
"Aku sudah menemukan jalan keluarnya Gege yaitu dengan senjata. Aku akan membuatkan senjata berupa pedang untuk kalian, agar bisa memblokir serangan mereka."
"Apa Meimei yakin bisa membuat pedang?" tanya Chen.
"Gege tidak usah meragukan ku tenang ada Red dan Dragon." Ucap Lan Hua. Ia yakin bisa membuatnya dengan bantuan Red dan Dragon.
Mereka pun telah menyelesaikan diskusinya dan Lan Hua berpamitan pergi menuju ke istana.
"Baiklah Gege,, Jiejie besok aku akan menjemput kalian." Ucap Lan Hua.
Sesampai di Istana Lan Hua memasuki gerbang belakang menuju ke paviliumnya.
Penjaga ni menyusahkan saja, aku kerjain kalian batin Lan Hua tertawa.
Sebelum diperjalanan pulang Lan Hua membeli kain putih untuk dijadikan hanfu tidurnya.
Karena idenya yang cemerlang. Ia tidak lagi memikirkan hanfunya. Lan Hua menggunakan kain tersebut dan membuat rambutnya menutupi wajahnya. Ia menaiki sebuah pohon, membuat pohon itu bergerak seperti terbawa angin..
Ke empat penjaga memerhatikan pohon rindang tersebut dari kejauhan dan merasa aneh.
"Kenapa badan ku merinding?" tanya penjaga A.
"Mungkin kau tidak mandi hingga kedinginan." Ucap penjaga B.
"Sebaiknya kalian mengecek pohon itu aneh bergerak gerak padahal tidak ada angin." Ucap penjaga C.
"Baiklah." Ucap kedua penjaga.
"Aneehhh tidak apa apa."
__ADS_1
Dua penjaga celingak-celinguk kanan kiri karena tidak ada apa-apa mereka membalikkan badannya, sementara Lan Hua sudah ada di belakang mereka.
Dengan wajah melongo dan nafas naik turun kedua pengawal akhirnya ngompol dan pingsan. Lan Hua yang melihat itu pun menahan tawanya.
"Aduuh kenapa mereka pengecut sih. Hantu saja takut gimana mau melawan Klan Iblis."
"Is is is." Lan Hua menggeleng geleng kan kepalanya dan meleset pergi ke kediamannya..
swuuush.
"Jiejie sayang." Teriak Lan Hua.
"Hua'er akhirnya pulang," rintih Yoona menangis sambil memeluk Lan Hua..
"Jiejie, aku sangat rindu, aku juga rindu masakan Jiejie." Ucap Lan Hua manja..
"Bercanda, aku sudah kenyang. Jiejie, aku punya Gege dan Jiejie baru." Ucap Lan Hua.
"Maksud Hua'er ?" tanya Yoona kebingungan.
"Punya anggota keluarga baru Jiejie, besok Hua'er akan menjemput mereka ke Istana.'' Ucap Lan Hua seraya bergelanyut manja.
"Bagaimana Meimei bisa memiliki Gege baru dan Jiejie baru?" tanya Yoona. Lan Hua menceritakan semua kejadiannya pada Yoona.
Yoona hanya tersenyum mendengarkan cerita Lan Hua dengan wajah serius.
"Meimei sangat hebat." Ucap Yoona mengacak rambut Lan Hua.
"Baiklah istirahat dulu, Hua'er pasti lelah." Ujar Yoona.
__ADS_1
Lan Hua hanya mengangguk. Ia pun memanggil mimpi indahnya. Hingga sang burung dengan suara merdunya membangunkan tidur manis Lan Hua...
Hoooemmm,,, Lan Hua bangun mengucek matanya. Sementara Yoona berada di samping Lan Hua mulai dari tadi menunggu Lan Hua terbangun.
"Selamat pagi Meimei." Ucap Yoona.
Lan Hua hanya membalasnya dengan senyuman.
"Jiejie sudah menyiapkan airnya."
"Tapi Meimei lapar Jiejie." Rengek Lan Hua.
"Baiklah makan dulu,, lalu bersihkan badan Meimei." ucap Yoona.
Semenatara penghuni Istana sudah kasak kusuk bercerita, jika Istana ada hantu.
"Meimei jangan keluar malam tadi malam pengawal belakang melihat hantu." Ucap Yoona.
Sementara Lan Hua menghentikan makannya dan tertawa ter bahak-bahak.
"Mana ada hantu Jiejie, apa jiejie takut?"tanya Lan Hua menatap Yoona.
"Apa Jiejie tau? hantu tadi malam itu adalah aku." ucap Lan Hua tertawa terbahak bahak...
"Apa?" dengan kagetnya Yoona membuka mulutnya lebar-lebar.
"Tadi malam itu ulah Meimei."
"Betoool." Ucap Lan Hua memegang perutnya yang masih tertawa.
__ADS_1