Permaisuri Sang Penguasa

Permaisuri Sang Penguasa
season 2 : Terbongkarnya Rahasia Lan Sing dan Obat Penggugur Kandungan.


__ADS_3

Setelah kepergian Lan Sing, Kaisar Zing menatap tajam Selir Fu.


"Pengawal bawa Selir Fu kekediamannya dan jangan biarkan ia keluar dari kekediamannya selama tiga bulan." ucap Kaisar Zing lantang dan meninggalkan Selir Fu Mei mengejar Lan Sing.


"Permaisuri tunggu." ucap Kaisar Zing memegang tangan Lan Sing.


"Lepaskan." ucap Lan Sing mantap tajam.


Kaisar Zing melepaskan tangan Lan Sing.


"Aku minta maaf." ucap Kaisar Zing


"Aku bisa memaafkan mu, asalkan jangan pernah muncul di hadapan ku." ucap Lan Sing meninggalkan Kaisar Zing.


Kaisar Zing menunduk dan menuju kediamannya.


sampai di kediamannya. Kaisar Zing tidak bisa tidur sampai larut malam. Pikirannya terus berputar pada Lan Sing karna merasa tidak nyaman ia memutuskan ke kediaman Lan Sing.


Kiasar Zing tidak terus kekediaman Lan sing tapi ia menatap Lan Sing dari atas dahan pohon. Tanpa sengaja ia melihat seseorang bercadar keluar dari kediaman Permaisurinya. Karna merasa curiga Kaisar Zing mengikutinya.


Kaisar Zing melihat orang itu berhenti di sebuah gubuk dan memerhatikannya dari atas dahan pohon.


Alangkah terkejutnya Kaisar Zing ketika melihat orang itu membuka cadarnya.


"Permaisuri." ucap Kaisar Zing melongo tak percaya.


tambah terkejutnya Kaisar Zing melihat seseorang berwajah mengerikan memeluk Lan Sing.


Kaisar Zing sangat marah ia mengepalkan tangannya dan kembali ke Istana.


Siapa dia? kenapa dia bisa bersama Permaisuriku batin Kaisar Zing


Sampai di Istana.


Kaisar Zing langsung menuju kediamannya.


"Pengawal cari tau informasi seseorang di hutan. Pemuda itu tinggal disebuah gubuk dan berwajah mengerikan." ucap Kaisar Zing menahan amarahnya.


"Siapa dia? kenapa bisa memeluk Permaisuri? apa Permaisuri ku selingkuh? tidak mungkin ! Permaisuri ku sangat mencintai ku, Lan Sing tidak mungkin selingkuh" ucap Kaisar Zing mondar mandir memikirkan Lan Sing.


Disisi lain.


Lan Sing dan Pangeran Xio Han Si saling kejar kejaran dipinggir danau.

__ADS_1


bruuk...


"Lan'er." teriak Pangeran Xio Han Si menghampiri Lan Sing.


"Aduh." ucap Lan Sing meringis memegang lututnya.


"Kau tidak apa apa, lihatlah lutut mu berdarah." ucap Pangeran Xio Han Si khawatir.


"Gege aku tidak apa apa ini hanya luka kecil." ucap Lan Sing menatap Pangeran Xio Han Si.


Pangeran Xio Han Si langsung menggendong Lan Sing menuju gubuknya.


deg,,deg,,deg...


Jantung Lan Sing berdetak lebih kencang,ia menatap Pangeran Xio Han Si dan tersenyum. Karna bahagia ia langsung mengalungkan lengannya ke leher Pangeran Xio Han Si.


Pangeran Xio Han Si tersenyum dan menatap Lan Sing.


sampai di gubuknya ia menurunkan Lan Sing di ranjangnya dan segera mengambil obat mengoleskannya pada Lan Sing. Dengan telaten Pangeran Xio Han Si mengolesinya dan meniupnya.


Lan Sing memerhatikan wajah Pangeran Xio Han Si tanpa berkedip.


"Lan'er apa masih sakit." ucap Pangeran Xio Han Si menatap Lan Sing.


"Gege aku harus pulang." ucap Lan Sing berdiri.


"Biar Gege mengantar mu."


"Tidak usah Gege aku baik baik saja."


Pangeran Xio Han Si menghela nafas ia lansung menggendong Lan Sing keluar dari gubuknya dan menggunakan Qingqongnya menuju Istana.


"Gege apa yang kau lakukan, aku sangat berat." ucap Lan Sing.


"Lan'er kau terluka biar Gege mengantar mu." ucap Pangeran Xio Han Si.


Sampai di pintu gerbang belakang.


"Gege, turunkan aku disini." ucap Lan Sing


"Baiklah." ucap Pangeran Xio Han Si menurunkan Lan Sing.


"Gege terimakasih." ucap Lan Sing tersenyum

__ADS_1


"Sekarang kembalilah, ingat jaga kesehatannya." ucap Pangeran Xio Han Si mengecup kening Lan Sing.


Lan Sing tersenyum dan mengangguk.


Lan Sing pun meleset pergi menuju kediamannya.


Sampai di kediamannya Lan Sing ingin tidur namun ia merasa ada seseorang di atas atapnya.


Karna merasa janggal Lan Sing pura pura tertidur. Ia membuka matanya sedikit ternyata ada orang berpakaian hitam mondar mandi.


Lima menit kemudian orang itu pergi.


Lan Sing lansung beranjak dari kasurnya dan membuat penerang lilin ia mencari apa yang dilakukan pemuda tersebut.


Beberapa saat kemudian Lan Sing menemukan sebuah botol dan membukanya, Lan Sing tersenyum sinis.


Obat penggugur kandungan ternyata kau sudah bertindak Seli Fu Mei gumam Lan Sing.


Ia keluar dari kediamannya.


"Pengawal bawa Yoon kesini." teriak Lan Sing.


"Baik Permaisuri." ucap Pengawal memberikan penghormatan dan berlalu pergi.


Lima menit kemudian terlihat Yoon menuju ke arah Lan Sing.


"Hormat hamba, Permaisuri." ucap Yoon.


"Ada hal yang ingin aku sampaikan. Sekarang masuklah." ucap Lan Sing.


Sampai di dalam Lan Sing menunjukkan sebuah botol pada Yoon.


"Permaisuri apa ini." ucap Yoon kebingungan.


"Ini adalah obat penggugur kandungan, tadi ada penyusup datang kesini dan meninggalkan obat ini di kediamanku, sepertinya ia suruhan Selir Fu." ucap Lan Sing.


"Astaga ternyata Selir Fu sudah bertindak. Apa hukuman yang mulia padanya masih kurang." ucap Yoon mengepalkan tangannya.


"Kau taruh obat ini pada pelayan Selir Fu, kita lihat saja besok pagi akan ada drama yang menarik." ucap Lan Sing tersenyum sinis.


Yoon tersenyum dan mengangguk lalu pergi menjalankan perintah Lan Sing.


"Baiklah aku harus tidur, besok pasti menyenangkan." ucap Lan Sing membaringkan tubuhnya menjemput alam mimpinya.

__ADS_1


.


__ADS_2