
Pulang sekolah Rani telah mencegat Ana, ia bersama teman temannya yaitu Mawar, Cempaka, Dahlia ( samaran ).
"Kalian berani ya keroyokan. Kalau kamu berani lawan satu saja dong!" Teriak Ana tidak gentar melihat keempat gadis.
Ditatap satu persatu kelas 2B semuanya, sinar sang raja siang tidak dihiraukan oleh mereka berempat. Ana yang jalan kaki tidak menyangka kalau tiga orang itu bakal mencegat dirinya, Rani melepaskan tas ranselnya begitu dengan temannya. Begitu juga dengan Ana, Rani mendekati Ana, gadis itu mundur beberapa langkah. Rani berada didepan, sedangkan cempaka di sebelah kanan Ana, Mawar berada di sebelah kiri sedangkan Dahlia hanya menatap dengan lirikan penuh dengan misteri.
Ya biarpun Dahlia hanya menatap mereka dari kejauhan tapi Ana nyakin kalau mereka mereka merencanakan sesuatu tanpa ana ketahui sama sekali.
Mereka hanya menatap sinis kearah Ana. Dan Rani langsung menyerang Ana tapi Ana langsung menghindar dengan cepat nya kalau tidak wajahnya kena bogem. Saat menghindar dari serangan. Rani tiba tiba Mawar memukul bahu Ana, gadis itu meringis kesakitan. Bukan itu saja, Ana menerjang Mawar dengan ganasnya. Keduanya tersungkur berbarengan, sampai kepala Ana terbentur ke kepala Mawar.
Keduanya meringis kesakitan, Belum sampat menyadari sepenuhnya tiba tiba Rani dengan cepat menyepak pinggang Ana dengan keras sekali, sampai gadis berkacamata itu menjerit kesakitan tapi Ana bertahan dengan kuat untuk bertahan dari kekalahannya. Dahlia dengan kerasnya menginjak paha Ana dengan kerasnya, sampai Ana menhan tangis kerena sakit yang tidak tertahankan dari laba kerena beberapa kali diinjak dan ditindih oleh Dahlia, Bukan Ana saja yang menjerit mawar yang dibawah Ana menjerit.
Mawar yang ada di bawah Ana langsung berontak ia mendorong tubuh Ana ke depan tapi kaki mawar menyepak kaki Ana. mereka saling sepak dan berguling guling diantara hamparan rerumputan yang mengering kerena cuaca panas.
Bukan nya membantu ketiga teman Mawar langsung menarik tubuh Ana supaya terlepas dari tubuh Mawar. Mawar terlepas dari tubuh Ana, dan satu tendangan mengenai tulang rusak gadis berkacamata itu, gadis itu hanya meringis kesakitan. Tapi ia berusaha menhan sakit. Tawa keempat gadis yang main keroyok itu tertawa berbahan bahak melihat wajah Ana menahan sakit di rusuknya.
( Saya tidak menduga kalau mereka berempat sebenarnya berniat sekali keroyok saya, sedangkan saya tidak tahu rencana mereka waktu itu. Saya baru tahu saat mereka mencegat saya di jalan yang sepi, sampai saya kelimpungan dan harus menerima kekalahan yang harus saya terima, ya gara gara paginya saya memukul Rani jadi Rani malah balas dendam pada saya.
Saya tidak menyangka kalau mereka bakal melakukan itu, kerena kejadian yang sudah sudah mereka tidak pernah keroyokan, paling kalau paginya memang ketemu pasti kaya kucing dan tikus ).
Awalnya Ana akan membalas Rani tapi cempaka dengan tangkasnya langsung menendang perut Ana dengan kerasnya sampai gadis itu terjengkang jatuh kebelakang, kepalanya terbentur dengan sekali sampai Ana meringis kesakitan dan matanya berlinang kunang sangat banyak sekali diatas kepalanya.
__ADS_1
Untungnya kacamatanya tidak lepas. Mereka dengan teganya langsung meninggalakan Ana di TKP, gadis itu hanya meringis kesakitan tubuhnya terasa remuk sekali. Dengan berlahan ia bangkit dari duduknya sambil meringis kesakitan, kepalanya terasa sakit.
"Ana kamu kenapa?" teriak ibu Tri ketika melihat anaknya pulang dengan baju yang kucel dan kotor. Ana hanya menghela nafas panjang mendapatkan pertanyaan dari ibunya seperti itu, bukan menjawab Ana langsung masuk kamar dan mengganti baju. tubuhnya benar benar remuk kerena habis diajar oleh keempat orang gadis genk Rani.
🐝
BUG
PLAK
Sura pukulan demi pukulan terdengar nyaring dikelas yang tidak digunakan lagi. Beberapa siswi yang ada hanya diam mematung melihat Rani dibabak belur sama Ana. Keributan kecil itu baru diketahui oleh penjaga sekolah yang memotong rumput. Saat mendengar ada keributan itu ia datang menghampiri suara itu..
Matanya terbelalak saat ia melihat Ana dan Rani saling pukul dengan mengunakan tangan kosong. Tangan Ana memukul perut, kaki, Rani sampai gadis meraung kesakitan..
Tidak tahunya kayu yang dipengang oleh Ana ada lakunya otomatis paku yang dipukulkan membuat kulit kepala sobek dan mengeluarkan cairan merah yang segar.
Penjaga sekolah langsung membawa Genk Rani ke UKS, kerena melihat darah mengalir dengan derasnya ya. Membuat hati gemetar saja. Ada beberapa guru yang tahu kejadian itu langsung menyeret An ke ruang guru. Ana duduk di kursi sendirian, ditatap oleh pak Evi dengan tatapan mata yang murka mendengar kejadian yang menimpah Mawar ( samaran ).
"Kamu lakukan apa pada Mawar!" terima pak Evi Tajam.
Ana tidak langsung menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pak Evi, ia hanya diam saja, iantidak menyangka kalau kayu yang dipukulkan ada lakunya. kalau ia tahu mungkin ia tidak akan mungkin mengambil kayu untuk dijadikan pemukul. Tapi semuanya telah terlambat mawar sudah terluka dsn tidak bisa diubah lagi oleh dirinya.
__ADS_1
"Pak, Mawar yang duluan menyakiti saya," bela Ana akhirnya .
"Maksudnya?" tanya pak Evi menatap Ana pendaran.
"Saya lagi diam dibawah pohon tapi tiba tiba Mawar dan Rani datang dan menganggu saya, saya disana lagi baca buku kerena jam kosong!" jelas Ana pada pak Evi..
Akhirnya Ana menceritakan kronologi sampai ia menghajar mawar dengan kayu tadi, pak Evi dan yang lainnya hanya mendengarkan saja cerita Ana. Dan tiba tiba ketua kelas 2A datang dsn duduk disamping Ana..
"Pak, bukan saya bela Ana. Memang benar yang dibilang Ana tadi saya melihat membaca buku tapi Mawar dan Rani datang malah mereka menarik buku Ana yang dibaca, mungkin Ana kesal kerena dinganggu akhirnya ia melawan Rani dan Mawar." cerita ketua kelas dengan lancar..
Ya ia tadi melihat kejadian itu,.kerena dengan jelas ia melihat Ana berlari kerena bukunya dilempar oleh mawar dsn Rani. Ana yang melihat itu langsung marah dan menghajar keduanya, tapi kedua gadis itu langsung berlari ke kwlas kosong..
Awalnya ia menyangka kalau peristiwa Ana yang diambil bukunya telah selesai tapi kenyataannya tidak ada sama sekali, ketua kelas 2 A kaget ketika mendengar kalau Ana memukul Mawar.
Ana dan pak Evi hanya mendengarkan dengan nafas ditahan kerena cerita ketua kelas 2A, pak Evi hanya mwngelangkan kepala mendengarkan ceritanya. Ana juga menghela nafas lega kerena ada orang yang mau membantu dirinya.
"Tolong panggil Rani dan Mawar," perintah pak Evi pada ketua kelas 2A.
Ketua kelas langsung beranjak dari duduknya akan mencari Mawar dan Rani yang ada di ruangan UKS.
"Kalian dipanggil pak Evi ke ruangan guru," kata ketua kelas, setelah memberitahukan pada mawar dsn Rani ia pergi lagi menuju ruang guru ia hanya ingin mendengarkan alsan yang di berikan mereka pada pak Evi.
__ADS_1
Hati kedua gadis itu bertanya tanya kerena mereka jarang sekali dipanggil oleh pak kepala ke ruangan guru, akhirnya mereka mau tidak mau langsung ke ruangan dimana pak Evi ada di ruangan sana.*