Perjalanan Ana Menuju Rumah Dunia

Perjalanan Ana Menuju Rumah Dunia
chapter 71


__ADS_3

Rani langsung beranjak dari duduk menuju kelas Ana, tapi sebelum ia sampai ke kelas Ana. Ibu Elis telah tiba dan masuk kelas 2A. Akhirnya Rani tidak jadi ke kelas nya Ana ia malah balik lagi ke kelasnya lalu duduk di kursi tadi.


Mawar dan dua temannya tadi mau mengikuti Rani tapi tidak jadi kerena Rani balik lagi dengan wajah di tekuk seperti kertas yang telah dikenal kepal oleh tangan lalu di biang ke tempat sampah.


Melihat Rani wajahnya di tekuk akhirnya Mawar menghampiri Rani ia duduk disamping Rani sedangkan dua temannya yaitu Cempaka dan Dahlia berada di depan hanya meja yang jadi penghalang mereka..


"Kenapa? Ada masalah ya sama Ana?" tanya Mawar.


"Nggak. Waktu Ana tanya aku dia bilang apa sama kalian?" Rani malah balik tanya pada Mawar.


"Nggak, memangnya kenapa?"


Rani hanya menarik nafas dalam dalam lalu dihembuskan kembali, ia seperti lega mendengarkan apa yang Mawar katakan padanya. Rani sebenarnya bertanya tanya kenapa Ana harus mencarinya? Tapi waktu ia bertemu dengan Ana, gadis itu hanya diam saja tidak bilang apa apa kecuali menatap dirinya. Ia juga tidak bertanya juga pada Ana.


"Ran, sebenarnya ada apa sih kamu dengan Ana? Cempaka penasaran.


"Aku sama Ana nggak apa apa kok, kalian kenapa sih!" Rajuk Rani menatap ketiga temannya saling bergantian..


"Aku hanya heran saja kok bisa Ana nyari kamu kalau nggak apa apa?" ceplos Dahlia.


Rani hanya mengangkat kedua bahunya tanda ia juga tidak tahu sama sekali. Tapi tatapan tiga temannya menatap wajah Rani dengan perasan bertanya tanya, tapi Rani sendiri sepertinya tidak ada jawaban yang pasti.


"Aku tanya sebenarnya heran saja Ana bisa menanyakan kamu Ran,"


"Aku juga heran sih!" ujar Rani berpikir.


Tapi gadis itu menyangka kalau Ana menanyakan pada tiga temannya kerena kejadian yang pernah ia katakan pada Ana beberapa waktu yang lalu, kalau misal tidak ada apa apa lalu buat apa Ana mencari dirinya?


Rani merasa nyakin kalau Ana mencari dirinya ada sesuatu yang ingin dibicarakan. Dugaan Rani sebenarnya tepat memang Ana mencari dirinya kerena Ana pendaran pada apa yang Rani katakan pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Ana tidak menceritakan pembicaraannya pada ketiganya kerena ia ingat apa yang diucapkan Rani tentang ketiga temannya yang sama sekali tidak tahu apa yang Rani lakukan, Rani melakukan menulis di rumah sedangkan di sekolah ia habiskan dengan main sama teman temannya.


Itu yang dikatakan Rani pada Ana. Rani yang masih duduk hanya menarik nafas secara kasar. Teman temannya hanya diam memperhatikan Rani yang menatap kosong ke papan tulis, Mawar beberapa kali menyentuh tangan Rani tapi gadis itu hanya diam saja, ia tidak merespon apa yang Mawar lakukan padanya.


Membuat Mawar hanya garuk garuk kepala tidak gatal saja kerena tidak ada respon sama sekali dari Rani.


"Ran, kenapa?" tanya Mawar berbisik..


"Eh!" senyum Rani tersipu.


"Jangan melamun, ayam ku melamun juga malah mati tahu," canda Cempaka tersenyum..


"Sial aku disamakan sama ayam," senyum Rani.


"Kalau ada masalah ceritakan lah, atau kita keroyok lagi si Ana," ajak Dahlia mengajukan usul.


Rani hanya mengelangkan kepala saja mendengarkan usulan teman teman nya. Melihat gelengan kepala Rani keempat temannya melonggo seketika kerena merasa heran kerena Rani diajak jail ke Ana hanya mwngelangkan kepala, ada keheranan diwajah keempat temannya.


"Kapan kapan saja, aku hanya pengen istirahat dulu jangan jail sama Ana dulu gitu," sanggah Rani tersenyum.


Ia akhirnya mengatakan itu pada keempatnya, ia takut kalau keempatnya tahu yang dipikirkannya bisa bisa brabe tujuh turunan kalau misal mereka tahu alasan Ana mencari dirinya.


Mereka empat orang dengan asyiknya ngobrol hilir mudik kadang membicarakan Ana, kadang membicarakan guru maupun membicarakan yang lain. Tapi saat Mawar membicarakan Ana, Rani langsung diam seketika juga kerena Mawar menceritakan bukan menceritakan kejelekan Ana tapi kreatifitas Ana. Gadis itu hanya menghela nafas beberapa kali seperti membuang kegalauan hatinya yang terhimpit di dada


Tidak lama kemudian bel istirahat berdering dengan kerasnya memberi tahukan waktu istirahat telah tiba. Tanpa di perintahkan lagi siswa dan siswi keluar semua, ada yang ke WC, kantin, dan keluar sekolah. Hanya Ana yang berjalan menuju perpustakaan. Ia akan mengembalikan buku yang dipinjamnya, ibu Elis yang sudah keluar dari kelas langsung menuju perpustakaan kerena sudah ada pemustaka yang menunggunya.


Setelah mengembalikan buku, Ana langsung mengambil buku di rak tapi sebelum ia mengambil ada tangan seseorang yang mengambilnya, saat dilirik Mawar telah berada di perpustakaan sambil memegang buku yang diambil oleh Ana..


Ana menatap Mawar dan kelompoknya, Rani juga berada disana bukan Rani yang bereaksi tapi Mawar. Rani hanya diam saja tidak melihat Ana seperti pura pura. Ana merasa heran atas perubahan Rani seperti itu, tapi ia hanya diam saja tidak ada bicara di bibirnya.

__ADS_1


Ana hanya mengambil buku di rak satunya. Dan duduk agak jauh dari kelompok mereka, Ana tidak mau ada masalah atau menganggu mereka.


BRAK!


Mawar tiba tiba memukul meja yang ditempati oleh Ana. Sampai gadis itu kaget sekali mendengar pukulan tangan Mawar yang dipukul kan di atas meja.


"Apa yang kau inginkan dari Rani? Kenapa mencari Rani?" teriak Mawar sinis.


Untung! Ibu Elis sudah pergi ke ruang guru kembali, perpustakaan di tinggal begitu saja, melihat ibu Elis meninggalkan ruangan perpustakaan kesempatan itu digunakan oleh Rani dan genknya untuk mendekati Ana. Mawar yang sekarang berperan bukan Rani.


Ana langsung langsung melirik kearah meja ibu Elis yang ada di depan tapi pandangan Ana tidak melihat sosok ibu Elis, gadis itu hanya mengenal nafas, pantas saja kelompok Rani bisa masuk ke perpustakaan kerena ibu Elis tidak ada, kalau ada juga tidak mungkin mereka masuk dan membuat keributan di ruangan perpustakaan.


Ana langsung menatap kearah Rani yang duduk di meja yang lain. Tapi Rani hanya pura pura tidak melihat dan mendengar apa yang diucapkan oleh Ana. Gadis berkacamata langsung beranjak dari tempat duduk, melangkah ke arah meja yang ditempati oleh Rani.


"Kenapa nggak bully aku lagi?"


"Kenapa harus Mawar yang tanya kenapa aku cari kamu?" lanjut Ana menatap kearah Rani tajam.


"Ya aku cari kamu, aku hanya ingin.." ujar Ana.


"Cukup!" teriak Rani langsung berdiri menatap Ana tajam.


Kedua gadis itu saling pandang satu sama lainya, sedangkan ketiga teman Rani menatap heran kearah keduanya. Mawar dan kedua temannya saling pandang lalu ketiganya mengangkat kedua bahu mereka tanpa mengerti sama sekali.


"Kalian menyembunyikan sesuatu dari kami?" tanya Mawar bertanya.


Sejak tadi memang ia merasa heran dengan tingkah laku Rani yang seperti berbeda dengan hari hari lainnya. Tapi saat ditanyakan pada Rani, gadis itu hanya mengelangkan kepala saja tanpa memberitahukan yang sebenarnya.


"Aku nggak pernah menyembunyikan apa apa dari kamu, ngapain aku menyembunyikan sesuatu dari kalian," Dengus Ana jujur.

__ADS_1


Akhirnya Ana meninggalkan ruangan perpustakaan, sebelum meninggalkan ruangan perpustakaan ia melirik wajah Rani. Gadis yang dilirik nya agak menghindar. Awalnya Mawar akan mengejar Ana tapi Rani dengan cepat memengang tangan Mawar, Mawar menatap wajah Rani heran. Gadis itu hanya diam dan pergi begitu saja, akhirnya mereka juga mengikuti Rani keluar dari perpustakaan.*


__ADS_2