
"Ana tidur Bu, kan disuruh beberes buku malah tidur." Adu Irma menatap wajah ibu Rina meminta ibu Rina untuk bertindak pada Ana.
Sejujurnya ia kesal sama Ana buku yang di rak malah diturunkan begitu saja tanpa melita situasinya eh sudah mengacak acak buku malah enak enak tidur tanpa merasa bersalah sam sekali itu yang membuat ia kesal dan marah. otomatis ia berteriak pada Ana tepat ditelinga supaya Ana bangun dan membantu dirinya.
Ibu Rina yang telah membawa Ana dan Irma ke ruang BK langsung mendengarkan cerita Irma kerena ia ingin mendengar dari Irma sendiri, sedangkan Ana yang di suruh diam akhirnya diam seketika juga, kerena ia ingin mendengarkan apa yang Irma katakan lada dirinya dihadapan Ana.
Sedangkan Ana yang duduk di samping Irma hanya diam saja mendengarkan apa yang Irma ceritakan, ya Irma cerita kejadian yang sebenarnya sampai ia dan Nama harus bergulat gara gara Ana marah dan memukul wajah Irma.
Ibu Rina menahan nafas saat ia mendengar saat rak buku yang menimpah tubuh keduanya, ia tidak bisa membayangkan rak buku yang menimpah keduanya, untung dua gadis itu baik baik saja, Ana hanya meringis dan Irma juga kesakitan. Kadang Ana juga menembakan ceritanya pada ibu Rina sekali kali ia menatap Irma.
"Sekarang kalian untuk rapihkan buku yang acak acakan, kalau belum beres jangan pulang!" geram ibu Rina menatap wajah kedua hadis yang ada dihadapannya.
Ana hanya mengangguk sedangkan Irma menatap tidak suka pada Ana yang hanya nyengir kuda dan garuk garuk kepala tidak gatal. Keduanya langsung diantar oleh ibu Rina ke perpustakaan wanita muda itu agak kurang percaya kalau membebaskan keduanya di perpustakaan kerena ia berpikir kalau misal ditinggalkan pasti keduanya membuat onar kembali, bisa bisa buku tidak ada yang diberesin oleh mereka berdua.
Hati itu kedua nya dengan serius meneruskan buku dan rak buku yang roboh sudah berdiri, sedangkan buku bukunya masih acak acak kan di lantai tidak ada yang menyentuh. Keduanya juga diawasi oleh ibu Rina sampai selesai membereskan buku yang ada di ruangan itu.
Setelah semuanya selesai akhirnya mereka istirahat dan dikasih air minum. Dalam hati Ana bersyukur kerena merapihkan buku otomatis ia tidak ikut pelajaran Matematika. Ketika bunyi bel pulang berbunyi, Ana dan Irma telah selesai membereskan buku dan menyapu ruangan itu supaya bersih dari debu yang ada.
Ibu Rina langsung melangkahkan kaki menuju ruang guru setelah melihat Andan Irma menyelesaikan membereskan buku buku yang tadi amburadul kaya kapal pecah yang belum terpegang oleh tangan.
__ADS_1
Sedangkan Ana dan Irma menghempaskan tubuhnya ke dinding wajah mereka basah oleh keringat uang keluar dari pori pori tubuhnya. Ibu Rina membelikan mereka air minum Aqua untuk keduanya, kerena capai Meraka akhirnya meminum air Aqua dengan sekali teguk habis semuanya.
Bukan itu saja Ana dan Irma juga dikasih makan mie rebus.( semoga Amal beliau diterima oleh Allah SWT, dan beliau pantas masuk dalam surga Nya ).
Yupz kerena lapar, cape akhirnya mie rebus tanpa telur itu habis sampai ke kuahnya. melihat itu ibu Rina tersenyum bahagia melihat muridnya makan dengan lahap. Ibu Rina tadi meninggalkan Ana ke ruangan guru kerena ia membeli dua mie rebus dan dimasak olehnya lalu diberikan pada Ana dan Irma.
Kerena ia juga tahu kalau kedua muridnya lapar, ya kerena hati sudah siang dan ditambah lagi mereka juga memberikan buku yang satu rak dibawah semuanya otomatis keduanya kemungkian lelah untuk membereskan buku buku itu.
"Tadi disuruh beresin buku di perpustakaan, eh Irma malah berteriak di telinga An, Bu. otomatis telinga Ana berdengung dan Ana tampar saja muka Irma." cerita Ana pada ibunya.
Ketika ibunya menanyakan kenapa lambat pulangnya? Tadinya Ana mau cerita setelah badannya tidak cape apalagi ia pulangnya jalan kaki, ditambah panas disinari raja siang yang membakar tubuhnya. Tapi kerena ibunya langsung menanyakan keterlambatan Ana otomatis Ana menceritakan semuanya pada ibunya.
Ibu Tri hanya menggelengkan kepala saja mendengar putrinya bercerita tentang kejadian tadi yang manjat Ana terlambat pulang ke rumah. Gadis itu juga cerita kalau ia juga kejatuhan rak buku berdua dengan Irma, bukan itu saja Ana juga pulang jalan kaki melewati Kampung Kelapa dua, untungnya pas pulang ia makan mie rebus kalau tidak pasti perutnya pasti bakal perih sampai di rumah.
"Kamu sih bikin masalah saja sekolahnya," gerutu Ima agak kesal sama. Ana.
"Habis lagi enak enak tidur malah dibangunkan " bel Ana..
"Makanya jangan tidur melulu, memangnya kamu kerja apa sih sampe siang hari tidur?" tanya Elis.
__ADS_1
Ia sangat penasaran apa yang Ana sampaikan, masalhnya dirinya sendiri tudks pernah tidur siang kerena sepulang sekolah langsung masuk dapur bantu ibunya di dapur. Jadi tidak ada ajaran tidur segala macamnya, tapi mendengar Ana bisa tidur di perpustakaan Elis hanya mengelengkan kepalanya saja.
"Cape lis, dari rumah harus pergi sekolah, berangkat jam 06.00 datang jam 07.00 hanya istirahat 15 menit langsung masuk kelas untuk belajar," cerocos Ana lagi..
"Udahlah aku pengen bikin cerpen," sanggah Ana sambil meninggalkan kedua gadis yang duduk di depan pohon coklat.
Melihat Ana pergi begitu saja ima dsn Elis hanya mengangkat kedua bahunya kerena An pergi begitu saja menuju kelas 2B.
"Ana! dipanggil ibu Rina." teriak Elis memanggil Ana. Gadis yang akan duduk di kursi akhirnya tudks jadi duduk lanhsung mengangguk pada Elis dan Ana menuju ruang guru kerena ibu Rina sedang menunggu Ana di dalam.
"Bu, maaf ada apa?' tanya Ana menghampiri ibu Rina.
"Ayo bantu ibu menulis beberapa buku untuk dimasukan ke buku besar ini," kata ibu Rian menyodorkan buku Dihadaon Ana..
Ana langsung megambil buku itu dan membawa buku itu ke perpustakaan, sedangkan ibu Rina telah pergi tadi sambil memberikan buku lada Ana, gadis itu menyusul ibu Rina untuk ke perpustakaan.
Setelah sampai di ruangan perpustakaan, Ana langsung menulis judul, penulis, tanggal cetak, penerbit di buku yang di pengang olehnya. Tapi sebelum itu Ana memberikan garis pada lebaran kertas folio..
Dari Tanggal, judul buku, pengarang, penerbit, tanggal cetak, keterangan. Ana dengan teliti memberikan garis supaya rapi dan langsung mengisi kotak kotak yang telah ia buat.
__ADS_1
Ibu Rina memperhatikan Ana yang telah mengisi beberapa kotak yang kosong, ia mengangguk anggukan kepala melihat ketelatenan Ana mengisi kotak kotak dengan judul buku yang berbeda.
( Insha Allah saya bakal melakukan ini kembali di SMP yang sama, tapi hanya beda tahun dan tanggal saja, dulu saya mengisi administrasi perpustakaan pada tahun 1998, dan pada tahun 2015 saya ke mengisi kembali buku inventaris perpustakaan dari administrasi perpustakaan, dsn pengolahan bahan pustaka😂 ).