Perjalanan Ana Menuju Rumah Dunia

Perjalanan Ana Menuju Rumah Dunia
chapter 75


__ADS_3

Siang itu 11.00 semua siswa siswi SMU telah pada pulang ke rumah masing masing, hanya ada Ana dan Rani yang masih belum.oulang kerena Ana berniat ada kegiatan Pramuka yang diadakan di sekolah pada jam 13.30 


Sebenarnya kalau pulang ke rumah bisa sih! Tapi kalau pulang dulu pasti malas untuk berngkatnya, jadi Ana tidak mau pulang apalagi ia juga membawa uang jajan yang agak lumayan bisa untuk makan siang di kantin. 


Kerena perutnya sudah diisi maka, Ana ke kelas kembali dan dengan kegiatan biasanya yaitu menulis, ianerniat menghabiskan waktu menulis sambil menunggu teman teman yang lainnya. Ya daripada bermain tidak ada gunanya maka ia mengisi waktu di kelasnya dengan menulis cerpen. Ya sambil menunggu teman teman yang lain Ana menulis di mejanya sendiri sambil menikmati angin yang sepoi sepoi sejuk sekali. 


Sedangkan Rani yang ada di sekolah ia tahu kau Ana berada di kelasnya. Iaasih ingat kejadian di kantin ketika Ana membabak belut mukanya bersama Mawar. Rani masih bisa merasakan tlaran dsn pukulan tangan Ana yang terasa sakit dsn nyeri. Tanpa menunggu waktu lagi ia mengendap endap ke kelasnya Ana, ia melihat gadis itu sedang anteng menulis dengan santainya dan tidak melihat Rani yang datang. 


Rani yang tahu Ana tidak melihatnya langsung menghampirinya dan


BUG 


BUG 


Rani bertubi tubi menyerang Ana dengan ganasnya. 


"Ran, sakit!' jerit Ana. 


Ana berteriak histeris kerena diserang oleh Rani yang tiba tiba, ia tidak menyangka kalau Rani bakal menyerabgnya dan membalas kelakuan dirinya pada Rani.


Gadis itu tidak memperdulikan  teriakan Ana yang kesakitan  kerena tanganya dipelintirkan oleh Rani. Ana berontak dan mengigit tangan Rani dengan cepatnya  sampai gadis itu berteriak histeris kesakitan akibat gigitan Ana. 


Rani tidak menyangka kalau Ana bakal melakukan itu pada dirinya, otomatis ia melepaskan pelintiran ketangan Ana kerena tangan dirinya juga sakit. Saat tangan terlepas, Ana langsung menghajar Rani dengan kerasnya sampai gadianitu tehuyung jatuh dan tubuhnya mengnI meja. 


Keributan itu tidak di dengar oleh yang lain, kerena teman teman yang lain sudah pulang sedangkan Ana dan Rani masih ada di sekolah kerena mereka akan mengikuti Pramuka. 


Rani langsung bangkit dari jatuhnya dan akan membekas apanyang Ana lakukan tapi dengan cepat dan tangkas Ana langsung menyepak wajah Rani sampai gadi itu melolong kesakitan, tangannya memegang wajahnya dengan cepat sekali. 

__ADS_1


Sebenarnya tadi genknya sudah mengingatkan Rani untuk tidak menganggu Ana sebelum mereka datang. Tapi kenyataannya tidak sama sekali, Rani langsung menghampiri Ana dan memukul kepala Ana dengan buku yang dipengang, tanpa menyadari, Rani langsung menarik tangan Ana dan memelintirkan tangan Ana dengan kuat sekali sampai gadis itu berteriak keras sekali. Tapi Annbeehasil mengigit tangan Rani, dan mendorong tubuh Rani ke depan. Tubuh Rani langsung tersungkur tepat mengenai meja, Rani benar benar tidak bisa berkutik sam sekali.


Ia maraung kesakitan sekali apalagi wajahnya di seoek begitu saja oleh Ana, untungnya matanya tidak kena tendangan kaku sampai kena tendangan bisa fatal akibatnya. 


"Ran, kalau itu bilang jangan main hakim sendiri kaya gini!" Ejek Anandambil jongkok dihadapan Rani..


Ia mengenggam rambut Rani yang tersungkur, dan melepaskan begitu saja. 


"Apa pegang pegang!" Terima Rani sambil menepiskan tangan Ana kasar. 


Rani langsung dudkndsn berdiri, ada perasaan malu saat ia harus kalah dari Ana tapi bagaiamanapun juga ia hanya ingin terlihat biasa saja dihadapan Ana sebenarnya ia ingin sekali mengalahkan Ana tapi thdka bisa. 


"Kamu nggak pernah kapok ya?" Tanya Ana kesal kerena tangannya dioeroiskan begitu sajanoleh Rani. 


Melihat Rani yang tadi duduk dsn berdiri dengan cepat, akhirnya Ana juga berdiri dihadapan Rani, dan..


Ana dengan beringasnya menampar muka Rani dengan kerasnya. Rani yang tidak terima langsung menarik rambut Anak merkan bukannya saling mengalah tapi malah semakin menjadi jadi. Keduanya saling tendang, terjang, pukul, cakar keduanya benar benar bergulat di kelas 2A. 


Mereka tidak ada yang melerai kerena sekolah sepi, maka keduanya saling jambak, rambut Ana ditarik kuat kuat oleh Rani, begitu juga dengan Ana menarik rambut Rani kuat sambil keduanya saling gigit. 


"Hai kalian ini kenapa malah berkelahi?" Tanya ibu kantin tergopoh ngopoh melihat Ana dan Rani berkelahi. 


Ia tidak.menduga sama sekali kalau di sekolahanasih ada kedua gadis yang sekarang sedang berkelahi, wanita itu langsung memisahkan keduanya biarpun agak susah. Kalau ia menarik Ana, Rani meyarang begitu juga sebaliknya. Akhirnya ia berada ditengah untuk memisahkan keduanya supaya sama sama tidak menyarang. Ia akhirnya berada ditangan mereka. Otomatis keduanya bisa terpisshkan. 


"Dia!" Teriak Ana dan Rani bersamaan. 


Keduanya saling tatap satu sama lainnya, Ana berada di depan ini kantin sedangkan Rani berada di belakang 

__ADS_1


"Eh! Kamu malah melawan!" Teriak Ana kesal. 


Ia hampir saja menyerang Rani, tapi dengan cepat ibu kantin menghalanginya supaya Ana Tidak menyerang Rani. 


"Kamu!'' balas Rani. 


Ia pun menyerang Ana tapi ibu kantin berusaha untuk Rani tidak menyerang Ana bagitu juga sebaliknya. Wanita itu benar benar merasa kepada kedua galso itu.


"Sudah!" Teriak ibu kantin menatap kedua siswa kelas 2 itu dengan tatapan tajam sekali. 


"Kalian lebih baik pulang, sudah siang." Tambah ibu kantin..


"Kami Pramuka Bu," Rani dan Ana bersama serempak. 


"Terus kalau kalian mau kegiatan kenapa kalian bertengkar, kalau  bertengkar di luar sekolah bukan di dalam sekolah!" Ujar ibu nining menatap keduanya. 


Ana dan Rani langsung terdiam ketika ibu kantin bicara seperti itu akhirnya keduanya menyadari kalau mereka salah tapi masih ego tidak mau.mengakui kesalahan masing masing. Ibu kantin langsung memlalikan badan menghadap Ana dan Rani, tatapan mata ibu kantin seperti menembus hati keduanya, sampai Ana dan Rani terdiam seketika juga. 


Ibu kantin hanya menggelengkan kepala saja kerena merasa heran kenapa Ana dan Rani kalau bertemu sering bertengkar seperti kucing dan anjing saja. Tatapan ibu kantin berlatih pada baju Ana dan Rani yang kotor kerena debu dan keringat.


Baju dan rok mereka juga sudah tidak karuan sama sekalian, acak acakan seperti itu, rambut mereka juga seperti sarang burung yang tidak digunakan oleh pemiliknya kusut dan tidak karuan sama sekali. 


Ibu kantin membawa Ana dan Rani ke kantinnya, sebenarnya ia akan ke rumah kakaknya yang berada di depan sekolah ada keprluan sementar. Tapi kerena melihat Ana dan Rani yang bertengkar kalau dibiarkan takut terjadi apa, akhirnya ia langsung mengajak kedua gadis menuju kantinnya. 


Setalah kedua gadis itu duduk saling berhadapan satu sama lain, ditatapnya wajah kedua gadis itu dengan tatapan mata yang tajam membuat kedua gadis itu langsung menunduk kerena di tatap sedemikian rupanya oleh ibu kantin. 


Ketiganya hanya saling diam satu sama lainnya, beberapa kali Ana maupun Rani saling menatap, kalau Ana menatap wajah Rani dsn ketahuan maka Ana pura pura tida melihat begitu juga dengan Rani.*

__ADS_1


__ADS_2