
Ana langsung terdiam seketika mendengar bahasa planet yang entah artinya apa, ya kalau masa mendatang mungkin mengunakan google translate. Ibu Ratih memang berasal dari timur jadi logatnya juga terdengar logat Jawa. Sedangkan Ana biarpun orang tua, yaitu ibu asal Yogyakarta ia sama sekali tidak bisa bahasa Jawa sama sekali.
Mendengar ibu Ratih mengunakan bahas Jawa, Ana mengingat Yogyakarta tempat dimana ia lahir, ya ibu melahirkan Ana di Yogyakarta. Ana juga ingat sepupu sepupu di Yogya yaitu mbak Sari, mbak Naning, mbak Ririn, mbak Wiwit dan masih banyak lagi..
Bukan hanya kakak sepupu, tapi adik sepupu yang sebaya Ana yaitu de Ika, de Ika hanya beda satu tahun sama Ana. Mereka waktu kecil suka main pasir di depan rumah mbak Sari. Ya biarpun bahasa ketiganya tidak pernah menyambung tapi ketiganya tetap selalu bermain bersama.
Ya kalau mbak Sari dan de Ika memang satu bahasa jadi mereka mengunakan bahasa yang sama kalau bicara? Sedangkan Ana hanya mengunakan bahasa persatuan yaitu Indonesia.
Ya sekarang ia mendengar bahasa ibu Ratih ibarat mendengarkan bahasa di Yogya, ya kerena sama sama bahasa Jawa jadi logatnya sama. Bahasa yang digunakan oleh ibu Ratih sebenarnya mengunakan bahasa halus, tidak kasar sama sekali. Tapi bagi yang tidak memberi itu ibarat seperti di ceramah tapi pendengarnya tidak mengerti sama sekali.
Ibu Elis melihat Ana hanya menunduk saja, ia akhirnya mendekati Ana dan ibu Ratih dan ia bicara pada ibu Ratih tentang Ana, gadis itu dengan jelas mendengarkan saja.
Setelah bincang bincang dengan ibu Elis. Ibu Ratih beranjak dari tempat duduknya, dan menatap wajah Ana tajam.
"Daripada kamu nggak belajar lebih baik bantu ibu Elis beresin perpustakaan!" teriak ibu Ratih sambil meninggalkan rumah guru.
Hati ibu Ratih gemas benget gara gara Ana jam pelajaran yang seharusnya dia jam malah sekarang berkurang hanya ada satu jam pelajaran lagi, sedangkan ia sama sekali belum memberikan pelajaran pada anak anak yang lain.
Tapi bagi anak anak kelas 1A melihat ini Ratih membawa Ana ke ruang guru ibarat mendapat durian runtuh, kerena mereka tidak belajar. Dan yang mereka inginkan sebenarnya bukan belajar ini tapi belain sama teman temannya dari pada di rumah sepi ya sudah sekolah tapi pas diberi pelajaran maha mengeluh.
Antusias kelas 1A benar benar terlihat diwajah polos mereka, mereka bukannya sedih ditinggal oleh guru mapel akuntansi tapi malah senang sekali kalau tidak ada gurunya.
__ADS_1
Ibu Ratih masuk ke dalam kelas 1A dan meminta maaf atas ngangguan yang tidak mereka hendaki. Terlihat jelas wajah anak anak kelas 1 A agak kecewa melihat ini Ratih datang dan memberikan pelajaran pada mereka, tapi bagaimana pun mereka mengikuti pelajarannya.
Sedangkan Ana hanya mengangguk tapi dalam hatinya bilang yes kerena ia juga tidak mau belajar hanya mau jam kosong saja. Ana langsung dibawa oleh ibu Elis ke ruang perpustakaan, di ruangan itu ia membereskan buku buku yang ada di perpustakaan dan menyapu nya sampai bersih..
Setelah membereskan perpustakaan ia tidak langsung ke kelas, lebih baik membaca buku karya Hamka yang belum selesai. Ana malah senang tidak masuk pada pelajaran Akuntansi.
"Kamu enak, malah diam di perpustakaan!" ketus Melati saat tahu kalau Ana selama pelajaran ibu Ratih ada di perpustakaan.
"Enak lah nggak ikut belajar. Ana sengaja ke masuk ke kelas biar nggak belajar," ungkap Ana tersenyum puas.
Melati hanya mendengus mendengar cerita Ana. Tapi ia juga bersyukur sih kerena gara gara gadis berkacamata itu belajar di kelasnya jadi tidak belajar.
( 😂😂😂 kalau dipikir sekarang lucu juga ya, berangkat sekolah tapi tidak mau masuk kelas, dan kalau di hukum bukannya sedih malah senang hati bisa ke kantin, bisa tidur, bisa main. Kalau sekarang di pikir ngapain sekolah kalau cuma main, nongkrong, kan rugi sekali 🤔🤔🤔 udah banyak SPP juga mahal ditambah lagi main dibanyakin, yupz baru kepikiran sekarang setalah menjadi tenaga pendidik ).
"Rencana Ana sih pengen ngerjain ibu Ratih, tenang aja Ana baka bertindak," sorak Ana..
"Rencana apa sih!" kejar Melati ingin tahu.
"Besok bakal terjadi keributan!" ujar Ana merahasiakan rencananya.
"Awas kalau ibu Ratih tahu kamu yang aku pites kepala kamu," ancam Ana..
__ADS_1
Melati hanya menelan ludahnya mendengar ancaman Ana pada dirinya. Ia hanya mengangguk saja mendengar Ana yang akan melakukan sesuatu pada ibu Ratih. Memang kamu dipikir Ana kesal sama ibu Ratih bukan kerena ibu Ratih nya jahat tapi ia tidak suka kerena wanita itu masuknya tepat waktu dan korupsi waktu.
Apa lagi Ana selalu dapat hukuman seperti bikin kliping, dan beresin perpustakaan. Tapi biarpun di suruh bikin kliping, ibu Ratih lah yang membawa koran korannya di rumah ke perpustakaan buat kliping.
( Kegiatan kliping sampai sekarang saya lakukan kalau ada cerpen, berita, sosial, bencana yang ada di koran langsung saya kliping tapi sebelum menggunting kliping koran itu di foto copy dulu ).
Ya biarpun Ana kesal tapi ia lakukan mengerjakan membuat kliping setelah beres ia susun di rak perpustakaan biar bisa dibaca oleh siswa siswi yang lain. Itu yang menyebabkan Ana tidak suka sama mapel akuntasi, sudah belajarnya susah ada rumus rumusnya ditambah gurunya tidak disukai sudahlah paket lengkap.
Ana langsung pulang ke rumah dengan naik sepeda ya kerena jarang sekali kendaraan yang ada otomatis ia memilih naik sepeda untuk sampai ke rumah maupun sekolah. Sedangkan jarak antara sekolah dan rumah 5 Kilo meter.
Biarpun jauh ia menikmati perjalanan dengan membawa sepeda yang dibelikan pak Mamat untuk Ana sekolah. Kalau berangkat sih enak, masih belum panas, sedangkan kalau siang otomatis ia kepanasan. Kerena pulang jam 13.30 pas saat raja siang berada diatas langit.
Perjalanan nya seru abis bisa ngebut atau santai. Sedangkan teman teman kadang jalan juga ada, kalau jauh paling menunggu ojeg itu lama bangat kalau menunggu ojeg nya..
Kamis, 12 Agustus 1999
( entah saya juga lupa lagi tanggal kejadian itu, pokoknya bukan hari Senin kayanya ).
Ruang guru heboh seketika juga, siswa siswi langsung mendekati kejadian apa yang terjadi, saat mereka melihat ke ruang guru, terlihat wajah ibu Ratih merah padam menahan emosi yang tiba tiba datang, ia tidak menyangka rok yang dipakainya bisa robek seketika juga. Pas diselidik di kursi yang di duduki oleh ibu Ratih ada aspal yang lengket menempel di roknya saat ia akan bangun tiba tiba roknya yang menempel ke aspal robek, untung ia menggunakan ****** ***** panjang.
Otomatis ia menjerit histeris mendapati rok yang digunakan robek besar sekali. Ia sangat malu dilihat oleh semua guru yang ada di ruang guru, sedangkan murid murid yang ada diluar saling pandang kerena mereka tidak melakukan apa apa pada ibu Ratih.
__ADS_1
Tapi di kerumunan itu ada Melati dan Ana yang ada disana, Melati langsung melirik wajah Ana, gadis itu langsung menebak kalau Ana yang melakukannya, Melati tidak bicara soal rencana Ana.
( Maafkan saya bu, fix selama tiga tahun sekolah alhamdulilah rencana saya tidak ada yang tahu, tapi saat saya menikah dan punya Ana saya mengaku pada ibu Ratih, beliau hanya geleng geleng kepala dan tertawa saja mendengar apa yang saya ceritakan ).*