
PLAK
Sebuah tamparan dengan suksesnya mendarat di pipinya Mawar, gadis itu kaget sekali ia tidak menduga kalau pipinya di tampar sedemikian rupanya. Ia menjerit kesakitan saat itu juga, sedangkan kedua temannya melonggo tidak berkedip sama sekali melihat sosok laki laki yang berdiri dihadapan Mawar.
Mawar sampai meringis kesakitan ketika sebuah tamparan mengenai tanganya. Ia tidak menduga sama sekali, saat ia melihat ia terkejut kalau yang menampar seorang laki laki yang selama ini ia sukai.
Tiba tiba Arya dengan kasarnya menarik kerah baju Mawar yang sedang duduk bersama dua orang temannya di depan kelas 2B, tubuh Mawar hampir terjatuh saat kerah bajunya ditarik. Gadis itu langsung berdiri dengan perasaan tidak karuan sama sekali.
Tubuh Mawar yang ditarik keatas membuat ia berdiri berhadapan dengan Arya, tapi tangan Arya masih memegang tangan merah baju, sedangkan tangan Mawar memegangi tangan Arya kerana kerah baju nya ditarik dan ia agak kesulitan bernafas.
"Kamu bilang apa pada Ana!" Tatap Arya angker.
"Nggak aku nggak bilang apa apa," terbata bata Mawar bicara.
Otaknya langsung berputar, Mawar berpikir keras kalau ia pernah mengatakan kata kata yang menyinggung Ana. Gadis itu hanya menggelengkan kepalanya keenam selama memang ia sama sekali tidak pernah ngomong apa apa pada Ana kalau masalah bertengkar mungkin ia mengakui tapi kalau masalah bicara sama sekali tidak pernah.
"Bohong! Kamu bilang kan sama Ana kalau kamu suka sama aku?" Tanya Arya akhirnya buka suara.
Cekelan tangan Arya yang dikerah Mawar langsung di lepaskan begitu saja, sambil cowok itu langsung mendorong tubuh Mawar ke depan, sampai tubuh itu terjelambab masuk selokan kecil, ketika tubuh Mawar mengenai tanah ia langsung berteriak dengan keras sekali saking sakitnya dan terkejutnya.
Ia langsung meringis kesakitan ketika bokongnya mencium selokan yang terbuat dari semen. Apalagi pungungnya terbentur ke dinding tempat duduk. Kedua temannya Cempaka dan Mawar melonggo melihat Mawar terjatuh, hampir saja keduanya tersenyum ketika melihat wajah Mawar langsung mencium tanah.
Mawar langsung berdiri biarpun ia merasakan tubuhnya sakit.
"Ya, apa apaan sih!" Jerit Mawar.
Sebenarnya ia malu sangat malu harus jatuh seperti itu apalagi di dorong tubuhnya.
__ADS_1
"Kamu yang apa apa an? Kamu ngomong apa sama Ana?" Teriak Arya pada Mawar.
"Aku nggak bicara apa apa sama Ana, memangnya salah ya kalau aku suka sama kamu! Memangnya salah! Salah mencintai kamu!" Teriak Mawar seketika itu mengungkapkan perasaannya pada Arya.
Ia terlanjur mengatakan itu, ditatap wajah Arya dengan tajamnya. Ia hanya ingin melihat kesungguhan lada Arya.
"Ya, aku mencintaimu. Sungguh aku mencintaimu, aku iri sama Ana kerena kamu selalu dekat dengan gadis cupu itu." Suara mawar melmbut
Arya melonggo seketika juga mendengar pengakuan dan kejujuran hati Mawar pada dirinya, ia hanya mematung seketika, bibirnya kelu untuk bicara, aneh perasaan yang tadinya keras sekarang meluluh saat gadis yang ada dihadapannya menyatakan perasaan cinta. Ia tidak bja membalas tatapan mawar yang tajam.
Kata kata Mawar pun terdengar dengan jelas oleh kedua temannya yang mendengarkan ungkapan cinta langsung melonggo mereka berdua tidak menyangka kalau Mawar dengan sukses mengungkapkan cinta pada Arya yang ada dihadapannya.
Arya bukannya menjawab ungkapan cinta dari Mawar malah cowok itu langsung meninggalakan tempat itu, ia langsung masuk ke ruangan OSIS dan menghempaskan tubuhnya di kursi panjang tatapan matanya lurus kearah depan.
"Ya, aku tahu kalau aku nggak pantas mendapatkan cinta kamu," jujur Ana ketika di ruangan kreasi dua hari lalu.
Pagi itu sebelum mata pelajaran dimulai, Arya berkunjung di ruangan kreasi. Dan menyatakan perasaannya pada Ana, tapi gadis itu mengelengkan kepalanya. Arya menatap heran melihat gelangan kepala gadis berkacamata itu.
"Kenapa?"
"Ada gadis yang suka sama kamu, Mawar yang suka sama kamu. Ana nggak mau kalau Mawar sampai cemburu sama Ana." Kata gadis itu.
"Tapi kamu suka aku kan, Na?" Tanya Arya.
Cowok itu seperti tidak peduli pada apa yang Ana katakan kalau Mawar mencintai dirinya. Arya menatap wajah Ana dengan tajam ingin tahu perasaan gadis itu.
"Ana suka kamu sebagai teman Arya. Maafkan Ana yah," Ana tersenyum manis.
__ADS_1
Percakapan itu lah yang Arya ingat dan ia langsung mendatangi Mawar tadi pagi saat gadis itu dengan antengnya ngobrol, entah ia juga tidak tahu Mawar ngobrol apa. Ia mendatangai Mawar dan apa yang Ana katakan benar benar terjadi, gadis itu mengatakan perasaannya pada dirinya.
Ia tidak menyangka kalau Mawar harus mencintai dirinya, dan ia tidak melihat apapun dari mawar kalau gadis itu ada hati pada dirinya. Arya hanya menarik nafas dalam dalam mendengar pengakuan dari Mawar yang sangat tiba tiba dan sepontan tanpa melihat kedua temannya lagi.
Ya ia sekarang percaya apa yang dikatakan Ana, kaku Mawar memang ada rasa pada dirinya, kalau memang hadianitu tidak ada rasa tidak mungkin kalau mawar sampai menyalahkan dirinya kalau Mawar menyukai nya..
"Arya kamu disini?" Tanya Ana menatap Arya heran.
Arya hanya tersenyum samar. Gadis itu duduk di depan Arya menatap cowok itu.
"Kenapa, sepertinya kamu gelisah," Ana menatap curiga.
"Mawar, aku nggak nyangka kalau dia suka aku." Ungkap Arya.
"Maksudmu? Wajarkan kalau dia suka sama kamu, normalkan." Tatap Ana heran.
Ya menurut Ana wajar sih kalau Mawar suka sama Arya yang tidak wajar kaku Mawar suka sama Rani atau cempaka.
"Iya wajar, tapi aku nggak menduga kalau Mawar harus mengungkapkan dihadapan kedua temannya," sipu Arya.
Gadis berkacamata itu akhirnya tertawa lepas ketika mendengar kalau Mawar mengungkap kannya si hadapan Cempaka dsn Dahlia. Mendengar tawa Ana, Arya langsung memukul lengan atas gadis nitu, tapi Ana dengan cepat menghindar. Ia berlari menuju luar takut kalau Arya memukul dirinya, sedangkan Arya gemas melihat Nama yang berlari menjauhi dirinya.
Cowok itu hanya menghela nafas kasar, saat pandangan matanya menatap kelas 2, disan Mawar dan kedua temannya masih mengobrol.
Sedangkan Mawar yang melihat Arya meninggalkan dirinya hanya menghela nafas, ada perasaan kecewa saat ia melihat cowok itu tidak pernah peduli sama sekali pada dirinya. Ia langsung duduk kembali di dekat dua temannya.
"Kamu seharusnya kejar saja Arya, aku nyakin kalau Arya juga suka sama kamu," saran cempaka ketika melihat mawar duduk kembali di tempat duduk depan kelas 2B.
__ADS_1
Mawar hanya menggelengkan kepala saja, wajahnya sangat murung melihat Arya perginya tanpa menjawab ungkapan cinta dirinya, ia kecewa pada Arya, benci sama Ana, tapi ia juga tidak menyangka kalau Arya bakal melakukan itu pada dirinya.*