Permaisuri Sang Penguasa

Permaisuri Sang Penguasa
season 3 : Bertemu Dengan Huang Xue Na


__ADS_3

Matahari telah memancarkan auranya, sang burung telah bangun dari tidurnya. Kokok ayam mulai terdengar. Namun masih saja terlihat sepasang insan yang tak bergeming dari tempat tidurnya. Lain halnya dengan sang wanita. Ia merasa lelah dan enggan untuk bangun. Seluruh tenaganya terkuras habis.


"Putra Mahkota apa anda tidak mau bangun," ucap seorang wanita yang masih berat membuka matanya.


"Biarkan saja seperti ini, aku masih enggan untuk bangun." jawabnya seraya mengeratkan pelukannya.


"Apa Putri masih memiliki tenaga, jika Putri memiliki tenaga bagaimana jika kita melakukannya lagi,"


Seketika Putra Mahkota Yuan Feng membuka matanya. Dengan gerakan cepat, Putra Mahkota mencium leher putih itu.


"Putra Mahkota," panggil Putri Mahkota membalikkan badannya dan menatap ke arah wajah tampan Putra Mahkota.


"Bisakah Putra Mahkota tidak melakukannya. Hamba sangat lelah." cicitnya dengan wajah merona.


"Heh, setelah membangunkan singa yang tidur. Apa Putri tidak mau tanggung jawab,"


"Tapi ..."


Putra Mahkota langsung mencium Putri Mahkota. Tangannya mulai bermain di kedua benda kenyal itu. Suara desahan mulai keluar dari mulut Putri Mahkota. Putra Mahkota langsung menghimpit tubuh Putri Mahkota dan melakukan aksinya lagi. Rupanya terowongan itu masih sempit, hingga membuat sang junior harus sekuat tenaga memasukinya.


Desahan itu mulai keluar dari mulut keduanya, Putri Mahkota menikmati setiap sentuhan Putra Mahkota. Sampailah Putra Mahkota mencapai klimaks dan menyemburkan benihnya di rahim Putri Mahkota.


Sejenak keduanya beristirahat. Mereka menghembuskan nafas lelah seakan.


"Putri bagaimana jika kita tunda untuk menemui Huang Xue Na."


Putra Mahkota menoleh, melihat ke arah Putri Mahkota.

__ADS_1


"Bagaimana jika sakitnya parah? Sebaiknya kita harus menemuinya. Aku juga ingin memperjelas padanya. Jika hatiku tidak mau berbagi suami." ucap Putri Mahkota lalu menoleh ke arah Putra Mahkota Yuan Feng. Sejenak mereka saling menatap dan tersenyum.


"Em, baiklah."


Putra Mahkota beranjak berdiri dan memungut hanfunya yang berserakah di lantai.


"Pelayan siapkan air hangat," teriak Putra Mahkota seraya memakai hanfunya kembali.


Putri Mahkota Qi Luxia bermaksud turun dari ranjangnya. Namun saat ia menggerakkan kakinya, di area sensitifnya sangat sakit.


"Au,"


"Ada apa?" tanya Putra Mahkota menyikapi kelambu ranjang itu.


"Tidak apa Putra Mahkota. Hamba hanya merasakan sakit si bawah itu."


"Hah, kenapa tidak menungguku. Aku bisa membantu mu."


Setelah selesai memasangkan hanfu putih itu, Putra Mahkota mendaratkan kecupan kecil di dahi Putri Mahkota.


Sedangkan Putri Mahkota, lagi-lagi serangan dadakan itu membuat tubuhnya membeku bak tersengat listrik hangat.


"Aku mencintaimu Qi Luxia." ucap Putra Mahkota tersenyum lembut.


tok


tok

__ADS_1


tok


"Masuklah,"


"Hormat hamba, Putra Mahkota. Air hangatnya telah selesai hamba siapkan." ucap pelayan An.


Putra Mahkota mengangkat tubuh Putri Mahkota ala bridal style. Lalu menuju ke arah pemandian. Dengan hati-hati Putra Mahkota melepaskan hanfu Putri Mahkota Qi Luxia.


"Putra Mahkota tidak perlu seperti itu, biarkan hamba saja." ucap Putri Mahkota menunduk.


"Sudahlah, lagi pula aku sudah melihatnya. Bahkan merasakannya."


"Putra Mahkota,"


Putra Mahkota Yuan Feng terkekeh. Ia mengangkat tubuh Putri Mahkota dan menaruh tubuhnya di bak mandi dengan bercampur taburan bunga air mawar.


Cup


Putra Mahkota Yuan Feng mendaratkan ciumannya di kening Putri Mahkota dan berlalu pergi.


30 menit kemudian.


Setelah Putra Mahkota dan Putri Mahkota selesai dengan aktivitas membersihkan tubuh mereka dan merias diri. Mereka langsung menuju ke arah penginapan Huang Xue Na..


Sesampainya di penginapan itu. Putra Mahkota Yuan Feng langsung menuju ke kediaman Huang Xue Na dengan diikuti Putri Mahkota dan menggenggam tangannya.


Saat tangan Putra Mahkota ingin membuka pintu kediaman Huang Xue Na. Tanpa sadar pintu itu terbuka dengan sendirinya dan memperlihatkan wanita cantik dengan wajah pucat.

__ADS_1


"Putra Mahkota," teriaknya dengan wajah berbinar.rdy


Wanita itu langsung memeluk Putra Mahkota Yuan Feng. Tanpa ia sadari di belakang Putra Mahkota. Ada hati wanita yang terbakar cemburu.


__ADS_2