
Ana hanya diam saja dimarahi sama ibu Tri. Ya ia merasa salah sih kerena selama pelajaran yang ibu Tri berikan ia tidak bener benar serius sama sekali. Apalagi ia juga kaku mapel matematika tidak pernah memperhatikan penjelasan ibu Tri Indrayani.
Apalagi matematik sering berada di jam rawan saja. Ya jam sehabis sholat Dzuhur otomatis jam segitu bukan semangat untuk belajar tapi semangat untuk tidur siang sambil peluk guling. Apalagi kalau tidur di teras rumah atau di dalam rumah tapi jendela rumah di buka supaya Sepoi Sepoi angin mengelus tubuh saat tidur.
Mendengar alasan Ana benar benar membuat ibu Tri murka sekali, apalagi hanya Ana yang sering melawan dirinya. Tapi Ana kekeh pada pendirian diri sendiri saja, setalah dipanggil Ana langsung pergi menuju Perpustakaan sembunyi di perpustakaan tanpa di sangka oleh semua guru.
Ibu Tri yang masuk kembali tudks mendapati gadis berkacamata di kelasnya. Otomatis otak dan darahnya mendidih Melihat kelakuan Ana seperti itu. Ia marah pada anak anak yang lain kerena 1 jam menunggu An di dalam kelas tapi gadis itu tidak menampakan batang hidungnya, sampai pulang sekolah Ana tidak ikut pelajaran matematika.
Sedangkan Ana di dalam perpustakaan tidur dengan tenangnya tanpa di usik oleh semuanya, Irma yang merasa kesal sama Ana gara gara dirinya tudks masuk Irma dsn yang lainnya kena damprat oleh ibu Tri, ia juga heran saat ke perpustakaan gadis yang dicarinya tidak ditemukan, hatinya sebenarnya sudah menyangka kalau Ana ada di perpustakaan, tapi sampai pusing mencari Ana, ia tudks menemukannya..
Sebenarnya Ana tidur di kolong meja, ia sengaja sembunyi di kolong meja , untung disan ada beberapa karya yang menghalangi dirinya dari pandangan Irma, kerena gadis itu tudks menemukan Ana akhirnya Irma pulang ke rumahnya tapi hatinya bertanya tanya dalam hati keberadaan Ana sampai ia tidak menemukannya.
Kebiasaan Ana tidur di perpustakaan. Tidak diketahui oleh guru kerena ia sembunyi sambil bawa tas, jadi gurunya menyangka kalau Ana pulang ke rumah..Tapi biarpun Ana tidak pernah mengikuti pelajarannya, ia Sam sekali tidak pernah langsung pulang ke rumah, ia lebih banyak menghabiskan waktu di perpustakaan membaca atau menulis..
Jadi pantas saja kalau guru yang lain menganggap Ana pulang ke rumah, habis tasnya juga tudks ada di dalam kelas, kalau saja ada di kelas mungkin guru mapel bakal mencari ini keberadaan Ana supaya mengikuti belajar.
Keluhan demi keluhan yang disampaikan guru mapel pada pak Saryono membuat pak kapsek hanya mengelengkan kepalnya saja, ia tudks menyangka kalau selam ini Ana tidak berubah sam sekali dalam hal belajar di kelas apalagi absen guru dan KM sama sama kehadiran Ana kosong saja berarti kan gadis itu benar benar tidak masuk ke dalam kelas.
Sedangkan mapel bahasa dan sastra Indonesia menyanggah kehadiran Ana. di Absen guru mapel bahasa dan sastra Indonesia sellau aktif masuk tanpa kecuali, di tambah lagi catatan bahasa dan sastra Ana sering mengerjakan pr.
__ADS_1
Pak Saryono sebegai kepseknya hanya geleng geleng kepala saja, melihat kenyataan yang ada pada diri Ana. Dan semua guru juga hanya menghela nafas panjang melihat absen mapel bahasa Indonesia yang benar benar Ana disana aktif dan tidak sama sekali tidak ada Alfa sama sekali.
Memang kalau dipikir ia lebih menyukai bahasa sastra Indonesia dibandingkan pelajaran yang lain, pekerjaan yang lain hanya singgah saja tidak ada bekasnya.
"Na, Ana itu bagaimana? Ana pengen sekolah nggak sih?" tanya pak Mamat menatap Ana.
Ia tadi tidak sengaja ke sekolah Ana, hanya ingin melihat perkembangan Ana belajar, tapi ia sedikit shock sekali mendengar mengakuan dari guru guru Ana kalau selam kelas 2 ia Sam sekali tidak.masuk.sekolah tiap harinya. Anehnya itu Ana tiap hari selalu ada disekolah, pengaduan dari gitu gurunya membuat pak Mamat aneh dan heran kerena selam ini Ana tidak pernah menceritakan apa yang terjadi di sekolah.
Akhirnya pak Mamat mendatangi pak Saryono sebagai kepala sekolah di SMP.
"Begini pak, memang Ana tidak pernah mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru yang lain,"
"iya pak Mamat, saya lihat Ana pagi datang ke sekolah, tapi yang saya gerakan ia tidak pernah mengikuti pelajaran itu saja." tekan pak Saryono pada pak Mamat.
Mendengar berita tentang putrinya ia.lanjsungnoulang dan akan menanyakan kebenarannya pada Ana, dan sore hari setelah Ana istirahat dan sholat asyar pak Mamat mengajak Ana untuk bicara berdua di kamar nya Ana..
Melihat bapaknya mengajak dirinya ke kamar hati Ana berdebar sangat keras ia nyakin kalau ada sesuatu yang bapaknya akan katakan. Setelah di kamar benar dugaan Ana.bapaknya menanyakan keberadaan Ana selama di sekolah maupun di kelas.
Ana langsung menundukkan kepala mendengar kata kata bapaknya, ia tidak menduga kalau selam ini bapaknya mengintai dirinya tanpa sepengetahuan Ana sendiri..Pak Mamat menunggu apa yang bakal Ana ucapkan pada dirinya, ia nyakin kalau An bakal membela diri sendiri. Laki laki itu hanya menghela nafas panjang saat melihat putri pertamanya hanya diam saja tidak berkomentar apa apa padanya..
__ADS_1
"Na, bicaralah. Bapak juga nggak bakal marah kalau Ana jujur sama bapak," suara pak Mamat lembut sekali terdengar di telinga Ana..
Ana langsung menatap wajah bapaknya dengan ragu ragu sekali, ia mengaku salah kerena selam ini ia bolos kerena tidak menyukai pelajaran yang diberikan oleh gurunya terlalu formal sekali, ia lebih betah sharing ilmu.
Ia ingin sekali bicara Sepri itu tapi ia ragu apalagi kalau bicara salah, takut kena marah..
"Ana! Ayo bicara bapak nggak marah kok!" kata pak Mamat sambil menatap wajah Ana.
"Pak sebenarnya Ana nggak suka belajar seperti itu!" ucap Ana ragu.
"Maksudnya?"
Akhirnya Ana mengeluarkan unek unek hatinya. Ya An bilang pada bapaknya kalau ia tidak suka kata belajar di sekolah, banyak guru yang masuk kelas, absen mengajar tanpa ada penjelasannya sama sekali, kadang ada guru yang tidak masuk kelas hanya dibacakan oleh teman.
Ana juga cerita kalau belajar bukannya bisa malah pusing apalagi kalau jam rawan yang benar benar rawan buat matanya Ana.
( Yupz! Kerena belajar di kelas banyaknya gitu yang mengajar tidak memberikan kesempatan untuk siswa ke depan menjelaskan tentang ilmu yang diajarkan, misal guru mapel indo. Guru indo hanya memberikan penjelasan tentang cerpen tapi tidak langsung praktek atau mencari ide di lingkungan sekolah ).
( Tapi insya Allah saya menemukan tempat yang santai buat belajar siswa/ Siswi, mahasiswa maupun umum adalah di Rumah Dunia, kerena mas gong memberikan waktu pada kami untuk menjelaskan tentang cerpen di depan teman teman tanpa ada nyinyiran maupun komentar negatif😊 ).
__ADS_1
Pak Mamat hanya diam mendengar apanyang Ana ceritakan tentang pendidikan formal, dsn itu diakui oleh dirinya apalagi ia juga seorang guru di SD.*