
( Saya sebenarnya punya fhoto kegiatan dengan teh Najwa Fadia tapi gambar itu tudks tahu kemana ya, jadi saya tidak bisa posting gambar saya dsn teh Najwa disini ).
*C*ermin Aulia, Yasmin Zaitun, Hanum Anindya, tiga nama pena itu di tulis berkali kaki oleh Ana, kerena ingat kata kata Najwa Fadia tentang nama pena untuk menulis di cerpen dan novel.
"Kenapa harus pakai nama pena?" tanya Ana waktu itu.
"Alasannya sih nggak ada, cuma kata mas Gong kalau kita mengunakan nama pena kita baka mencari tahu arti dari nama pena itu juga."
"Teteh pake nama pena?" tanya Ana..
"Tebak saja."
"Ah teteh!" Rajuk Ana.
"Na, kamu tahu nggak kalau nama Ibnu juga nama pena, nama mas Gong juga nama pena, hampir disini mengunakan nama pena."
"Masa sih teh?" Ana melonggo.
"Teteh namanya siapa sih!" kejar Ana kembali. kerena ia sendiri tahu nama Najwa yang sebenarnya.
Najwa Fadia adalah sebenarnya nama pena dari Nunung Nurhasanah gadis cantik yang sederhana, asal Cigeulis, ya gadis itu memperkenalkan nama aslinya dihadapan Ana. Gadis berkacamata itu hanya mengangguk angguk kan kepala saja saat mendengar penjelasan dari nama pena yang disebutkan oleh gadis Cigeulis Panimbang itu.
Sebenarnya tidak penting sih untuk mengenakan nama pena. Tapi Ana hanya ingin menulis mengunakan nama pena untuk setiap tulisannya. Akhirnya ia.memilh na Cermin Aulia sebagi nama penanya dengan panggilan Aulia. artinya sih dari Cermin Aulia itu sendiri; pengalaman adalah suatu yang sellau diingat dan tidak akan terulang lagi sedangkan Aulia di belakang cermin adalah seorang orang yang dekat dengan Allah.
Nama pena itulah yang tersemat dari sosok Ana yang memulai kehidupan di Serang bersama teman teman yang benar benar belajar ilmu literasi dengan Gol A Gong.
"Teh, Ana nggak bisa bacaan sholat," ujar Ana polos.
"Ha! kok bisa Ana?" tanya Najwa menatap Ana heran.
__ADS_1
Ya tidak heran bagaiamana seorang gadis usia 21 tahun tudks bisa sholat. Lalu selam ini gadis itu sholatnya bagaimana? pertanyaan di hatinya berkecamuk..
Untung saat menanyakan tentang bacaan sholat, jam masih menunjukkan pukul 13.00 jadi teman teman yang lain pada datang ke Rumah Dunia.
"Kita belajar pelan pelan saja ya Na," ujar Najwa prihatin sama Ana yang sudah dewasa belum bisa bacaan shalat, lalu selam ini Najwa lihat Ana sholatnya bagaiamana?
Ana mengangguk setuju apa yang gadis yang ada dihadapannya bicarakan. secara berlahan Najwa mengajarkan Ana bacaan sholat dengan telaten dan santai membuat Ana berasa nyaman disamping gadis yang berbeda 4 tahun itu.
"Cermin Aulia, kenapa kamu pilih nama pena cermin Aulia adakah alsan kamu?" tanya Najwa pada Ana saat Ana.tentang nama pena itu.
"Alasan sih nggak ada sama sekali, cuma pengen saja dipanggil Aulia," alasan klasik Ana.
Sebenarnya Ana ingin orang mengenal nama pena nya saja dibandingkan nama aslinya. Bukan malu dengan nama asli tapi ingin di panggil Aulia saja oleh orang lain.
"Pasti ada alasan yang kuat."
"Pengen kaya teteh, orang hanya kenal nama pena teteh saja kecuali orang yang teteh kenal dekat."lanjut Ana memberikan alasan memberikan nama pena pada diri sendiri.
"Na udah jangan macam macam pake nama pena segala. Nanti kalau pake nama pena nggak bakal yang kenal sama nama kamu!" ketus ibu waktu Ana menyampaikan keinginan. mengunakan nama pena.
"Bu, An hanya ingin terlihat biasa saja sama orang lain, Ana nggak mau menunjukan kalau Ana sebagai penulis." alasan An pada ibu..
"Bu, nggak apa apa pake nama pena juga asal bisa jadi penulis," ujar pak Mamat melerai istrinya.
"Iya tuh Bu! Kata bapak juga boleh." cicit Ana senang kerena ada orang yang bantu dirinya.
Gadis itu girang sekali kerena pak Mamat bapaknya mendukung dirinya untuk mengunakan nama pena untuk setiap menulis. Akhirnya ia mengunakan nama pena Cermin Aulia dari setiap ia.mebgitom.tulisan ke majalah. Untung waktu itu biarpun masih belum punya laptop tapi Ana mengunakan warnet untuk mengirimkan tulisannya majalah remaja misal aneka yes! Tapi anehnya setiap menulis cerpen remaja ia selalu ditolak.
Cermin Aulia belum pernah masuk sebagai nama pena dari seorang Ana, tapi untuk mengirimkan cerpen ia harus punya alamat email kerena setiap menulis pasti harus di kirim ke email. Mau tidak mau akhirnya ia mengajak Najwa untuk diajarkan membuat emailš¤¦.
__ADS_1
Awal mengunakan email mengunakan yahoo.com untuk alamat email bukan mengunakan Gmail. Demi Ana, Najwa akhirnya mengikuti Ana untuk belajar buat email.
cermin-aulia@yahoo.com alamat email yang dibuat dengan Najwa Fadia di warnet ciceri tapi kerena lupa password akhirnya bikin lagi dengan alamat email yang sama tapi beda yaitu; ceemin_aulia@yahoo.co.id dan password yang berbeda dengan email yang pertama, alsan membuat email kedua kerena password nya lupa lagi.
Dengan alamat email cermin_aulia@yahoo.co.id akhirnya ia membuat facebook dengan alamat email dan password yang sama dengan Facebook.
( email cermin_aulia@yahoo.co.id tidak digunakan kembali kerena kalau buka imel dibawah tercantum, password salah. Tapi buka Facebook sampai sekarang bisa, email dan password itu ).
Akhirnya membuat lagi email-nya; hyunhen@yahoo.com dan Facebook dengan alamat email dan password yang sama.
( Tapi nasib email hyunhen@yahoo.com sama dengan alamat cermin_aulia@yahoo.co.id tapi facebooknya masih digunakan sampe sekarang ).
Pernah dibicarakan sama ibu masalah email Cermin Aulia, mendengar cerita anak nya sang ibu hanya diam saja kerena ia benar benar dari awalnya juga telah menentang kalau putrinya mengunakan nama pena. Ditambah lagi sekarang Ana curhat masalah email atas nama Cermin Aulia yang akan disematkan pada dirinya sebagai nama pena.
Sedangkan nama email hyunhen kerena Ana intinya menyukai Drakor jadi nama email nya orang Korea dikira orang Korea beneran sih!
"Facebook Ana buat drakor saja," Dengus gadis itu pada ibunya.
"Kenapa?'
"Penuh dengan drakor sih!" saut Ana lirih.
"Astagfirullah! Cewek dilarang nonton drakor haram!" saut Anton sat mendengar percakapan Ana dan ibu Tri.
"Kak jangan bikin ulah deh! Haram dari mana nya sih!" sembur Ana tudks suka dikatakan drakor haram.
"Memperlihatkan aurat perempuan!"
"Munafik! Kakak doyan kan lihat aurat perempuan!" Sember Ana cepat.
__ADS_1
Ana menatap sinis pada Anton yang mengatakan drakor itu haram kerena membiak aurat, menurut Ana itu hak mereka mau buka aurat mau tidak juga.
Ya sejak dari Serang sebenarnya Ana banyak ada perubahan yang dilihat. Anton secara diam diam memperhatikan Ana, ya biarpun tidak sepenuhnya berubah secara dratis sama sekali.*