Permaisuri Sang Penguasa

Permaisuri Sang Penguasa
season 2 : Bahagia bersama dan Mengungkapkan Kebenaran


__ADS_3

"Gege aku lapar." ucap Lan Sing manja.


"Baiklah ayo kita makan bersama." ucap Pangeran Xio Han Si menggenggam tangan Lan Sing.


Merekapun makan bersama,sesekali Pangeran Xio Han Si mengambilkan lauk dan sayur ke piring Lan Sing.


Xio Ji Yu dan Pangeran Yuchen saling melirik.


Selesai makan Lan Sing menatap Xio Ji Yu dan Pangeran Yuchen.


"Kenapa kalian masih ada disini?" ucap Lan Sing.


"Memangnya kami salah jika kami merindukan Gege?" ucap Pangeran Yuchen.


"Salah kalian mengganggunya." ucap Lan Sing memutar bola matanya.


"Kau." ucap Pangeran Yuchen yang sangat kesal pada Lan Sing.


"Kenapa mau memukulku? aku tidak takut." ucap Lan Sing tersenyum sinis.


"Ternyata benar rumor jika putri Lan Sing menyebalkan." ucap Pangeran Yuchen menatap Lan Sing tajam.


"Ya aku menyebalkan, tapi aku cantik." ucap Lan Sing mengacungkan jempolnya dan mengkedipkan salah satunya.


Sementara Pangeran Xio Han Si dan Xio Ji Li tertawa melihat perdebatan mereka tidak ada yang mau mengalah.


"Gege,aku malas berdebat dengan nya." ucap Lan Sing cemberut.


"Sama aku juga tidak ingin berdebat dengan wanita yang banyak bicara." ucap Pangeran Yuchen.


"Sudah,, sudah,, jangan ribut.Gege ada sesuatu untuk mu. Kita akan ke danau." ucap Pangeran Han Si menatap Ling Sing tersenyum.


"Wah, aku ingin melihatnya Gege." ucap Lan Sing tersenyum "ayo Gege." ucap Lan Sing menggeliat manja di lengan Pangeran Xio Han Si.


Pangeran Xio Han Si membalasnya dengan senyuman dan membawa Lan sing keluar.


sampai di pintu Lan Sing menoleh ke Pangeran Yuchen.


Wekk....


Lan Sing menjulurkan lidahnya ke Pangeran Yuchen.


Pangeran Yuchen melihat ejekan Lan Sing hanya bisa menahan amarahnya sementara Xio Ji Li tertawa geli.


"Gege, hadiah apa yang ingin Gege tunjukkan?" ucap Lan Sing.


"Nanti kau tau." ucap Pangeran Xio Han Si.

__ADS_1


Sampai di danau Lan Sing terkejut, ia melihat sebuah perahu di taburi bermacam bunga mawar. Di sekeliling perahu terdapat Bunga Sakura yang menempel dan di temani penerangan lilin.


"Gege apa ini untukku?" ucap Lan Sing menatap Pangeran Xio Han Si.


"untuk Meimei tercinta." ucap Pangeran Han si tanpa sadar mencium kening Lan Sing.


Lan Sing tersenyum ia mengajak Pangeran Xio Han Si menaiki perahu tersebut.


Sampai di pertengahan danau Lan Sing menatap sang bulan. Entah mengapa hatinya bahagia ketika bersama Pangeran Xio Han Si semua yang terjadi di Istana seakan ia lupa tak pernah terjadi apa apa.


"Gege terimakasih." ucap Lan Sing yang setianya menatap bulan.


Pangeran Xio Han Si tersenyum ia terus menatap kecantikan Lan Sing.


"Untuk apa kau berterimakasih, kau Meimeiku jadi seharusnya aku membahagiakan mu." ucap Pangeran Xio Han Si tersenyum.


"Bagaimana dengan mu di Istana." ucap pangeran Xio Han Si.


"Hah." Lan Sing menghela nafas "Ia sudah mengangkat Selir yaitu kekasihnya sendiri Fu Mei." ucap Lan Sing menatap Pangeran Xio Han Si.


Pangeran Xio Han Si langsung memeluk Lan Sing. "Jangan bersedih." dengan mengelus kepala Lan Sing.


Lan Sing tertawa. "Gege kenapa kau khawatir tenang saja setelah aku membalas mereka, aku akan meninggalkan Kekaisaran Zing." ucap Lan Sing melepaskan pelukan Pangeran Xio Han Si.


Lan Sing dengan usilnya ia memercikkan air ke wajah Pangeran Xio Han Si. Tentu Pangeran Xi Han Si membalas perlakuan Lan Sing.


Sang bulan pun seakan ikut tersenyum melihat awal kisah percintaan mereka..


Dua jam kemudian..


"Gege aku lelah." ucap Lan Sing merebahkan kepalanya ke paha Pangeran Xio Han Si.


Pangeran Xio Han Si terkejut wajahnya memerah begitu pun hatinya berbunga bunga.


Ia pun Mengelus kepala Lan Sing dan tersenyum menatapanya.


"Gege kau mengingatkan ku pada Pangeran Jixiang, kau tau di sering mengelusku seperti ini." ucap Lan Sing meneteskan air matanya "Dan kau tau Pangeran Yuchen mengingatkan ku pada putra mahkota Yuan Feng mereka sama sama menyebalkan." ucap Lan Sing yang memejamkan matanya mengingat semua kenangan di Kekaisaran Feng.


Pangeran Xio Han Si merasakan sakit ketika melihat air mata Lan Sing.


Ia menghapus air mata Lan Sing dengan jarinya yang keras.


"Apa kau merindukannya?" ucap Pangeran Xio Han Si.


"Sangat,, sangat merindukannya." ucap Lan Sing bangun dari paha Pangeran Xio Han Si dan memeluknya.


"Gege aku ingin bertemu dengan mereka,aku ingin pulang." ucap Lan Sing menangis tersedu sedu.

__ADS_1


"Tenanglah, Gege janji akan menjagamu dan membawa mu kesana." ucap Pangeran Xio Han Si. ''Jika kau mau, sekarang Gege akan mengantar mu." ucap Pangeran Xio Han Si mengelus punggung Lan Sing.


Lan Sing melepaskan pelukannya menatap Pangeran Xio Han Si.


"Tidak Gege, mereka akan curiga urusan ku disini belum selesai,, emm Gege untuk hari kedepannya aku minta maaf akan jarang menemui Gege, tapi aku janji akan menemui Gege secepatnya setelah urusan ku selesai dan membawa Gege ke Kaisaran Feng untuk menemui Ibunda dan Ayahanda." ucap Lin Sing menatap Pangeran Xio Han Si.


"Tidak,Gege sangat malu,lihatlah tubuh Gege." ucap Pangeran Xio Han Si menunduk.


"Tidak Gege,aku tau caranya agar Gege bisa sembuh." ucap Lan Sing.


"Tidak akan ada obat penyembuh penyakitku, ini penyakit kutukan." ucap Pangeran Xio Han Si.


"Gege percayalah, sebenarnya Gege mempunyai Kultivasi Hitam." ucap Lan Sing.


Pangeran Xio Han Si menatap Lan Sing "Gege tidak pernah mempelajarinya, itu tidak mungkin."


"Baiklah, sebelum Gege lahir bukankah Gege terkena mantra Kultivasi Hitam. Karna tubuhnya Gege masih bayi menyebabkan tubuh Gege tidak kuat dan menjadikan tubuh Gege seperti ini. Jadi sebenarnya Gege bisa sembuh jika Gege mempelajari Kultivasi Hitam. Tapi hanya Ibunda yang tau.percayalah Gege." ucap Lan Sing mantap.


"Benarkah,apa aku bisa sembuh." ucap Pangeran Xio Han Si dengan wajah berbinar.


"Benar Gege, jadi Gege tunggu saja urusan ku selesai." ucap Lan Sing.


Karna bahagia Pangeran Xio Han Si memeluk Lan Sing "Terimakasih" ucap Pangeran Xio Han Si.


"Baiklah Gege." ucap Lan Sing melepaskan pelukannya. "Aku harus kembali, Gege beristirahatlah." ucap Lan Sing tersenyum dan meleset pergi menggunakan qingqongnya.


"Hati hati." teriak Pangeran Xio Han Si. Ia pun kembali kegubuknya.


Sampai di gubuk Pangeran Xio Han Si melihat Xio Ji Yu dan Pangeran Yuchen menunggunya.


"Gege." ucap Pangeran Yuchen.


"Hem, ada apa? kenapa kalian masih disini?" ucap Pangeran Xio Han Si datar.


"Gege ayo kita pulang,kita akan menemukan cara mengobati Gege." ucap Xio Ji Yu menatap Pangeran Xio Han Si.


"Tenanglah, kalian pulanglah Gege sudah menemukan caranya, hanya saja Putri Lan Sing yang mengetahuinya." ucap pangeran Xio Han Si.


Putri Xio Ji Yu dan Pangeran Yuchen kebingungan.


"Tapi Gege bagaimana mungkin ia tau." ucap pangeran Yuchen.


"Kita tunggu saja, Gege percaya padanya." ucap Pangeran Xio Han Si menepuk bahu Pangeran Yuchen.


"Sekarang cepat pergi Ibunda dan Ayahanda pasti khawatir dan aku titip salam pada mereka, aku akan kembali jadi jaga kesehatan kalian semua." ucap Pangeran Xio Han Si.


Putri Xio Ji Yu dan Pangeran Yuchen mengangguk, mereka meneteskan air mata bahagia.. Akhirnya merekapun menuruti permintaan Pangeran Xio Han Si dan pergi menuju Kekaisaran Xio.

__ADS_1


Aku harap tubuhku ini kembali normal,aku ingin menjadikan Lan sing sebagai istriku, aku ingin, ia tidak malu mempunyai suami sepertiku batin Pangeran Xio Han Si menatap tangannya.


__ADS_2