Perjalanan Ana Menuju Rumah Dunia

Perjalanan Ana Menuju Rumah Dunia
chapter 117


__ADS_3


Perjalanan yang penuh liku bersama teman teman Rumah Dunia membuat lebih dengan warna warni dan segala cita cita hampir sempurna.


๐Ÿ


Pagi saat mentari tersenyum, sinarnya yang begitu indah menyinari bumi yang ranum oleh cairan bening yang menetes. Ya biarpun. tidak ada Sura burung yang bernyanyi riang tapi pagi itu adalah sesuatu yang sangat berharga.


Dengan mengendarai mobil pribadi, dua dsn tiga mobil melaju dengan.kecepatan sedang menuju sebuah acara launching penulis pemula yang dipimpin oleh Gol A Gong penulis Balada si Roy.


Bagi seorang gadis belia Ana, Jakarta kita yang selalu diimpikan adalah kehidupannya yang ramai, itu jadi kenyataan bagi dirinya yang benar benar membuat ia melayang.


Deretan buku buku yang berjejer dengan rapi, dsn disitu ada bukunya, ada haru dan bahagia saat bukunya bersanding diantara buku buku penulis terkenal. Banyak anak anak yang masih masih muda saling berebutan saat di stan STAN untuk membeli bukunya. Ada keharuan tersendiri saat ada seseorang minta tanda tanganya.


"Mbak, mbak Hanum ya, wah cerita bagus banget apalagi yang menyangkut kampus Untirta kaya beneran, apa mbak kuliah di Untirta?" tanya gadis itu tersenyum.


"Eh, nggak kok nggak kuliah," kata Ana gelagapan.


Ya tidak gelagapan bagaiamana ia sama sekali tidak pernah kuliah di Untirta malah ditodong kuliah di sana, memang gadis itu ingin sih kuliah di untirta. Tapi mendengar kata kata gadis itu, Ana menolak kalau ia kuliah disana.


"Jangan merendah mbak, saya juga kuliah disana kok!"


Ana hanya nyengir saja mendengar gadis itu mengaku kalau ia kuliah disana.


"Benar super de nggak kuliah di Untirta," Ana jujur.

__ADS_1


"Ah nggak mungkin kok ceritanya Untirta banget! Dsn detil tantang aula Untirta ya?" tanya gadis itu melonggo.


Ana hanya tersenyum manis. ia juga tidak tahu kalau ia pernah menulis tentang kampus Untirta ya kampus yang dijadikan tempat penulisan cerpen dirinya waktu itu. ia hanya mengambil lokasi kampus Untirta dibandingkan lokasi yang lain. Ana juga tidak menyangka itu bakal terjadi, ya kerena ia telah basa masuk dengan leluasanya di dalam kampus itu.


Bukan itu saja, kampus Untirta juga lah tempat ia bermain dengan teman teman yang masuk Rumah Dunia jadi pantas kalau ia tahu tentang Untirta.


"mbak salah satu penulis gilalova season ke dua ya?" tanya gadis itu akhirnya."


"Alhamdulillah dek."


"Aku beli ya nanti biar bisa karya kakak." ujar ya.


Ana hanya tersenyum dana mengangguk. di hatinya yang paling dalam ada rasa syukur yang paling tinggi lada Allah yang telah membimbing dirinya untuk memasuki Rumah Dunia dari umur 21 tahun.


"Sekarang yang terpenting pengen menerbitkan karya sendiri ke penerbit lain." semangat Ana.


"Na apa yang Ana lakukan bapak dukung dengan sekuat tenaga bapak. bapak nyakin Ana bakal sukses di menulis, jangan dengarkan orang lain berkata apa pun juga." dukung bapak.


"Iya pak,"


"Sekarang bapak ingin anak mendapat gelar Dll perpustakaan," kata bapak.


"Insya Allah, Ana akan selesaikan kuliah dan mendapat gelar Dll perpustakaan tapi pak kalau ada S1 perpustakaan Ana ingin lanjut."


"Oke!"

__ADS_1


Bapak memeluk tubuh Ana dengan erat sekali, gadis itu juga membalas pelukan bapak dengan penuh sayang pada bapak. ya bapak lah tempat semua keluh kesah dirinya.


*


Dua profesi yang menyatu๐Ÿ’•


Saya tidak pernah bermimpi sewaktu SMU akan kuliah dan mengejar kelar ahli muda pustakawan. Tapi kegiatan yang saya lakukan sekarang memang tidak pernah saya impikan, pertanyaan pertanyaan tentang dunia pustakawan sering saya lontarkan pada sosok ibu Elis yang pada tahun 1999-2002 beliau dengan cekatannya tahu cllasifcation perpustakaan, sedangkan saya sendiri masih belum tahu apa Dewey cllasifcation.


'Bu, Ana nyakin kalau ibu telah berkata semuanya tentang dunia perpustakaan.' bisik hati saya pada ibu Elis.


Ada kerinduan yang menyelusup mengingat ibu Elis.


*****


Teman teman author terimakasih ya yang telah membaca novel perjalanan Ana menuju Rumah Dunia semoga perjalanan Ini sangat berguna buat saya sendiri maupun orang lain.


Makasih bunga, like, komen, bintangnya, dsn semua yang kalian berikan buat novel recehan ini. Kalian tetap semangat ya terus menulis๐Ÿ˜Š๐Ÿ’ช๐Ÿ™๐Ÿ’•


Mimpi yang tidak tercapai adalah hidup di kota Jakarta tapi semuanya telah lunas dengan perjalanan imajinasi saya, ya biarpun saya masih di desa bersama keluarga tapi saya bahagia sekali kerena bisa menulis dengan dan jalan jalan melalui imajinasi yang tidak pernah saya bayangkan.


Salam buat teman teman dimana pun juga, setiap perjuangan yang kalian dapatkan itu adalah proses yang kalian harus perjuangkan kerena dari proses itu bakalan mendapatkan ilmu yang benar benar indah dan akan bisa dinikmati oleh diri sendiri bersama orang yang kita cintai.


Tamat


๐Ÿ’•Salam hangat dari Ana Aprihati ๐Ÿ’•

__ADS_1


__ADS_2