Permaisuri Sang Penguasa

Permaisuri Sang Penguasa
Berlatih


__ADS_3

Pavilium teratai...


"Apa? jadi Ibu Suri menyuruh Lan Hua memiliki anak !" teriak Selir Mei mengeraskan rahangnya.


"Benar Selir, hamba mendengarnya sendiri jika


Ibu Suri mengharapkan penerus dari Permaisuri."


"Sie Yue kita harus secepatnya bertindak. Aku tidak mau putra ku tersingkirkan. Jika aku tidak bisa menjadi Permaisuri setidaknya putra ku menjadi putra mahkota." Ucap Selir Mei dengan gelisah.


"Kau harus secepatnya mencari pembunuh bayaran yang kuat, kita tidak boleh gagal." Sambungnya lagi seraya meremas hanfunya.


"Baik selir."


Pavilium Phonix..


Lan Hua menatap ke arah langit, ia menikmati akan keindahan langit yang dipenuhi banyaknya bintang.


"Meimei,, aku yakin Selir Mei akan melakukan rencana agar bisa menyiksamu." Ujar Yoona merasakan hatinya yang tidak enak.


"Tenang saja Jiejie kita hanya perlu mengikuti alurnya." Ucap Lan Hua tersenyum sinis.


"Yang kita fokuskan adalah Kultivasi kita." Sambung Lan Hua. Tujuannya hanyalah menjadi wanita yang terkuat, wanita nomor satu di Kekaisaran Feng ini.


"Urusan ulat bulu itu terlalu kecil bagiku." Lan Hua meraih tangan Yoona, ia ingin menenangkan Yoona agar tidak perlu khawatir.


"Baiklah, ayoo kita semangat berlatih." Ucap Lan Hua pada Yoona.


Setiap malam, setelah kepergiannya Kaisar Feng. Lan Hua dan Yoona pergi ke Hutan Kematian. Bahkan sudah seminggu mereka berlatih.


Lan Hua sudah menyelesaikan tahap Kultivasinya ke tingkat 100 (Tingkat Tertinggi) Sementara Yoona ada pada Kultivasi tingkat 93 (Tingkat Tertinggi) meskipun masih di bawah Lan Hua hanya beberapa Kultivasi yang belum ia pelajari dan tubuhnya hanya bisa menerima sampai tingkatan itu.


"Tuan selamat anda sudah menyelesaikan tahap Kultivasinya." Ucap Red dengan bahagia.


"Benar Red, ini semua dukungan mu dan Jiejie." Ucap Lan Hua dengan bangganya.


"Meimei kapan kita akan pergi ke Hutan Surgawi? aku tidak sabar pergi kesana mengetes Kultivasi ku." Ucap Yoona. Ia tidak sabar melihat keindahan Hutan Surgawi. Menurut rumor, keindahan Hutan Surgawi seperti keindahan alam dewa.

__ADS_1


"Secepatnya kita akan pergi."


"Tuan harus secepatnya mempelajari Kultivasi legenda agar tuan tidak mudah terkalahkan." Ujar Red menasehatinya.


"Baik Red,, waktunya kita berpetualangan." Teriak Lan Hua dengan semangat dan sebuah keinginan yang kuat.


"Ap itu tua,,tua,,ngan."


"Berpetualangan Red,, sudahlah kalau kau tidak tau." ucap Lan Hua pada Red yang berada di ruang dimensinya.


...Sementara di Gunung wu...


Kaisar Feng dan pengawalnya sudah sampai. Terlihat dari arah jauh seorang kakek berjalan tergesa-gesa mendekatinya.


"Yang Mulia, selamat datang di Gunung Wu." Ucap sang Kakek, Guru Kaisar Feng.


"Hormat murid mu ini Guru, maaf aku baru sekarang menemui Guru." Ujar Kaisar Feng dengan hormat.


"Aku tidak sabar bertemu dengan murid kesayangan ku ini. Ketika menerima surat bahwa murid ku ini akan kesini. Aku sangat senang, akhirnya aku bisa bertemu dengan mu setelah bertahun-tahun lamanya." Ujar Guru Xi.


Guru Xi adalah sosok Guru yang di kagumi oleh semua orang kebaikan hatinya dan kehebatan tingkat Kultivasinya.


"Baiklah ayoo masuk."


"Guru dimana Diedie Tian Yu?" tanya Kaisar Feng, melihat sekeliling kediaman itu.


"Feng,," terdapat sebuah kesedihan di wajah Guru Xi.


"Ada apa Guru? apa yang terjadi?" tanya Kaisar Feng khawatir.


"Kau tau Klan iblis sekarang sudah bangkit." Ucap Guru Xi dengan nada gemetar.


"Apa? bagaimana mungkin? bukankah para Kaisar sudah memusnahkan mereka." Ucap Kaisar Feng terkejut.


"Ternyata Ketua Klan Iblis,, Jing Yue masi hidup dan sekarang mereka ingin melanjutkan balas dendamnya."


Flasback...

__ADS_1


Pertarungan antara Klan Iblis dan jendral kekaisaran Li. Teriakan yang menggema membuat suara penonton semakin riuh.


"Heh kau akan kalah melawan ku." Ucap Jing Yi (adik Jing Yu) dengan sombongnya.


(Klan iblis adalah sebuah Klan yang terkenal kesombongannya.)


"benarkah, tidak semudah itu." Ucap Jenderal Li.


Pertarungan mereka sangat sengit hingga Jing Yi mati di tangan Jendral Li.


"Jing Yi bangun jangan tinggalkan Gege." Ucap Jing Yu menangis, memeluk erat laki-laki yang semakin lemah itu.


Melihat mata sang adik yang sudah tertutup, Jing Yu menatap tajam ke arah Jenderal Li dan semua Kaisar. "Kalian tidak akan pernah hidup tenang. Aku bersumpah akan membalas kematian Jing Yi." Teriak Jing Yu menggendong mayat Jing Yi meninggalkan arena pertarungan.


Mengingat kejadian masa lalu Guru Xi menarik nafasnya. Ia pun menceritakan semua kejadian yang menimpa salah satu muridnya itu.


"Seminggu lalu, Tian Yu bertarung dengan mereka hingga terkena racun Lotus Es,, pedang yang mereka gunakan sudah dilumuri dengan Lotus Es." Ucap Guru Xi.


"Apa nama obat penawarnya Guru? aku akan mencarikannya untuk Diedi Tian Yu." Ucap Kaisar Feng.


"Tidak semudah itu, bunga Lotus Api ada di Hutan Kematian, hanya orang kuat yang bisa memasukinya." Ujar Guru Xi menundukkan kepalanya.


"Apa tidak ada selain Lotus Api Guru?" tanya Kaisar Feng.


Guru Xi terdiam hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Tenang Guru, aku akan berusaha mencarinya. Walaupun harus membahayakan nyawa."


"Terimakasih Feng,, kau harus menjadi kuat sebelum ke Hutan Kematian." Ucap Guru Xi. Hanya Kaisar Feng satu-satunya harapannya untuk menyembuhkan Tian Yu.


"Tentang Klan Iblis kita harus secepatnya memusnahkan mereka." Ucap Kaisar Feng.


"Tidak semudah itu bahkan Kultivasi mereka tingkatan 90 ke atas, kau tentu tau bukan di semua kekaisaran ini hanya kau yang memiliki tingkat Kultivasi tertinggi."


"Guru aku akan berusaha meningkatkan


Kultivasi ku." Ucap Kaisar Feng dengan semangatnya.

__ADS_1


"Aku selalu mendukung mu Feng."


Ucap Guru Xi menepuk bahu Kaisar Feng. Ia bangga memiliki murid yang ingin bertekad menjadi kuat dan melindungi banyak orang.


__ADS_2