Permaisuri Sang Penguasa

Permaisuri Sang Penguasa
Season 2 : Penyambutan


__ADS_3

Sampai di Istana mereka melihat para pelayan kalang kabut mempersiapkan penyambutan.


"Lan'er." panggil Kaisar Feng menghentikan langkah Lan Sing.


Mendengar suara Kaisar Feng. Lan Sing langsung menoleh dan berlari memeluk Kaisar Feng.


"Putri kecil Ayah." ucap Kaisar Feng mencium kepala Lan Sing.


"Apa jalan jalannya menyenangkan?"tanya Kaisar Feng.


"Tentu Ayah." ucap Lan Sing melepaskan pelukannya ''Emm ayah kenapa penyambutannya sangat meriah?" tanya Lan Sing keheranan.


"Tidak apa apa sekarang kau istirahat." ucap Kaisar Feng.


Putriku ternyata sudah dewasa rasanya baru kemarin, apa ayah sanggup melepaskan mu batin Kaisar Feng.


"Ayahanda." ucap ke dua putranya.


"Kalian istirahat lah." ucap Kaisar Feng memeluk kedua putranya dan pergi meninggalkan mereka.


Ke esokan paginya.


"Lan'er bangun, apa perlu Gege menyiram mu?" tanya Yuan Feng mengguncang tubuh Lan Sing.


"Gege aku masih ngantuk." ucap Lan Sing.


"Lan'er bangun, kita sudah di tunggu oleh Ayahanda dan Ibunda." ucap Pangeran Jixiang.


"Emm baiklah, kalian tunggu di luar." ucap Lan Sing beranjak pergi namun matanya masih terpenjam.


bruk.


"Au, dasar dinding kenapa menghalangiku?" ucap Lan Sing mengelus dahinya..


Sementara Pangeran Yuan Feng dan Pangeran Jixiang tertawa geli melihat tingkah konyol adiknya.


"Baiklah ayo kita tunggu di luar." ucap Pangeran Jixiang yang masih terlekeh.


Merekapun menunggu di luar kediaman Putri Lan Sing.


beberapa saat kemudian keluarlah wanita cantik yang membuat semua orang terpana.


"Lihatlah Meimei kita sangat cantik. Seandainya dia bukan Meimei ku. Sudah ku pastikan akan menikahinya." ucap Pangeran Jixiang menatap kagum akan kecantikan Lan Sing.


Lan Sing tersipu malu mendengarkan ucapan Gegenya.


"Sudahlah sebaiknya kita harus cepat,Ibunda dan Ayahanda pasti menunggu." timpal Yuan Feng yang berwajah datar.


"Gege bisakah kau memujiku." ucap Lan Sing.


"tidak ! menurutku kau bisa saja." ucap Yuan Feng.


mereka pun menuju kedepan Istana ternyata Lan Hua dan Kaisar Feng menunggu mereka.


"Salam hormat Ayahanda, Ibunda. Maaf kami terlambat." ucap mereka.


Kaisar Feng dan Lan Hua hanya menganggukinya dan tersenyum.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian tibalah dua kereta dari Kekaisaran Xio Xuwen.


turunlah laki laki paruh baya di ikuti seorang wanita cantik yang tak lain Kaisar Xio dan Permaisuri Xia.


Sementara kereta kedua turunlah kedua wanita cantik yang tak lain putri dari Kaisar Xio yaitu Putri ketiga Xio Ji Li dan Xio Jin Yu yang di ikuti oleh pemuda tampan dan gagah yaitu Pangeran Yuchen putra kedua Kaisar Xio.


"Salam hormat, Yang Mulia." ucap Kaisar Xio di ikuti mereka.


"Tidak perlu seperti itu,aku berharap kita akan menjadi kekuarga." ucap Kaisar Feng melirik Pangeran Jixiang dan Pangeran Yuan Feng.


Emmm aku mengerti apa Ayahanda dan Ibunda bermaksud menjodohkan Gege batin Lan Sing.


Sementara kedua putri dari Kaisar Xio menatap berbinar melihat ketampanan putra mahkota Yuan Feng dan pangeran Jixiang.


Selang beberapa saat kemudia tibalah sebuah kereta dari Kekasiaran Zing Juan.


terlihat seorang laki laki gagah dan tampan yaitu Kaisar Zian tapi masih terkalahkan oleh ketampanan kedua putra Kiasar Feng.


Kaisar Zing menghampiri Kaisar Feng dan Lan Hua, ia memberikan penghormatan tapi matanya melirik Lan Sing.


Sungguh ke cantikan yang langka batin Kaisar Zing.


"Yang Mulia maaf jika kedatangan hamba sedikit terlambat." ucap Kaisar Zing.


Kaisar Feng tertawa memeluk Kaisar Zing "Tidak masalah." ucap Kaisar Feng melepaskan pelukannya.


*tanpa disadari Kaisar Ziing dan Kaisar Xio saling menatap tajam.


Huh paman kita bertemu lagi batin Kaisar Zian.


flasback..


*14 tahun lalu.


"Aku akan membalaskan dendam Ayahku." ucap seorang pemuda yang mengebrak meja hingga terbelah yang tak lain adalah Kaisar Zian.


"Zi'er berhentilah, balas dendam tidak akan pernah mendatang kabar baik." ucap seorang yang tak lain adalah Kaisar Xio.


"Aku tidak peduli, aku harus balas dendam atas kematian Ayahku." ucap Kaisar Zian yang amarahnya mulai memuncak.


"Baiklah jika kamu ingin melanjutkan balas dendam, silahkan ! tapi Paman akan pergi." ucap Kaisar Xio meninggalkan Kaisar Zian.


"Tidak masalah dan jangan lupa kutukan yang Ayah untuk putra mu." ucap Kaisar Zian tersenyum menyeringai.


Kaisar Xio mengepalkan tangannya dan berbalik badan menghampiri Kaisar Zian dan menghajarnya.


"Aku bertahan karna memandang persaudaraan walupun Ayah mu berbuat seperti itu pada putraku yang menjadikannya buruk rupa." ucap Kaisar Xio yang sangat marah menarik pakaian Kaisar Zian dan mendorongnya hingga jatuh.


Semenjak itulah hubungan antar Keponakan dan Paman tidak baik sehingga mereka memilih berpisah hingga pun mereka membuat sebuah Kekaisaran dengan jerih payahnya sendiri*.


...


"Ehem." derheman Kaisar Feng menghentikan tatapan sengit Kaisar Xio dan Kaisar Zian.


merekapun menghentikan tatapannya dan tersenyum pada Kaisar Feng.


Kaisar Feng membalas senyuman mereka dan membawa mereka ke ruang perjamuan.

__ADS_1


Sampai di ruang perjamuan semua hidangan aneka ragam sudah dipersiapkan sesuai intruksi dari Lan Hua.


Mereka merasa aneh makanan dari Kekaisaran Feng yang tak pernah mereka lihat.


"Yang Mulia ini apa?" tanya Permaisuri Xia.


"Ini namanya sate, cobalah." ucap Lan Hua.


"Emmm sangat enak yang mulia." ucap Permaisuri Xia tersenyum.


Akhirnya mereka makan dengan nikmat diselangi candaan.


selesai makan para Kaisar dan Pangeran menuju aula membahas tentang hubungan kerja sama.


Sementara para Permaisuri dan Putri menuju taman Istana.


"Permaisuri Xia, bolehkah aku bertanya."ucap Lan Hua.


"Iya apa Permaisuri?" ucap Permaisuri Xia.


"Apakah kedua putrimu sudah dijodohkan?" ucap Lan Hua.


"Entahlah mereka tidak mau bertunangan bahkan menikah." ucap Permaisuri Xia dengan wajah lesunya.


"Bagaimana jika salah satu putri mu aku jodohkan dengan putraku Pangeran Jixiang." ucap Lan Hua bersemangat.


Kedua putri Permaisuri Xia alangkah senangnya mendaptkan tawaran langka,bagi mereka tidak masalah menikah dengan salah satu pangeran Kekaisaran Feng yang terkenal ketampanannya.


"Tapi aku tidak menjanjikannya,kalian harus berusaha menarik perhatian Pangeran Jixiang." ucap Lan Hua menatap kedua putri Permaisuri Xia.


"Baikalah Permaisuri kami kan berusaha entah siapa yang dipilih Pangeran Jixiang kami akan menerimanaya." ucap Putri Ji Li.


"Bagus bagus, jika bisa kalian cairkah hati dingin putra ku Yuan Feng." ucap Lan Hua.


"Entah lah Permaisuri, apa kami bisa jika dilihat Putra mahkota Yuan Feng begitu dingin pada wanita." ucap Putri Xio Jin Yu.


"Ya begitulah." ucap Lan Hua menghela nafas..


"Ehem untuk putri Permaisuri Lan Hua, bagaimana?" ucap Permaisuri Xia.


huk huk..


Lan Sing langsung tersedak ia mengerti arah tujuan pembicaraannya.


"Ibunda berhentilah, aku akan memilih sesuai hatiku sendiri." ucap Lan Sing menatap Lan Hua.


"Kau tau Permaisuri Xia, dia seperti laki laki tidak seperti perempuan. Aku khawatir tentang suaminya." ucap Lan Hua melirik Lan Sing.


"Ibunda apa perlu aku adukan pada Ayahanda." ucap Lan Sing tersenyum menyeringai.


"Kau ! berhentilah mengadukannya." ucap Lan Hua bergedik ngeri. Ia selalu mengingat hukuman Kaisar Feng jika berdebat dengan putrinya sudah dipastikan ia di buat tidak bisa jalan seminggu.


Permaisuri Xia dan kedua putrinya terkekeh melihat perdebatan antara Ibu dan Anak yang menurut mereka tidak pernah ada sejarahnya keharmonisan seperti Istri Kaisar Feng dan Putrinya.


Tak terasa perbicangan mereka sampai sore.


merekapun menyudahinya dan kembali kekediaman masing masing yang Lan Hua sudah persiapkan untuk kedatangan mereka.

__ADS_1


__ADS_2