Permaisuri Sang Penguasa

Permaisuri Sang Penguasa
Menolong


__ADS_3

"Tunggu Nona."


Langkah kaki Lan Hua terhenti.


"Bisakah kami ikut dengan Nona." Ucap Pangeran Hongli. Ia berharap wanita di depannya mau menolongnya, yang terpenting sekarang adalah kesembuhan Kaisar Zhang dan ia yakin, wanita di depannya tau seluk beluk Hutan Surgawi.


"Ck, untuk apa kalian ikut dengan ku. Aku tidak memiliki urusan dengan kalian." Ujar Lan Hua datar. "Dan untuk yang tadi, aku bukan menolong kalian. Karena tidur ku terusik oleh orang yang tidak waras itu." Sambungnya lagi. Ia melanjutkan langkahnya, kemudian kembali berhenti. "Sebaiknya kalian cepat meninggalkan tempat ini. Sebelum pembunuh itu datang lagi."


"Nona tolong lah kami. Aku mohon tolonglah Gege ku." Ucap Pangeran Hongli memohon. Ia tidak tau lagi harus kemana, bisa saja penjaga Hutan Surgawi menyerang mereka.


"Nona, tolong beri hormat pada Yang Mulia Kaisar Zhang." Ucap Jendral Phan dengan nada menekan. Ia tak suka, seseorang yang tidak sederajat dengan Kaisar Zhang tidak menaruh hormat.


"Hemm, yang butuh pertolongan itu kalian, bukan aku." Ucap Lan Hua tersenyum sinis kearah Jenderal Phan seraya menyilangkan kedua tangannya di dadanya.


Lan Hua merasa iba melihat Kaisar Zhang yang hampir pingsan. "Baiklah aku berbaik hati pada kalian, aku akan mengantarkan kalian ke sebuah gua,, kalian bisa beristirahat disana, ikuti aku." Ucap Lan Hua melangkah pergi di ikuti mereka.


Sampailah mereka di sebuah gua dekat sungai.


"Tunggulah disini aku akan mencari obat penawar racun untuk kalian." Ucap Lan Hua berlalu pergi.


Tidak butuh waktu lama, Lan Hua membawa berbagai macam tanaman di tangannya.


"Tumbuklah ramuan ini, obati luka kalian. Aku akan ke sungai mencari ikan." Lan Hua melemparkan ramuan itu ke Pangeran Hongli.


Jenderal Phan geram melihat tingkah laku Lan Hua yang tidak ada sopan-sopannya sangat geram. "Nona bisakah anda memiliki sopan santun. Apa orang tua anda tidak mengajarkan tata krama?" teriak Jenderal Phan menggelagar di gua itu.


Deg....

__ADS_1


Jantung Lan Hua se akan berhenti mendengar ucapan Jenderal Phan..


Lan Hua mengepalkan tanganya. Dadanya naik turun menahan sakit yang ia rasa. Ia menghempaskan tangannya hingga Jenderal Phan terbang ke belakang menabrak dinding gua.


Seketika aura pembunuh itu keluar dari tubuhnya. Air matanya menggenang, ia terkekeh menutupi rasa sakitnya.


"Berani kau mengatakan tentang orang tua ku. Akan aku pastikan kau sama dengan pembunuh bayaran tadi." Ucap Lan Hua melotot tajam ke arah Jenderal Phan.


Jenderal Phan mengeluarkan darah dari mulutnya. Nyalinya menciut ketika melihat tatapan tajam Lan Hua


Uhuk


Uhuk


Uhuk


"Nona maafkan Jenderal kami." Ucap Kaisar Zhang yang tak enak hati.


Lan Hua langsung meninggalkan mereka yang menahan amarahnya.


"Tuan aku bisa membunuh orang itu, yang tidak hormat pada tuan." Ucap Red yang sama menahan geramnya.


"Benar tuan rasanya aku ingin membunuhnya. Berani sekali mereka melawan Ratu kami." Timpal Dragon marah yang tak kalah terima.


"Biarkan saja." Ucap Lan Hua.


Ia pun mencari sepotong bambu. Lalu menebasnya dengan pedangnya. Ia membuat salah satu bagiannya runcing.

__ADS_1


Lan Hua turun ke dalam sungai, ia melihat sekelilingnya. Sekali bambu itu menancap di dalam air, seketika satu ekor ikan tertusuk di bambunya.


Selang beberapa saat Lan Hua sudah menangkap 20 ekor ikan dan memanggangnya.


Pangeran Hongli pun menghampiri Lan Hua, ia tidak tahan dengan aroma harum ikan panggang di tangan Lan Hua.


Pangeran Hongli memilih duduk di samping Lan Hua dan menyapanya.


"Nona, terima kasih." Ucap Pangeran Hongli menatap Lan Hua yang masih fokus memanggang ikan.


"Nona bolehkah saya tau, kenapa Nona ada di hutan ini?" tanya Pangeran Hongli yang ingin memecahkan keheningan.


"Hemmm, apakah penting menjawab pertanyaan mu?" tanya balik Lan Hua seraya menatap ke arahnya. Pangeran Hongli hanya tersenyum dengan jawaban Lan Hua.


Gadis ini sungguh menarik, ia bahkan terlihat seperti putri bangsawan. Jika di lihat dari bajunya saja terbuat dari sutra terbaik, bahkan kulitnya pun halus..Tidak mungkin ia seorang pengembara batin Pangeran Hongli..


Lan Hua memberikan satu ikan yang sudah matang ke Pangeran Hongli.


Pangeran Hongli menerima ikan itu dengan senang hati, ia memakan ikan panggang di tangannya dengan lahap karena memang ia lapar sedari tadi.


"Setelah kau sembuh cepatlah pergi dari tempat ini." Ucap Lan Hua yang fokus memanggang ikan lagi.


"Maaf Nona, kami tidak bisa pergi karena kami mencari Bunga Aster putih untuk mengobati racun Ibu Sur."


Lan Hua langsung mengernyitkan dahinya mendengarkan ucapan Pangeran Hongli Bunga Aster putih batin Lan Hua.


"Tuan, bukankah tuan memiliki Bunga Aster putih bahkan di dalam ruang dimensi sangat banyak." Ucap Dragon.

__ADS_1


"Diamlah Gege mana mungkin aku memberikan pada mereka secara percuma." Ucap Lan Hua.


"Seminggu lagi Bunga Aster putih akan mekar." Ucap Lan Hua datar.


__ADS_2