
Mata Ana seketika juga melotot melihat apa yang telah terjadi di ruangan kreasi, ya waktu istirahat telah tiba ia langsung menuju ruangan kreasi ingin memilih cerpen cerpen yang ia pilih untuk di kirim ke majalah.
Sudah banyak teman teman yang dibantu oleh Rani termasuk dirinya untuk mengirimkan karya cerpen remaja, kerena banyak kendala cerpen cerpan Ana jarang di muat malah tidak sama sekali. Rani yang awalnya membully malah jadi semangat buat Ana,
Tapi waktu sampai ke dalam ruangan kreasi ia seperti diserang oleh seseorang yang langsung melumpuhkannya, ia kaget, shock dan frustasi melihat ruangan itu porak poranda. Matanya benar benar mau keluar saat melihat semuanya kacau balau seperti itu, ia hanya bisa terduduk lemas seketika juga.
Ya ia tidak menyangka kalau semuanya luluh lantah, oleh kelakuan seseorang yang tidsk bertangung jawab. Ruangan ukuran 4x4²meter bagaikan gudang yang tidak terpakai. Kenapa tidak ia melihat ruangan itu seperti ruangan yang telah rusak dan amburadul seperti ada orang yang masuk secara diam diam dan merusak semuanya. Mata Ana juga melihat banyak sobekan kertas kertas yang berada di atas lantai seperti ada orang yang sengaja menyobek semuanya.
Ana langsung masuk dan memeriksa berkas cerpen yang ada di meja yang digunakan oleh Rani, berkas cerpen menghilang. Awalnya ia tidak mau.menuduh siapa siapa kerena akan berujung fitnah.
"Bagaiamana rasanya?" Tanya Mawar yang tiba tiba datang dan masuk ke ruangan kreasi.
"Jadi kamu?" Ana balik tanya sambil memandangi wajah Mawar dsn kedua temannya dengan perasan shock.
Hahahaha
Tawa ketiganya bergema. Ana yang mendengar tawa ketiganya terlihat lemas sekali, ya seperti berada di dalam sebuah novel yang harus dibully dan ejek tapi tidak bisa berbuat apa apa sama sekali.
"Makanya nya jangan bermusuhan dengan Genk aku dong! Nanti bisa menerima akibatnya." Tunjuk Cempaka puas.
PLAK!
Ana dengan tiba tiba langsung melayangkan ke pipi Cempaka, ia benar benar ngamuk dan tangannya langsung melayang ke arah pipi Cempaka yang menunjuk tangannya mengunakan jarinya.
__ADS_1
Cempaka yang tidak menduga langsung menjerit kesakitan, melihat itu Mawar hampir saja membalas pukulan Ana untuk Cempaka, tapi Rani keburu datang. Dan menatap ketiga temannya dengan campur aduk, melihat Rani datang ketiga orang itu itu langsung pergi begitu saja sambil menyenggol lengan Rani. Ana yang melihat itu langsung mengejar ketiganya tapi Rani menghalanginya.
Ana yang awalnya akan mengejar tidak jadi kerena Rani melarangnya, sebenarnya Rani tidak mau kalau Ana dan Mawar bertengkar apalagi jam pelajaran seperti ini, mungkin kalau sudah jam pelajaran selesai ia membenarkan Mawar dsn Ana bertengkar ia tidak bakal peduli.
Rani dan Ana akhirnya duduk lemas sambil bersandar ke tembok sis lainnya. Keduanya saling diam, tidak ada satu kata yang terucap apalagi melihat keadaan ruangan itu bagaikan gudang yang tidak pernah dibersihkan. Ana hanya melirik Rani begitu juga dengan Rani.
Ana benar benar kesal atas kelakuan Mawar yang menjadi jadi, kemarin sudah di peringatkan tapi tetap saja ngeyel. Dan yang paling parahnya lagi, waktu Ana dan Rani lenggah. Pintu ruangan kreasi tidak dikunci, kerena Rani sedang ka pasar mau beli karton ( secara tahun 2001-2002 mau karton juga harus ke pasar Panimbang dulu, masih untung Rani waktu itu mengunakan motor kalau pergi dan pulang sekolah kalau tidak, tidak tahu bagaimana nasibnya ).
Sedangkan Ana masuk kelas, memang pas Ana masuk kelas ia lupa mengunci nya dan ditutup begitu saja. Cerpan cerpan yang lain masih terkumpul di sana, sebenarnya buak hanya Ana dan Rani saja yang menunggu banyak adik adik kelas yang menunggunya tapi kerena hari itu semua kelas ada gurunya otomatis semua siswa yang diberi tugas di ruang kreasi masuk kelas, kecuali kelas Rani. Rani sedang membeli karton, ia sudah pergi dari 20 menit yang lalu.
Ana awalnya tidak mau menyangka atau menuduh orang yang telah membuat semua kekacauan, kalau saja Mawar dan kedua temannya datang. Kemungkinan hatinya bertanya tanya tentang siapa orang yang telah berani masuk, tapi malah Mawar dan dua temannya datang, ya otomatis Ana langsung menuduh ketiganya yang membuat kerusuhan.
Ya, kesempatan itu tidak disia siakan oleh Mawar dan kedua temannya, mereka masuk menyelinap ke ruangan kraesi secara diam diam, dan mencuri beberapa karya orang dan disobek lalu di kertas sobekannya di buang di ruangan itu. Ketiganya tertawa riang sekali, telah membuat kerusuhan yang benar benar membuat Ana dan Rani hanya gelang gelengkan kepala saja.
"Maaf tadi lupa nggak kunci pintunya," Ana menyesal kerena ketelodoran dirinya.
"Udah biarin, kita harus hati hati mulai sekarang, jangan lengah lagi." Ujar Rani menepuk bahu Ana.
Akhirnya hari itu Ana dan Rani membereskan semua kertas kertas yang telah dihancurkan oleh Mawar dan kedua temannya.
"Ran, benar kalau semua cerpen cerpen kami di sobek sama Ana!" Tanya anak anak lain menatap Rani dan Ana yang membereskan tempat itu.
"Na, sebenarnya kamu ingin apa, kenapa harus cerpen cerpen kami!" Teriak yang lainnya menghampiri Ana dan menuduh gadis itu.
__ADS_1
Rani berusaha untuk melerai tapi yang lain malah marah pada Ana, sampah yang telah disapu sama Rani diambil dan di buang ke badan Ana.
Bug!
Ana yang tidak terima langsung menghajar gadis yang melempar kertas ke badannya. Rani yang melihat Ananda gadis itu berkelahi langsung menyuruh yang lain memanggil pak Salwa atau gitu yang lain.
Pak Salwa datang.
Ana dan gadis kelas 1 itu langsung berhenti dari perkelahian kecil, keduanya menunduk ketakutan sekali kerena pak Salwa datang ke ruangan itu.
Melihat ruangan kaya kapal pecah ia hanya menatap wajah Ana dan Rani. Keduanya menundukkan kepala, kerena tadi mau membereskan malah kelas 1 datang dengan tiba tiba sebelum semuanya beres.
Hanya tiga orang yang di ruangan kreasi, Ana, Rani dan Hany ( samaran ). Ditambah pak Salwa yang duduk di kursi sedangkan tiga muridnya duduk dindepannya.
"Mawar pak yang awalnya membuat rusuh, dia yang merusak semuanya," adu Ana cepat.
"Dia yang biang keladinya yang sebenarnya, dia juga." lanjut Naa masih kesal.
"Hany kamu panggil Mawar dan teman temannya." Suara pak Salwa mengelegar seketika juga.
Hany yang duduk di sisi Rani langsung beranjak dari duduknya pergi sambil pamit pada pak Salwa. Tinggal tiga orang yang saling diam satu sama lain. Pikiran Ana hanya tertuju pada tingkah laku Hany pada dirinya, ia merasa nyakin kalau Hany terkena hasutan oleh Mawar dan teman temannya. Kerena Hany salah satu dari kreasi dan ia juga rajin mengirim tulisannya di kreasi.
Sedangkan Rani hanya diam merasa heran atas tingkah laku Mawar yang kesini membuat onar dan rusuh saja, ia tidak habis pikir apa yang dipikirkan oleh Mawar sebenarnya. Kalau dipikirkan sebenarnya biarpun ia ingin meruntuhkan kreasi, kreasi malah tidak bakal runtuh apalagi saat Ana dan dirinya tahu kalau Mawar tidak menyukai nya. Otomatis mereka berdua pasti bersatu, dan yang ia tidak tahu Mawar malah menggunakan anak kelas 1 hanya untuk meruntuhkan kreasi.*
__ADS_1