
10 bulan kemudian.
Terlihat seorang wanita dengan perut membuncit melihat ke arah danau. Wanita itu menggunakan payung sebagai penghalang rintiknya air hujan. Tangannya yang putih dan halus mengusap lembut perut buncitnya. Wanita itu yang tak lain adalah Qi Luxia yang sekarang telah menjadi seorang Permaisuri.
Selang beberapa saat datanglah seorang laki-laki, ia menaruh pakaian hangat ke tubuh wanita itu. Laki-laki itu memeluk Permaisuri Qi Luxia dari belakang.
"Permaisuri, kenapa ada disini?" tanya seorang laki-laki dengan lembut.
"Hamba senang melihat pemandangan ini Yang Mulia," jawabnya lembut. Lalu menoleh ke wajah laki-laki itu. Dalam hatinya ia tidak menyangka menjadi seorang istri laki-laki sang Penguasa Kaisar Yuan Feng yang beberapa bulan lalu telah di angkat menjadi seorang Kaisar.
"Apa Yang Mulia sudah menengok Ayahanda?" sambungnya lagi.
"Belum mari kita menengoknya," ucap laki-laki itu seraya menggandeng lengan istrinya. Ia tersenyum lembut melihat Permaisuri Qi Luxia.
Belum beberapa langkah, tiba-tiba perutnya terasa sakit. Ia meremas lengan Kaisar Yuan.
"Permaisuri ada apa?" tanya Kaisar Feng khawatir melihat wajah Permaisuri Qi Luxia meringis kesakitan.
"Perut hamba sakit, Yang Mulia." ucapnya dengan suara terbata-bata.
"Cepat panggilkan Tabib istana," teriaknya.
Tanpa berfikir panjang lagi. Kaisar Feng langsung menggendong tubuh Permaisuri Qi Luxia menuju ke kediamannya. Ia membaringkan tubuh Permaisuri Qi Luxia dengan hati-hati.
Selang beberapa saat datanglah Tabib istana. Tabib itu memberi hormat dan langsung memeriksa tubuh Permaisuri Qi Luxia.
"Sepertinya Permaisuri akan segera melahirkan." ucap Tabib istana, "Cepat kalian persiapkan air," perintah Tabib itu ke para pelayan.
"Yang Mulia, mohon Yang Mulia keluar dulu. Biar hamba membantu proses melahirkan Permaisuri."
Kaisar Yuan Feng mengangguk mengerti, sebelum pergi ia menghampiri Permaisuri Qi Luxia dan mengecup keningnya.
__ADS_1
"Aku menunggu mu dan anak kita Lu'er," ucapnya berlalu pergi.
Di luar kediaman terlihat Kaisar Feng, Lan Hua, Pangeran Jixiang dan Permaisuri Xio Ji Lie. Mereka langsung menghampiri Kaisar Yuan.
"Bagaimana keadaan Permaisuri?" tanya Lan Hua khawatir.
"Tabib istana akan membantunya melahirkan Ibunda. Jadi Ibunda jangan khawatir." ucapnya seraya memeluk Lan Hua. Jujur saja di dalam hatinya juga khawatir. Namun ia sangat yakin jika semuanya akan baik-baik saja.
Kaisar Yuan melepaskan pelukannya dan menghampiri laki-laki yang sedang duduk di kursi roda itu, "Ayahanda, kenapa Ayahanda ada di sini?" tanya Kaisar Feng.
"Aku hanya ingin bertemu dengan cucuku," jawabnya terkekeh.
"Hah, mereka akan baik-baik saja. Apa Ayahanda sudah minum obat?" tanya Kaisar Yuan.
"Tubuhku akan membaik tanpa obat," jawabnya santai.
"Ibunda," Kaisar Yuan melihat ke arah Lan Hua, "Jangan khawatir Yang Mulia sudah minum obat," jawab Lan Hua seraya menggenggam tangan Kaisar Feng.
hoek
hoek
hoek
Terdengar tangisan bayi dari dalam kediaman. Semua orang yang menunggu kelahiran bayi itu menangis terharu.
"Ibunda, Ayahanda. Aku, aku sudah menjadi seorang Ayah."
Kaisar Yuan menjatuhkan dirinya kedalam pelukan Lan Hua. Ia menangis di pelukan sang Ibunda.
"Hormat hamba Yang Mulia," ucap seorang wanita paruh baya dengan menggendong bayi merah di tangannya.
__ADS_1
"Selamat Yang Mulia, Pangeran telah lahir dengan sehat."
Kaisar Yuan segera mengambil alih bayi mungil itu, ia menatap lekat wajah bayi itu. Wajahnya sama persis dengan wajah Permaisuri Qi Luxia.
"Selamat Putra ku," Lan Hua mengelus pipi merah bayi mungil itu.
"Yuan'er aku ingin menggendong cucuku. Kau temui Permaisuri dulu." ucap Kaisar Feng menyodorkan kedua tangannya. Ia tidak sabar menggendong cucunya.
"Yuan'er, selamat." ucap Pangeran Jixiang memeluk Kaisar Yuan dan menepuk bahunya.
"Terimakasih Gege," ucap Kaisar Yuan melepaskan pelukannya. Ia langsung masuk ke dalam kediaman.
"Yang Mulia," lirih wanita itu dengan suara lemah.
"Permaisuri, Permaisuri bagaimana keadaan Permaisuri ?" tanya Kaisar Yuan seraya menggenggam tangan Permaisuri Qi Luxia.
"Hamba baik Yang Mulia," jawabnya di iringi senyuman.
"Selamat Putri ku, kau akhirnya melahirkan seorang Putra. Hah, aku kira Putra ku ini tidak akan mampu melahirkan seorang Putra. Untung saja Putra ku yang sok tampan ini mengubah pikirannya. Jika tidak sudah ku pastikan dia akan menerima hukuman." ucap Lan Hua tersenyum sinis.
"Ibunda," ucap Kaisar Yuan hanya melongo.
Semua orang tertawa melihat wajah Kaisar Yuan.
"Jangan menggoda Putra tampan mu ini," ucap Kaisar Yuan. Lagi-lagi ia memeluk Lan Hua selaku Ibunda tercintanya itu.
"Ini,"
Kaisar Feng menyerahkan bayi itu ke tangan Permaisuri Qi Luxia.
Permaisuri Qi Luxia mencium kening san Putra dan meneteskan air mata bahagianya.
__ADS_1
Kini Kekaisaran Feng telah bertambahnya anggota baru. Semua Rakyat menyambut hangatnya kelahiran anggota baru. Bahkan semua Rakyat dan anggota istana merasa bersyukur dengan sepenuh hati.