
"Astagfirullah! Ana turun!" Teriak ibu Ratih menatap Ana dengan perasan gemes dan kesal.
Mata ibu Ratih terbelalak hampir keluar melihat murid yang satu ini dengan tidak ada perasaan takut malah duduk di dahan pohon beringin sambi menyadarkan tubuhnya di dahan yang berdiri tegak. Ketinggian pohon itu ada 3 meter dibawah tanah.
Ana terperanjat saat mendengar suara teriakan yang nyaring, hampir saja ia jatuh kalau tudks cepat berpegangan pada dahan pohon, ia hanya garuk garuk kepala saat melihat wajah ibu Ratih yang memerah menahan marah yang telah berada diujung ubinnya.
Ana hanya manyun dan hari garuk kepal tudks gatal, aksi kabur dan tudks mau belajar di kelas membuat wanita yang ada dibawah marah dan emosi melihat tingkah laku Ana.
Ya ia tidak kesal bagaimana, di kelas Ana tidak ada sama sekali, dan sekali ketemu malah ada di atas pohon beringin yang ada di depan gerbang SMU. Ya dengan asyiknya ia membaca buku disana, tanpa memperdulikan keadaannya, ia mendengar dari orang kalau Ana ada diatas lagi baca buku.
Apalagi sekarang pelajaran yang harus ia berikan pada Ana dan teman teman ya, ia benar benar ingin sekali menjitak kepal Ana, kerena Ana sering membuat pelajaran yang seharusnya diberikan pada murid muridnya lancar, tapi kerena Ana malah jadi kacau..
Ia hanya berpikir kasihan kalau anak anak yang sudah datang ke sekolah tiba tiba ia sendiri tidak mengajar kan ilmu yang ia punya. Kasihnya pada anak anak, tapi pikiran anak anak lain lagi, ia sekolah hanya untuk main dan tidak serius belajar.
Awalnya sih Ibu Ratih tidak mencari Ana kerena saking sayangnya ia pun akhirnya mencari Ana tapi gadis yang dicarinya sama sekali belum diketemukan. Ia akhirnya mencari Ana kemana mana tidak tahunya memang benar ia berada di atas pohon beringin yang rindang sambil bawa buku bacaan.
__ADS_1
Melihat ibu Ratih berada di bawah, Ana hanya nyengir mendengar perintah ibu Ratih, tapi Ana cuek saja tidak mau turun.
Kerena beberapa kali gadis itu tidak menyahut ini Ratih mengambil batu krikil lalu dilemparkan begitu saja olehnya biar Ana turun tapi gadis itu sama sekali tidak mengubris teriakan dan lemparan dari gurunya.
Semua guru yang ada di ruang guru langsung menghampiri ibu Ratih yang berteriak teriak kerena melihat Ana yang masih naik di pohon beringin.
Bukan hanya ini Ratih yang menyuruh Ana Titin banyak guru yang menyuruh Ana turun kerena pohon beringin memang tinggi dan ia bisa naik dengan mudahnya, mereka hanya takut Ana jatuh dari atas pohon saja. Apalagi ini Ratih, memohon pada hadis itu untuk turun akhirnya Ana turun dari pohon sekali loncat ia sudah sampai ke bawah sambil senyum senyum heran.
Ana heran melihat gitu yang merasa ketakutan melihat ia lompat dari dahan yang menurutnya enteng. Ana langsung di giring ke ruang guru tapi belum sempat di ruang guru Ana malah lari ke luar menuju belakang kelas 1, naik pagar dan kabur.
Ibu Ratih yang tahu Ana kabur langsung menyusul Ana, Ana yang dikejar ibu Ratih langsung menuju kantin dan kabur di belakang kantin menuju pesawahan..Memang sekolah Ana banyak pesawahan dan di bangun di dekat sawah apalagi belakang sekolah banyak hamparan padi yang masih belum masak.
Ana yang tudks.mwnyangka ibu Ratih mengejar langsung mengencangkan larinya..Guru guru lain hanya bisa mengelangkan kepala melihat tingkah laku murid seperti Ana, ya mereka baru sadar kalau ada juga murid bikin susah gurunya..
Kelas 1 A yang memang sekarang bagian ini Ratih bersorak gembira kerena dengan Andi kejar mereka juga tidak masuk kelas habis gurunya mengejar muridnya yang benar benar sulit diatur.
__ADS_1
"Untung ya ada Ana di kelas kita, kalau nggak ada wah bisa bisa dikasih pelajaran saja kita." Dengus melati..
"Yoi, sering sering kaya gini deh biar bisa nggak belajar." riang yang lain.
Melati, dan yang lainnya juga menonton adegan saling kejar antara Ana dan ibu Ratih. Tapi gadis itu langsung menuju jalan utama dengan masuk ke rumah warga, sedangkan ibu Ratih balik lagi ke kantin dengan wajah merah padam menahan gejolak hatinya yang memuncak, kaku saja ia bisa.menngkao Ana ia bakal menghukum Ana.
Tapi Ana malah pulang setelah ajang lari lari an di sawah. Jam baru menunjukan pukul 09.00 memang waktu istirahat masih lama, tapi Ana hati itu pulang apalagi bajunya juga kotor kerena ia jatuh di sawah hampir saja ia ketangkap oleh ibu Ratih.
Wanita itu sampai di ruang guru, sepatu yang ia pakai entah kemana, kalau saja sepatunya tidak copot mungkin ia bisa mendapatkan gadia itu. Ya Ini Ratih mengisi menangkap Ana tapi gagal kerena waktu ia akan menangkap Ana, gadis itu malah terjatuh dan ia juga terpeleset, mereka Sam sama jatuh hanya Ana jatuh ke sawah sebelah kiri sedangkan ia sebelah kanan.
Kalau saja jatuh sama sama ke kiri mungkin ia hari itu bisa menangkap Ana, dihukum. Tapi kenyataannya malah tidak sama sekali. Ia kesal sendiri waktu belajarnya di kelas 1 A benar benar habis oleh saling kejar antara Ana dan dirinya yang tidak pernah ia mimpikan SMA sekali..
Sedangkan Ana langsung pulang ke rumahnya dengan baju yang kotor, untung buku yang dibawa olehnya di titipkan ke kantin jadi saat ia jatuh bukunya aman tudks kotor atau basah, kalau misal buku kotor dsn basah bisa gawat kerena buku yang ia baca adalah buku di perpustakaan kemarin ia pinjam.
Sampai di rumah ia langsung menyembunyikan sepeda nya, untung di rumah sepi dan tidak ada siapa siapa, jadi ia langsung masuk kamar dan sepeda disembunyikan di belakang kamar dirinya. Hatinya berdebar sangat keras sekali kalau kalau ibu dan bapaknya tahu keadaan dirinya yang suka kabur, tapi hatinya berdoa supaya ibu dan bapaknya tidak tahu apa apa tentang dirinya.
__ADS_1
Setalah di kamar ia rebahan kerena tubuhnya merasa capai sekali, apalagi berlari dan jatuh ditambah lagi pulangnya naik sepeda otomatis ia merasakan lelah dan mengantuk. Kerena semilirnya angin yang musik lewat jendela tanpa di duga ia terlelap tidur dengan dengkuran kecil dari mulutnya.
Sedangkan ibu Tri dan pak Mamat yang masih bertugas di SD yang di Kp Pamarihan tidak tahu keadaan putrinya, mereka.hanya.menganghaoanAnansektang sekolah dsn belajar tapi sekarang Ana terlelap tidur.