Permaisuri Sang Penguasa

Permaisuri Sang Penguasa
season 2 : Perubahan Pangeran Xio Han Si


__ADS_3

"Kalian ajarkan Pangeran Xio Berkultivasi di halaman belakang Istana, setelah itu berendamlah dengan air yang dicampurkan air danau Surgawi." ucap Lan Hua melangkah pergi menuju kamarnya.


"Ibunda mau kemana?" tanya Lan Sing.


"Istirahat." jawab Lan Hua.


Sementara Chen dan Fang Yin tersenyum melihat Lan Hua.


"Bibi." teriak seorang pemuda yang tak lain adalah Putra Chen dan Fangyin.ia berlari memeluk Lan Hua.


Lan Hua sudah tau dan tersenyum.


"Apa kau Anak Gege dan Jiejie." ucap Lan Hua.


Pemuda itu mengangguk.


"Kau tampan sekali, Kultivasi mu tingkatan berapa Anak tampan?" ucap Lan Hua.


"Ah, aku masih lemah Bibi, aku harap Bibi akan mengajariku. Ibunda dan Ayahanda selalu bercerita tentang Bibi, aku kagum pada Bibi, aku ingin sekuat Bibi." ucap Jio.


"Baiklah Bibi akan beristirahat dulu." ucap Lan Hua tersenyum dan pergi menuju kediamannya.


"Dia tidak berubah." ucap Chen tersenyum menatap punggung Lan Hua.


"Gege ayo." ucap Lan Sing menarik lengan Pangeran Xio Han Si menuju halaman Istana belakang.


Disisi lain..


Kekaisaran Xio.


Kaisar Xio saat mendapatkan surat dari Kaisar Feng ia sangat terkejut.


Bagaimana bisa Putranya kenal dengan Lan Sing batin Kaisar Xio.


"Ayahanda ada apa?" tanya Pangeran Yuchen


"Ayah menerima surat dari Kaisar Feng, bahwa Gege mu ada di Istana Feng." ucap Kaisar Xio menatap Pangeran Yuchen.


"Ayahanda jangan khawatir." ucap Putri Xio Ji Yu menghampiri Kaisar Xio dan Pangeran Yuchen. Saat mendengar kabar ada surat dari Kaisar Feng ia mengerti tentang sesuatu pada Gegenya.


"Gege sudah kenal lama dengan Putri Lan Sing."


"Tapi bagaimana? Ayah takut terjadi sesuatu pada mereka, kau tau sendiri Putri Lan Sing Permaisuri di Kekaisaran Zing." ucap Kaisar Xio mengernyitkan dahinya.


"Tenanglah Ayahanda, Putri Lan Sing tau cara menyembuhkan Gege, aku yakin Gege segera kembali." ucap Pangeran Yuchen tersenyum.


"Hemmm, semoga hal itu terjadi." ucap Kaisar Xio dengan wajah lesunya.


******

__ADS_1


Kini tiga Bulan telah berlalu Pangeran Xio Han Si di latih sangat keras oleh Red dan Dragon.


Lan Sing selalu menemani Pangeran Xio Han Si dan menyemangatinya. Sementara Lan Hua dan Pangeran Yuan Feng sesekali pulang Kekaisaran Feng menemui Kelurganya.


Kabar gembira di Kekaisaran Feng dari Putri Xio Ji Li yang telah hamil dua Bulan.


Sementara Kaisar Xio dan Kaisar Zing Juan telah berdamai, kini mereka akrap antara Paman dan Keponakan.


Kaisar Xio dan Permaisuri Xia sering menangis.mereka tidak ada hentinya mengharapkan kepulangan Pangerang Xio Han Si.


Di Pagi hari Istana Bunga halaman belakang.


Pangeran Xio Han Si telah seminggu bermeditasi di danau kecil bercampur dengan Air Danau Surgawi untuk membangkitkan Naga Hitam.


Jedarrrr....


Suara petir di atas langit, berkumpulah pusaran angin berwarna hitam.Lan Hua yang mendengarkan suara tersebut langsung bangkit dari tempat santainya, ia langsung menuju halaman belakang.


Lan Hua melihat semua penghuni Istana Bunga menghampiri Pangeran Xio Han Si yang mengeluarkan asap hitam dari tubuhnya.


"Dragon, masuklah kedalam tubuh Pangeran Xio, netralkan kekuatannya." teriak Lan Hua.


Dragon mengubah tubuhnya menjadi Naga dan memasuki tubuh Pangeran Xio Han Si...


Agggggghhhhhrrrr....


Teriakan Pangeran Xio Han Si menggelagar di Hutan Surgawi, rasa sakit menjalar di tubuhnya seakan sakitnya lebih parah dari tubuh yang dibakar.Semua penghuni Istana Bunga takut bercampur khawatir.


"Ibunda ada apa?" tanya Lan Sing menangis tersedu sedu.


"Tenanglah, Ibunda yakin Pangeran Xio pasti bisa melewatinya." ucap Lan Hua menatap Pangeran Xio Han Si yang kesakitan.


"Lan'er tenanglah." ucap Pangeran Yuan Feng memeluk Lan Sing.


Setelah mengalami kesakitan selama tiga jam.tubuh Pangeran Xio Han Si mengeluarkan cahaya.Dragon langsung keluar dari tubuh Pangeran Xio Han Si.


Kemudian dari atas langit munculah se ekor Naga Hitam bermata hijau, tubuhnya memiliki dua warna yaitu Hijau dan Hitam.


"Lan'er lihatlah." ucap Lan Hua.


Lan Sing menoleh, Ia terkejut melihat seorang laki laki yang sangat tampan bahkan tiada duanya di semua Kekaisaran.semua penghuni Istana Bunga melihat Pangeran Xio mengelurkan air liurnya, tubuh yang kekar, otot yang kuat.satu kata untuknya.


"Tampan." ucap mereka semua tanpa berkedip.


Lan Sing menoleh, ia menghapus air matanya dan menghampiri Pangeran Xio Han Si.


"Lan'er." ucap Pangeran Xio Han Si menghampiri Lan Sing.


"Gege." ucap Lan Sing memeluk erat Pangeran Xio Han Si..

__ADS_1


Semua penghuni Istana menatap haru pada mereka.kini kebahagian akan segera tiba...


"Prajurit, Pelayan bubar." teriak Lan Hua.


Para prajurit dan pelayan bubar kini tinggalah penghuni Istana Bunga.


"Ekhem, sebaiknya kalian hentikan bermesraannya.Pangeran Xio Han Si segeralah mengganti hanfunya agar kau tak menjadi es." ucap Lan Hua.


Pangeran Xio Han Si melepaskan pelukannya pada Lan Sing.


"Terimakasih, Permaisuri Lan Hua." ucap Pangeran Xio Han Si menunduk hormat.


"Tidak perlu seperti itu kau akan menjadi menantuku. Jadi sekarang kau sudah berubah jadi laki laki tampan, aku kira kau akan berubah jadi Power Rengers." ucap Lan Hua terkekeh.


"Siapa Power Rengers Ibunda?" tanya Pangeran Yuan Feng.


"Kau tidak akan tau, cepatlah kita akan segera kembali ke Kaisaran Feng." ucap Lan Hua meninggalkan mereka.


Pangeran Xio dan Lan Sing saling menatap tersenyum.


Mereka menuju kediaman mereka untuk bersiap siap.


Setelah bersiap siap, mereka berkumpul di aula Istana Bunga.


"Gege terimaksih." ucap Lan Hua.


"Tidak perlu seperti itu, Istana Bunga adalah rumah mu." ucap Chen memeluk Lan Hua.


"Benar, sering seringlah kesini." ucap Fang Yin menatap Lan Hua.


"Bibi kapan kesini lagi?" ucap Jio putra Fang Yin.


"Bibi akan sering kesini, tapi Bibi tidak janji sayang.Jio'er lah yang seharusnya menemui Bibi, bukan Bibi yang sering kesini." ucap Lan Hua terkekeh dan mengelus lembut kepala Jio.


"Pangeran Xio Han Si, aku titip Keponakan ku Lan Sing, jaga ia jangan sampai kau menduakannya. Dia adalah mutiara di dalam lautan sangat sulit untuk mendapatkannya, hidup berumah tangga banyak cobaannya. Suatu saat nanti kau akan menghadapinya, apalagi menjadi seorang Kaisar.ujian kalian adalah Selir." ucap Fang Yin menatap lekat Pangeran Xio.


"Jika kau berani menyakitinya, aku sebagai Pamannya tidak akan tinggal diam, aku yakinkan Kekaisaran Xio runtuh dalam sekejap." ucap Chen menatap tajam Pangeran Xio Han Si.


"Terimakasih, Paman dan Bibi.aku akan selalu mengingat nasehat kalian." ucap Pangeran Xio Han Si tersenyum.


"Baiklah terimakasih Gege, Jiejie." ucap Lan Hua melangkah kan kakinya keluar dari Istana Bunga di ikuti Pangeran Xio, Lan Sing, Pangeran Yuan Feng, Rexi dan Dragon serta Red yang sudah kembali menjadi se ekor Naga dan Burung Phoenix.


Sampailah mereka di luar Hutan Surgawi.


Lan Hua menatap Pangeran Xio.


"Aku harap kau bisa menjaga rahasia ini Pangeran." ucap Lan Hua.


"Baik Permaisuri, hamba akan merahasiakannya." ucap Pangeran Xio.

__ADS_1


"Jangan bersikap formal, panggil aku Ibunda." ucap Lan Hua menaiki Rexi dan mengepakkan sayapnya menuju Kekaisaran Feng.


__ADS_2