Perjalanan Ana Menuju Rumah Dunia

Perjalanan Ana Menuju Rumah Dunia
chapter 33


__ADS_3

Perjalan yang tidak mulus, memberikan sebuah kesabaran yang muncul di hati Ana, akhirnya dengan setengah ikhlas ia mengizinkan adiknya melangkahi dirinya untuk hidup bahagia dengan laki laki pilihannya. Dan Ana harus menyampingkan keinginan ikut projects penerbitan yang bakal diterbitkan.


Dan yang membuat hati Ana teriris, terluka, mereka berdua tidak pacaran dulu malah bertemu pertama kali langsung cowoknya mengajak menikah itu yang membuat Ana kelimpungan.


Ya tidak kelimpungan bagaimana? Kalau misal ia tidak ingin dilangkahi harus mencari jodo nya sendiri, segampang itukah jodoh yang Allah berikan buat Ana? Mau tidak mau, ikhlas tidak ikhlas akhirnya Ana hanya mengangguk saja mengizinkan sang adik menikah dengan cowok pilihannya.


Ada tangis dibibir nya, ada luka dihatinya yang tidak berdarah, apalagi ibunya dan adiknya beberapa kali minta izin dengan halus dan lembut.


Ibu Tri kalau mau jujur ia juga tidak tega harus melihat putri pertamanya dilangkahi oleh Ita, ia tidak tega rasanya. Kalau saja ia bisa mencarikan jodoh untuk Ana, ia rela asal Ana bahagia tapi itu tidak segampang itu, kalau misal ia tergesa gesa mencarikan Ana jodoh atau laki laki ia tidak ingin kalau Ana mengalami kegagalan menikah.


Biasa saja sih sekarang ini Tri mencari cowok buat Ana, tapi ia tidak ingin menanggung resiko yang fatal. Jadi ibu Tri lebih baik mengizinkan Ita menikah dengan syarat mendapatkan izin dari Ana.


Ya Ibu Tri selalu mengajarkan anak anaknya untuk minta izin, atau meminjam barang dengan keikhlasan nya. Ana sebenarnya tidak bergeming sama sekali, pertama, kedua, ketiga tapi akhirnya ia terpuruk dan jatuh sewaktu Ita seminggu lagi menikah.


"Mbak, mbak mau apa dari Ita? Insha Allah Ita bakal ngasih buat syarat minta izin."


"Mbak, hanya minta kerudung, gelang, anting, cincin, kalung, baju, tas, kaos kaki dan sepatu." jawab Ana lirih.


Sejujurnya Ana masih belum bisa menerima sama sekali, biarpun ia yang meminta dsn Ita langsung memberikan apa yang kakaknya inginkan.


( Sebenarnya kado terindah itu adalah sebuah keikhlasan yang seharusnya diberikan oleh saya pada Ita, percuma minta barang barang kalau memang hati tidak pernah ikhlas. Tapi dengan berjalan waktu saya akhirnya ikhlas apalagi Allah memberikan suami yang menurutNya baik ).


Sebenarnya hati Ana menolak diberi barang barang itu, tapi bagaimana pun ia harus menerima nya ya biarpun setengah hati.


Pernikahan Ita sederhana sekali, tapi tidak mengurangi keriangan dihati kami semuanya, tapi lihatlah dipojok rumah Ana hanya menatap dengan hati hancur apalagi saat cowok yang duduk di samping Ita mengucapkan ijab qobul.

__ADS_1


Tangis Ana pecah seketika juga.


Pak Mamat yang ada di samping Ana langsung merangkul dan memeluk tubuh putrinya, hati laki laki itu hancur melihat anak pertamanya menangis seperi itu, dengan perasaan yang tidak bisa digambarkan pak Mamat membawa Ana ke rumah tetangga kerena rumahnya penuh oleh orang orang yang datang.


"Pak, Ana juga mau menikah punya anak!" tangis Ana.


"Iya suatu waktu Ana.bakl nikah, punya suami dan anak yang lucu lucu,"


"Tapi kapan?"


Pak Mamat hanya diam kerena ia juga tidak bisa menjawab pertanyaan putri pertamanya. Ia dengan lembut memeluk tubuh Ana, setelah itu ia ke rumahnya untuk menerima tamu, sedangkan Ana masih ada rumah tetangga.


"Na, terus Ita ngasih apa sama Ana? wajib lho harus ngasih BLA BLA," si tuan rumah kepo.


Bukan menghibur Ana tapi sang tuan rumah menanyakan Ana kalau Ita memberikan apa pada dirinya, ia hanya mengelengkan kepala, kerena ia tidak mungkin memberitahukan semuanya pada sang tetangga ya biarpun pertanyaan. Ia hanya diam saja di pojokan sambil melihat kemeriahan pernikahan adiknya.


🐝


"Bu, Ana ingin tinggal di bude selamanya nggak mau pulang," Rajuk Ana pada ibunya.


Pak Mamat dsn istrinya saling tatap, akhirnya keduanya langsung mengangguk kan kepala nya saja atas apa yang Ana ucapakan.


Ana melakuakan itu hanya ingin menjauhi lingkungan sekitarnya, kerena tidak mungkin ia tinggal di sana lebih lama kerena di kampung lebih rawan dibandingkan di kota. Ya apalagi dengan status dirinya yang dilangkahi oleh adiknya bakal viral di kampung.


Banyak sih kejadian adiknya menikah sedangkan kakaknya belum, eh ujung ujug si kakak di jodohkan oleh orang tuanya kerena takut dilangkahi sang adik. Tapi akhirnya malah si kakak cerai dalam keadaan hamil, dan adiknya yang menikah dengan cowok idamannya hidup bahagia.

__ADS_1


Ana tidak mau mengalami semuanya itu, jadi ia lebih baik merubah dirinya untuk yang lebih baik kerena jodo yang Allah kirim kan itu adalah fhoto copy keimanan kita pada Allah. Akhirnya Ana menuju Serang kembali diam di Ciruas bersama Bude nya. alhamdulilah ia bisa menjalani kehidupan yang normal dan bisa menata hatinya yang kacau apalagi dengan omongan orang lain.


"Kamu pengen nikah!" seru Fey kaget.


Ya gadis itu kaget sekali mendengar cerita Ana tentang menikah. Dan ia juga tidak menyangka kalau Ana begitu sabar dan tabah saat dilangkahi oleh adiknya. Fey yang mendengarkan cerita Ana hanya bisa memeluk tubuh Ana dengan erat sekali.


"Kriteria suami Ana bagaimana?" tanya Fey akhirnya.


"Baik, Sholeh, menjaga sholat lima waktu, mandiri, kerja apa saja yang penting halal," jawab gadis itu.


"Cepetan ya Fey cari jodo buat Ana,"lanjut Ana memengang tangan Ana.


"Kamu itu mau menikah atau hanya melampiaskan pada masyarakat kalau kamu bisa nikah," tohok kata kata Fey mengenai hati Ana.


Ana langsung diam saja mendengar apa yang Fey sampaikan, gadis itu menatap Ana dengan tajam nya. Ia bicara seperti itu kerena melihat cara Ana yang tidak biasa. Ya baru kali ini gadis berkaca mata merengek ingin dicariin jodoh sedangkan kemarin-kemarin sebelum adiknya menikah di godain juga malah uring uringan apalagi digodain menikah.


"Aku malu nggak nikah!"


"Na, pernikahan itu bukan ajang lomba. Tapi pernikahan adalah sebuah indah yang dilakukan dihadapan Allah." ujar Fey mengingatkan Ana..


Ana langsung terdiam seketika mendengar apa yang Fey katakan, ya sebenarnya ia ingin menikah juga supaya orang kampung tidak memandang sebelah mata pada dirinya. Kemarin kemarin sebenarnya ia lebih nyaman hidup tanpa dibayangi oleh pernikahan tapi sekarang tidak lagi.


"Na, jodo, mati, senang, sedih, celaka, itu milik Allah. Allah tahu kadar keimanan kita dsn Allah tahu kalau Ana mampu untuk menjalani ini." nasehat Fey merangkul Ana.


"Allah tidak akan meninggalkan kita, Allah tahu kalau Ana bisa melewati semuanya. Dan Allah tidak akan memberikan cobaan melebihi kadar keimanan kita.". lanjut Fey

__ADS_1


Nasehat nasehat Fey itulah yang membuat Ana bangkit dari keterpurukan. Dsn apa yang Fey katakan itu benar Allah telah menyiapkan semuanya hanya tinggal waktu saja.*


__ADS_2