
Deg .....
mendengarkan nama Tetua Hui Pangeran Xio Han Si sangat marah. Ia mengepalkan tangannya.
Lan Sing melihat wajah Pangeran Xio Han Si marah ia bangun dari tidurnya dan menggenggam tangan Pangeran Xio Han Si..
Deg,,deg,,
Jantung Pangeran Xio Han Si berdetak lebih kencang.
Ia menatap Lan Sing...
tatapan mata merekapun saling bertemu.
Deg
Jantung Lan Sing seakan ingin meledak. Ia mengalihkan pandangannya dan melepaskan tangannya yang menggenggam tangan Pangeran Xio Han Si.
"Gege jika hari ini penderitaan maka hari esok adalah kebahagiaan.
Lebih baik menderita dulu baru bahagia daripada bahagia dulu kemudian menderita." ucap Lan Sing kembali menatap Pangeran Xio Han Si.
"Kenapa Gege melihat ku seperti itu? apa ada yang salah dengan wajah ku." ucap Lan Sing.
"Ehem, tidak." ucap Pangeran Xio Han Si tersadar dan mengalihkan matanya ke seluruh danau.
"Hah, iya aku tau, aku cantik." ucap Lan Sing terkeke. " Gege ini, makanlah ! tadi kau meninggalkan makanan ini begitu saja." ucap Lan Sing menyodorkan makanan.
Pangeran Xio Han Si tersenyum ia mengambil makanan yang dibawakan Lan Sing dan memakannya.
"Gege jangan marah lagi." ucap Lan Sing menatap Pangeran Xio Han Si.
Lan Sing tersenyum melihat Pangeran Xio Han Si menatapnya.ia mengambil sisa kotoran makanan yang berada di bawah bibirnya.
"Gege kau seperti anak kecil saja.lihatlah ini sisa makanan mu." ucap Lan Sing memperlihatkan sisa makanan yang menempel di bibirnya.
Lan Sing menggeleng gelengkan kepalanya melihat Pangeran Xio Han Si yang menatapnya tanpa berkedip.
Karna ingin menyadarkan Pangeran Xio Han Si, Lan Sing menggelitiknya.
Pangeran Xio Han Si meletakkan makanannya. Ia memegang tangan Lan Sing yang nakal menggelitiknya dan tertawa. Tanpa sengaja ia menarik tangan Lan Sing hingga Lan Sing berada di atas tubuhnya..
Deg deg deg..
__ADS_1
mereka kembali saling menatap, semenit, dua menit, tiga menit Lan Sing langsung tersadar ia bangun dari atas tubuh Pangeran Xio Han Si.
"Ehem, Gege maaf." ucap Lan Sing menunduk menahan malu.
Pangeran Xio Han Si tersenyum dan kembali duduk. Ia mengacak rambut Lan Sing.
Lan Sing mendonggak kan kepalanya. menatap Pangeran Xio Han Si. Merekapun tersenyum.
"Kau belum menceritakan tentang dirimu, tapi kau sudah memanggil ku Gege." ucap Pangeran Xio Han Si.
Lan Sing menghela nafas.
"Aku putri Kaisar Feng dan Ibunda Lan Hua. Sampai suatu hari Kaisar Zing dan Kaisar Xio mengadakan pertemuan di Kekaisaran Feng tentang hubungan kerja sama. Pada saat itu aku mengenal Kaisar Zing dan aku jatuh hati padanya." ucap Lan Sing tersenyum kesedihan "Aku menikah dengannya. Sampai Tiga Bulan aku menikah, ia jarang menemuiku bahkan menemuiku saja di kediamanku ia tidak pernah. Pada saat itu aku mulai curiga lalu aku diam diam menyelidikinya ternyata benar ketakutan ku menjadi nyata. Aku melihatnya bercumbu dengan seorang wanita di kediamannya dan yang lebih menyakitkan lagi dia menikahi ku hanya untuk balas dendam." ucap Lan Sing menatap danau tanpa berkedip " Huh, tapi aku tidak akan jatuh cinta lagi pada Kaisar tengik itu. Aku akan membalasnya dengan wanitanya." ucap Lan Sing bersemangat dengan tangan di depan dada. "Dan kenapa aku bisa memanggilmu Gege karna aku merindukan Gege ku, apalagi Gege ku yang menyebalkan itu. Hah, aku sangat merindukan mereka." ucap Lan Sing dengan nada sedih.
"Apa kau tau? putri Xio Ji Li sudah menikah dengan Gege ku Pangeran Jixing,beruntung sekali Adikmu mendapatkan Gege ku, dia tampan, baik dan penyayang." ucap Lan Sing
memonyongkan bibirnya.
"Benarkah? aku turut bahagia jika Adikku sudah menikah." ucap Pangeran Xio Han si tersenyum.
Emm jika aku baik apa kau akan menikah dengan ku gumam Pangeran Xio Han Si.
Lan Sing setengah mendengarkan ucapan Pangeran Xio Han Si.
Pangeran Xio Han Si tersadar apa yang ia katakan "Ah tidak mungkin, kau salah dengar, mana mungkin ada yang mau menerima ku." ucap Pangeran Xio Han Si.
"Tenanglah Gege, jodoh tidak akan kemana." ucap Lan Sing.
"Hem, lalu apa kau akan meninggalkan Kaisar Zing?" ucap Pangeran Xio Han Si.
"Tentu aku akan meninggalkannya.tapi aku harus balas dendam dulu." ucap Lan Sing.
entah kenapa ucapan Lan Sing membuat hati Pangeran Xio Han Si berbunga bunga.ia tersenyum mendengarkan ucapan Lan Sing.
"Emmm Gege, tapi aku harus kembali ke Istana." ucap Lan Sing.
deg..
Ucapan Lan Sing membuat hati Pangeran Xio Han Si kecewa ia tersenyum getir.
"Tenanglah Gege aku kembali bukan mengemis cinta tapi membuat perhitungan dengannya dan Gege tenang saja aku akan sering menemui Gege disini." ucap Lan Sing menatap Pangeran Xio Han Si.
Pangeran Xio Han Si kembali senang mendengarkan ucapan Lan Sing yang akan kembali menemuinya.
__ADS_1
"Baiklah Gege jaga kesehatan mu, aku akan datang lagi." ucap Lan Sing meleset pergi dengan qingqongnya.
"Ee tunggu." ucap Pangeran Xio Han Si ia hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat Lan Sing yang sudah tidak terlihat.
Pangeran Xio Han Si memegang dadanya.
"Ternyata benar rumor putri Kaisar Feng yang terkenal kecantikannya, ia juga terkenal kebaikannya tanpa membedakan siapa pun. Hingga banyak Pangeran dan Kaisar yang ingin menjadikannya Istri, tapi aku berharap kita bertemu lagi Putri Lan Sing." ucap Pangeran Xio Han Si tersenyum.
Sampai di pertengan Hutan, Red berbicara di ruang dimensinya.
"Tuan." ucap Red.
Lan Sing sadar siapa yang memanggilnya.
"Ada apa Red? mimpi apa kau berbicara dengan ku? sudah lama kau hanya diam di ruang dimensi ku." cerocos Lan Sing melompat dari satu dahan pohon ke dahan pohon lainnya.
"Apa tuan tidak merasakan ada Kultivasi hitam di dalam tubuh pemuda tadi?" ucap Red.
"Maksudmu Pangeran Xio Han Si." ucap Lan Sing.
"Benar, tapi sepertinya pemuda itu tidak menyadarinya." ucap Red.
"Bagaimana mungkin Red?" ucap Lan Sing.
"Bukankah tuan tadi mendengar, jika ia terkena mantra Kultivasi hitam saat di dalam kandungan Ibundanya. Sudah jelas jika pemuda itu memilikinya tuan. Hanya saja tubuhnya masih kecil tidak bisa menerima Kultivasi hitam itu, tapi jika ia mengasahnya. Aku yakin dia bisa membangkitkan Naga Hitam." ucap Red.
"Bukankah Naga Hitam sudah musnah." ucap Lan Sing.
"Tidak! selama ada yang mempelajari Kultivasi Hitam dengan benar ia bisa membangkitkan Naga Hitam.sebaiknya tuan harus banyak mendengarkan cerita Ratu." ucap Red.
"Selama ini Ibunda hanya bilang jika Naga Hitam sudah musnah,berarti Ibunda tidak menceritakan keseluruhannya." ucap Lan Sing.
"Benar tuan." ucap Red.
"Apa ia akan menajadi jahat Red? setelah membangkitkan Naga Hitam." ucap Lan Sing.
"Tergantung orangnya tuan, menggunakannya untuk kebaikan atau keburukan." ucap Red.
"Lalu apa tubuhnya akan kembali normal Red setelah ia mempaljari Kultivasi hitam." ucap Lan Sing.
"Sepertinya begitu tuan." ucap Red singkat.
Apa aku harus bilang atau tidak ya sepertinya aku harus menemui Ibunda dulu batin Lan Sing
__ADS_1
Malam harinya Lan Sing dan Red sudah sampai di gerbang belakang Istana Kaisar Zing.