinya ingin melihat Ana berubah menjadi wanita yang Sholihah dengan mengajak gadis itu Liqo di labuan.


Biar Ana tahu batas batas yang boleh dsn yang boleh dsn tidak boleh. Kerena menurut Anton bagaiamana pun seorang wanita harus menjadi madrasah utama buat anak anaknya kelak.*


__ADS_2