
Ke esokan paginyaa..
Di Pavilium Teratai.
Hee Jia melangkah kan kakinya menuju kediaman Lan Sing, sampai dikediaman Lan Sing betapa kagetnya,ia melihat Lan Sing telah tertata rapi.Hee Jia melongo tidak percaya.biasanya Nonanya akan sulit dibangunkan.ia menghampiri Lan Sing yang duduk bercermin merias wajahnya.tapi ia menghentikan keterkejutannya.
"Nona."
Lan Sing menoleh,ia berdiri menghentikan aktivitas riasanya.
"Nona, hamba sangat senang, akhirnya Nona kembali." ucap Hee Jia memeluk Lan Sing.
"Yak, aku juga senang bertemu dengan mu." ucap Lan Sing tersenyum melepaskan pelukan Hee Jia.ia kembali duduk di depan cerminnya.
"Ekhem, ternyata Nona banyak berubah." ucap Hee Jia tersenyum.
"Nona mimpi apa semalam? tidak seperti biasanya Nona bangun pagi-pagi." ucap He Jia keheranan.
"Aku akan menjemput Gege, untuk makan bersama dengan Ibunda dan Ayahanda." ucap Lan Sing memoles pipinya dengan bedak.
"Gege, Gege siapa? kedua Gege Nona tidak pernah bangun kesiangan." ucap Hee Jia kebingungan.
"Pangeran Xio Han Si, baiklah ayo kita kesana. berhentilah keterkejutan mu itu." ucap Lan Sing.Lan Sing tau kediaman Pangeran Xio Han Si, karan Lan Sing sendiri yang mengantarkan Pangeran Xio Han Si ke kediamannya.
Beberapa menit kemudian Lan Sing sampai di kediaman Pangeran Xio Han Si.ia melihat Yoon berdiri di depan pintu.
"Salam hormat, Nona." ucap Yoon.
"Emm, apa Gege sudah bangun." ucap Lan Sing menatap Yoon.
"Belum, Nona."
"Baiklah aku yang akan masuk." ucap Lan Sing langsung membuka pintu.ia tersenyum melihat Gegenya tertidur pulas.ia menghampiri Pangeran Xio Han Si.
Sepertinya kau kelelahan Gege gumam Lan Sing.
Mengelus pipi Pangeran Xio Han Si yang kasar.
__ADS_1
Karna merasa ada yang mengelus Pangeran Xio Han Si membuka matanya.ia langsung membulatkan matanya.
"Lan'er." ucap Pangeran Xio Han Si menatap Lan Sing.
"Gege, apa aku mengganggu tidur mu? jika Gege masih ngantuk, Gege bisa melanjutkan tidur Gege." ucap Lan Sing tersenyum.
"Maaf, seharusnya Gege bangun pagi pagi." ucap Pangeran Xio Han Si menunduk.
"Kenapa Gege menunduk? siapa yang memarahi Gege? hemm, sebaiknya Gege cepat membersihkan diri, aku akan menunggu Gege, kita makan bersama." ucap Lan Sing tersenyum.
"Hee Jia, Yoon." teriak Lan Sing.
Hee Jia dan Yoon langsung masuk kedalam mendengar panggilan Lan Sing.
"cepat kalian siapkan air untuk Gege." ucap Lan Sing menatap mereka.
"Baik, Nona." ucap mereka serempak segera melaksanakan perintah Lan Sing.
"Gege, sebaiknya mengirim surat, agar mereka tidak khawatir.bagaiaman jika Pangeran Yuchen dan Putri Xio Ji Yu datang ke gubuk, tapi tidak melihat Gege.pasti mereka khawatir."
"Baiklah." ucap Pangeran Xio Han Si tersenyum.
"Nona, airnya sudah siap." ucap Yoon menunduk.
"Baiklah, bantu Gege membersihkan badannya."
"Tidak usah, Gege bisa sendiri.jika Lan'er yang membantu Gege membersihkan diri, Gege mau." ucap Pangeran Xio Han Si tersenyum.
Wajah Lan Sing langsung memerah mendengar godaan Pangeran Xio Han Si.
"Berhentilah menggoda ku Gege, cepat bersihkan diri Gege." ucap Lan Sing mengipasi wajahnya dengan tangannya.
"Lihatlah wajah mu memerah." ucap Pangeran Xio Han Si beranjak pergi.Namun dengan usilnya ia mencolek pipi Lan Sing dengan jari telunjuknya.
"Gege." teriak Lan Sing melihat Pangeran Xio Han Si yang berlari kecil.Karna takut kekesalan Lan Sing.
Sementara Yoon yang melihat itu terkekeh.
__ADS_1
"Berhentilah tertawa." ucap Lan Sing mengerucutkan bibirnya.
"Yoon keluarlah biar aku membantu Gege bersiap siap."
"Baiklah, Nona." ucap Yoon yang masih terkekeh dan keluar dari kediaman Pangeran Xio Han Si.
Lan Sing dengan sabarnya menunggu Pangeran Xio Han Si.sesekali ia mondar mandir menghilangkan degupan jantungnya.
"Lan'er." ucap Pangeran Xio Han Si.
Lan Sing menoleh,,ia melihat Pangeran Xio Han Si menggunakan hanfu tidurnya.
Lan Sing menggeleng gelengkan kepalanya.ia menuju lemari mencarikan hanfu untuk Pangeran Xio Han Si.ia memilih hanfu berwarna biru.
Lan Sing mengambilnya dan menuju ke Pangeran Xio Han Si.
"Gege rentangkan tangan mu." ucap Lan Sing tersenyum dan menaruh hanfu di tanganya.
"Lan'er, kau mau apa?" ucap Pangeran Xio Han Si merentangkan kedua tangannya.
"Tentu saja memakaikan hanfu, lantas mau apa?" ucap Lan Sing ia membuka hanfu polos Pangeran Xio Han Si yang hanya meninggalkan celananya.lalu Lan Sing mengambil hanfu biru yang ia taruh tadi dan memakaikannya pada Pangeran Xio Han Si.
Pangeran Xio Han Si terkekeh menatap wajah Lan Sing yang telaten memakaikan hanfunya.
"Lan'er, aku kira tadi kau mau memelukku."
Lan Sing mendonggak kepalanya menatap Pangeran Xio Han Si.
"Hah, Gege berhentilah bermimpi." ucap Lan Sing memundurkan dirinya yang telah selesai memakaikan hanfu pada Pangeran Xio Han Si.
"Benarkan, mimpi itu akan menjadi kenyataan." ucap Pangeran Xio Han Si tersenyum dan merangkul pinggang Lan Sing.ia mendekatkan wajahnya ke wajah Lan Sing.
"Kau, berhutang satu jawaban padaku." ucap Pangeran Xio Han Si menatap mata Lan Sing.
"Emm, Gege." ucap Lan Sing pura pura kebingungan.
"Berhentilah bertindak bodoh,apa jawaban mu?" ucap Pangeran Xio Han Si mempererat pelukannya.
__ADS_1
"Lan'er aku ulangi sekali lagi, maukah kau menjadi Kekasih ku, menjadi Istriku, menjadi Ibu dari Anak-anak ku, menemani ku suka maupun duka, menemani ku hingga akhir hayat hidup ku." ucap Pangeran Xio Han Si melepaskan pelukannya, kedua tangannya merangkul kedua pipi Lan Sing dan menatapnya.