
Cinta yang sesungguhnya adalah cinta Allah yang maha rahim dan penyanyang. Cinta yang tidak pernah bisa digantikan oleh apapun juga. I love you Allah💞.
🐝
Kejadian demi kejadian yang menimpah gadis berkacamata itu dijadikan sebuah motivasi terbesar untuk meraih cita dan cintaNya.
"Masya Allah Ana kamu cantik sekali," puji ibu Elis terkejut melihat Ana pas pelajarannya telah mengunakan kerudung ya biarpun masih belum sempurna.
"Terimakasih, Bu." Jawab Ana tersipu malu..
Kelas 3 heboh kerena salah satu muridnya mengunakan kerudung dan berpakaian panjang untuk berangkat ke sekolah. Ria yang melihat itu tidak bergeming sama sekali, ia tidak menyangka kalau gadis yang dikejarnya malah mengunakan kerudung.
Untuk pertama kali Ana menutup wajahnya dengan kerudung, ia sebenarnya berusaha untuk tidak digoda bukan oleh cowok tapi oleh sesama jenisnya. Intinya belum ikhlas
"Na, apa benar cerita yang menyebar?" Tanya Rani ketika Ana dan dirinya di ruang kreasi.
"Cerita mana?" Tanya Ana belum mengerti arah tujuan dari pembicaraan yang dilontrakan oleh Rani.
"Kalau Ria?"
Belum melanjutkan perkataannya, Ana langsung mengangguk dengan cepat. Melihat anggukan gadis berkacamata itu Rani melonggo ia tidak menyangka kalau Ana salah satu korban.
"Sayang, sebenarnya ia cantik tapi,"
"Sudah jangan dibahas,"
Rani mengangguk. Hatinya miris sekali seorang gadis harus mencintai gadis lain, Rani benar benar merinding melihat anggukan kepala Ana, sejak awal sebenarnya Rani tidak pernah menyangka kalau Ria mengalami hal itu, dilihat diluar biasa saja tapi kenyataannya..
Rani mendengar dari Mawar, gadis itu menceritakan apa yang terjadi pada Ana, awalnya ia tidak pernah percaya atas pengakuan dari Mawar, apalagi tidak ada bukti sama sekali.
Tapi ia sekarang harus percaya kerena Ana yang jadi korbannya ada di hadapannya dan mengakui nya.
"Ran, apa Ana salah ya kalau aku menggunakan baju seperti ini kerena takut Ria?" Tanya Ana polos.
"Jadi kamu pakai kerudung bukan kerena menutup aurat?" Tanya Rani lucu mendengar pengakuan Ana.
__ADS_1
"Gerah tahu pakai kerudung. Apalagi waktu SMP sudah tiga tahun pakai kerudung, sekarang harus pakai kerudung!" Dengus Ana kesal.
Ya ia sebenarnya mengunakan kerudung bukan masalah menutup aurat, tapi kerena ia takut kalau Ria menyentuh tubuhnya. Ia benar benar takut sekali apalagi kalau sekolah.
"Ran, sebenarnya aku takut," kaya Ana.
"Kamu bilang ibu Elis aja biar semuanya bisa dibereskan?" Kata Rani meeberikan solusi.
"Nggak mau lah, aku malu bicaranya?"
"Biar aku saja."
"Jangan!
Ana hanya mengelangkan kepala saja. Rani hanya manyun melihat gelangan kepala Ana, akhirnya ia duduk kembali di samping Ana. Sedangkan Mawar yang berada di kelas hanya mematung, ia menghela nafas panjang mengingat semuanya yang terjadi pada Ana, entah kenapa hatinya merasa iba, sedangkan Ana dan dirinya masih bergelud.
"Mawar kamu kenapa?" Tegur Cempaka heran.
"Nggak apa apa kok! Aku hanya pengen jitak kepala Ana."
"Sudahlah Mawar menurut aku lebih baik kamu minta maaf dan Ana," bujuk Cempaka.
"Tapi aku heran juga sih kalain musuhan tapi kalau ada apa apa kalian saling tolong?" Tanya Dahlia yang tiba tiba datang.
"Nggak juga sih!" Elak Mawar menghindar.
"Sudah mengaku saja. Tapi aku heran juga sih sekarang Ana pakai kerudung! Apa jangan jangan ada cowok yang disukai ya?" Tanya Dahlia menatap kedua temannya.
"Siapa cowok suka sama Ana, bilang dong!" Teriak Rian yang tiba tiba datang.
Mawar yang melihat Ria ada dihadapannya langsung pergi begitu saja, sebenarnya ia malas berhubungan dengan Ria kembali sejak kejadian di ruang kreasi ya sebenarnya ia datang ke ruang kreasi itu hanya ingin mengambil karya orang lain untuk dimusnahkan. Ia tidak terima samansekali kalau kegiatan yang Ana dan Rani lakukan membuat nama mereka berdua terkenal.
Tapi malah ia menemukan kasus lain yang berhubungan dengan Ria, ia sejujurnya dari awal Ria sekolah, mawar melihatnya seperti gadis itu memang mendekati Ana seperti ada sesuatu.
Kenyataannya malah lebih dari dugaaannya sendiri, ia hanya menghela nafas panjang. Ya gara gara Ria semuanya gagal itu yang membuat Mawar tidak menyukai Ria, ya biarpun ada sisi untungnya sih buat Ana kerena dengan adanya Ria ruang kreasi selamat.
__ADS_1
Tapi kalau lebih dari sahabat sih memang menyeramkan. Cempaka dan Dahlia yang melihat Mawar langsung pergi menuju arah kantin langsung keduanya bernajak dan mengikuti Mawar tapi tangan Dahlia dipengang kuat kuat oleh Ria, sampai Dahlia tidak bisa melepaskan diri biarpun ditarik juga.
"Siapa cowok yang disukai Ana?" Tanya Ria menatap wajah Dahlia.
"Aku nggak tahu apa apa, siapa tahu juga sih!" Dahlia terbata bata menjawabnya..
"Katakan yang benar, kamu tahu kan cowok nya, siapa?"
"Kamu kenapa sih seperti ini, mau Ana mau punya cowok mau nggak itu nggak jadi masalah!" Teriak Dhlai kesal.
Ia merusaha melapaskan tanganya dari genggam tangan Ria, tapi Ria langsung mendorong tubuh Dahlia kedepan. Hampir saja kepalanya ke pentok dinding, Ria menatap tajam. Untung di depan kelas 3 semuanya sepi teman teman lain banyak berada di kantin maupun keluar sekolah untuk mengisi kerut yang minta isi.
Gadis Itu langsung bangkit dari jatuhnya dan berjalan mundur, ketika melihat mata Ria bersinar dengan penuh amarah. Tubuh Dahlia terdesak dan terbentur ke dinding, keduanya saling tatap satu sama lain, sedangkan Ria dengan santainya menangkat satu tangan ke tembok dan satu tanganya meraba tubuh Dahlia.
"Apa apa an sih kamu!" Teriak Dahlia yang tidak terima.
Gadis itu langsung mendorong tubuh Ria yang dekat dengan tubuhnya dengan mengunakan kedua tangannya dengan keras, tanpa diduga Ria terjungkal dan meringis kesakitan saat tubuhnya terhempas ke lantai sekolah.
Kesempatan itu tidak dissia siakan oleh Dahlia, gadis itu langsung berlari menyusul Mawar dsn Cempaka..
BRUK!
Dahlia berlari dengan cepatnya tapi tiba tiba ia kaget ketika tubuhnya menabrak Ana, ia sama sekali tidak melihat Ana yang berjalan menuju kelas. Kedua gadis itu terjatuh seketika bersamaan.
"Dahlia!" Teriak Ana.
Gadis berkacamata tertegun saat ia melihat Dia yang ada di hadapan nya sedang berdiri, Ana langsung bangun dan menatap kedua ya saling bergantian satu sama lainnya. Begitu juga dengan Dahlia ia bangun dan langsung pergi begitu saja tidak memperdulikan Ana.
Tapi Ana yang merasa risi memegang tangan Dahlia, dan ia juga meninggalkan Ria yang masih berdiri ditempat semula. Dahlia menatap heran tapi ia tidak menanyakan secara langsung pada Ana. Melihat itu Ria sebenarnya meraih tangan Ana tapi gadis itu menepiskan tangan Ria dengan kasar.
"Na, jangan pergi!" Teriak Ria.
"Sudah jangan kedulikan dia, ayo kita pergi!" Ujar Ana menarik tangan Dahlia.
Dahlia hanya mengangguk saja. Ia tidak bicara apala apa, biarpun mereka berdua sampai di kantin. Mawar dan Cempaka yang melihat Ana dan Dahlia ke kantin hanya melonggo saja, ya jarang sekali keduanya bersama.
__ADS_1
"Ria," ujar Dahlia.
Mawar langsung mengerti. Ia hanya diam saja tapi matanya melirik waja Ana, ya biarpun Dahlia menceritakan kalau tadi ia tertangkap Ria dan pas mau lari menabrak Ana. Akhirnya Ana dan dirinya kabur menghindar dari Ria.*