Perjalanan Ana Menuju Rumah Dunia

Perjalanan Ana Menuju Rumah Dunia
chapter 56


__ADS_3

Paginya kerena takut di hukum oleh ibu Ratih, Ana paginya tidak masuk sekolah. Ia pura pura sakit supaya tidak di hukum. Kalau dipikir dua kali sebenarnya ia seharusnya sekolah tapi jangan masuk pas pelajaran ibu Ratih. Otomatis kerena tidak sekolah pak Mamat akhirnya meminta izin untuk Ana tidak sekolah, pak Mamat langsung bertemu dengan wali kelas Ana yaitu pak Gumilar.


Untungnya pak Gumilar mapel bahasa dan sastra Indonesia tidak tahu kalau ada kejadian yang menghebohkan sekolah ditambah lagi dengan Ana kabur dari sekolah. Jadi pas pak Mamat pulang ia tidak menyakan tentang kejadian waktu Ana memanjat pohon beringin.


"Sudah Ana istirahat saja di rumah jangan main," kata pak Mamat ketika pulang sekolah.


"Iya pak, bapak ketemu siapa saja?" tanya Ana hatinya bergetar dengan kuat sekali.


Ia sebenarnya sudah membayangkan kalau bapaknya bakal ketemu dengan ibu Ratih, bisa bisa bapak nya bakal marah lada dirinya. Hatinya was was sekali sebenarnya..Mendengar apa yang katakan bapaknya menatap heran atas apa yang Ana tanyakan pada dirinya..


Tapi pak Mamat hanya.mwbgelangkan kepal saja kerena ia nyakin kalau anaknya tidak akan melakukan apapun yang merugikan dirinya maupun orang lain.


"Bapak hanya ketemu pak Gumilar saja kerena semua guru semuanya ke.kelas," kawan jujur pak Mamat.


Apa yang di katakan pak Mamat memang benar kerena.ia datang ke SMU semua guru sudah ada di dalam kelas, hanya ada pak Gumilar yang akan masuk kelas 1 A kerena.keburu ia datang maka pak Gumilar mengurungkan niatnya memberikan pelajaran kerena pak Mamat meminta waktunya.


Akhirnya pak Mamat menyampaikan kalau ia meminta izin untuk Ana kerena Ana sekarang lagi sakit dan butuh istirahat, mendengar itu pak Gumilar hanya mengangguk dan mengizinkan Ana untuk tudks.masuk beberapa hari ke depan..


Mendengar cerita pak Mamat, hanya diam saja hatinya terasa plong sekali kerena pak Mamat tidak bertemu dengan ibu Ratih kalau sampai bapaknya ketemu dengan ini ratih bisa gawat sekali..


"Memangnya kenapa gitu nanya seperti itu? "


"Nggak apa apa kok pak, Ana kira bapak di sekolah bisa ketemu guru siap gitu, nggak tahu nggak ketemu," elak Ana.


Sebenarnya Ana mengatakan itu kerena.ia.takut kalau bapaknya tahu kaku semua guru di sekolah tahu semua peristiwa yang terjadi lada dirinya sendiri.


"Ya udah Ana istirahat jangan keluyuran!" ingat ibu yang tiba tiba masuk ke dalam Ana, sambil membawa semangkuk bubur kacang ijo untuk dimakan Ana..

__ADS_1


Ya tadi sepulang sekolah ibu Tri membuat bibir kacang ijo dengan rasa yang mantap dan gurih, kerena masih panas Ana tidak langsung memakannya ia mendiamkan dulu biar hangat atau dingin biT bisa disantap langsung.


Kedua orang tua.Ana.yang tadi berada di kamar, membiarkan gadis itu makan dan istirahat.


"Bu, bapak sih sebenarnya curiga sama Ana, jangan jangan Ana pura pura sakit?" tanya pak Mamat saat mereka berada di teras belakang.


"Pura pura sakit bagaimana? Tadi juga minum obat?'' kata ibu Tri memebela Ana.


Ya tadi ia melihat Ana.minum.obat setelah sarapan pagi. Setelah minum obat Ana langsung istirahat. Mendengar kata kata suaminya ibu Tri seperti tidak percaya kalau anak pertamanya berbohong kerena ia sendiri melihat putrinya minum obat.


Pak Mamat hanya menggelengkan kepala mendengar penuturan istrinya pada anaknya sendiri.


Selama seminggu Ana tidak sekolah kerena takut, tapi kerena kangen sama teman teman nya maka ia masuk sekolah.


"Na, gawat! Beh kalau ketahuan ibu Ratih bisa bisa diginiin," Kata melati sambil mengurus lehernya oleh satu jari tangannya.


"Ibu Ratih marah sama kamu," lanjut Melati.


Waktu istirahat Ana dipanggil oleh ibu Ratih..Ana menyangka kalau ibu Ratih lupa kejadian kemarin tapi wanita itu malah ingat dengan jelas kejadian waktu ia mengejar Ana di sawah membuat dirinya sampai jatuh di atas pesawahan warga..


"BRAK!


Tangan ibu Ratih memukul meja dengan keras sekali, membuat hati Ana semakin ciut seketika juga. Apalagi wajah ibu Ratih seram saat gadis itu meliriknya. Biarpun hati nya berdebar tapi Ana berusaha bertahan untuk mendengarkan apa yang dibicarakan oleh ibu Ratih.


"Kamu sebenarnya ke sekolah mau belajar atau main, jawab!" sembur ibu Ratih dengan lengkingan tinggi, semua guru yang ada di ruang guru hanya diam mendengar lengkingan ibu Ratih. Ana hanya menundukkan wajahnya, ia tidak langsung menjawab pertanyaan dari mapel akuntansi itu. Mau menjawab bagaimana hatinya sangat berdebar sangat kencang sekali..


Melihat Ana hanya diam saja ibu Ratih menghela nafas kasar. "Ibu hanya butuh jawaban kamu bukan hanya dia. saja?" Sura Ibu Ratih terdengar rendah sekali.

__ADS_1


Tapi masih terdengar sangat jelas di telinga Ana.


"Pengen sekolah, Bu." takut takut Ana menjawabnya..


"Kalau kamu ingin sekolah, makanya kamu serius belajar, saya nggak rugi kalau kamu bolos, nggak masuk atau apa, Na. Tapi kamu sendiri yang rugi kalau nggak pernah belajar," suara ibu Ratih mulai lembut.


Hati Ana juga mulai debarannya turun, kerena mendengar suara ibu Ratih yang pelan dan tidak.matah.lagj, akhirnya dengan pelan pela. ia menatap wajah ibu Ratih biarpun ia menunduk lagi.


"Kalau kamu sekali.lagi pelajaran ibu nggak ada, lebih baik.kamu berhenti saja jangan sekolah!" tekan guru mapel akuntasi pada Ana tegas.


"Kamu kalau nggak ngerti lebih baik tanyakan, ibu juga pasti bakal menjawab pertanyaan yang kamu ajukan," lanjut ibu Ratih.


"Ya sekarang kamu.masuk ke kelas sebentar lagi istirahat berakhir," perintah ini Ratih lada Ana.


Setelah disuruh pergi Ana langsung meninggalakan ruangan guru ditatap oleh pandangan gitu guru yang ada disana.


"Dihukum? tanya Melati.


"Nggak kok nggak dihukum tapi disuruh masuk pada jam ibu Ratih,"


"Kamu sih nggak pernah masuk," protes Melati.


Ana langsung garuk kepala yang tidsk.gatal, ia langsung masuk kelas dan duduk dimkursi diikuti oleh Melati. Memang dari pertama Ana masuk ke kelas 1A, Ana dan Melati duduk bersama.


"O,ya Na aku lupa ada yang nitip ini," Melati langsung memberikan surat pada Ana


Ana menatap heran sekali menerima surat yang diberikan oleh Melati, ia langsung menatap wajah Melati tapi gadis itu hanya mengajar dua bahu nya. Akhirnya Ana membuka surat, dan ia tidak menyangka kalau surat itu surat cinta dari Bram ( samaran ).

__ADS_1


"Bram udah lama suka sama kamu tapi kamu ya nggak pernah mengubrisnya." ungkap Melati menggoda Ana.


Ana blank mendengar candaan Melati kalau ada yang suka pada dirinya, ia sama sekali tidak pernah merasa.*


__ADS_2