
"Bagus !
ini sudah larut malam. Kita harus pulang ke Istana. Aku takut Selir Mei memasang mata mata. Kita tidak boleh ketahuan. Rencana kita harus berjalan dengan mulus." Ucap Lan Hua.
"Meimei bagaimana dengan Kaisar dan pengawalnya? apa tidak sebaiknya salah satu dari kami menjaganya?" tanya Ming Yue.
"Benar Meimei."
"Kalian ingin menjaganya, mereka bukan bayi kolot. Lagi pula aku sudah melihat Kultivasi Kaisar di atas 90 (Kultivasi tingkat Tinggi)."
"Raja Singa, Raja Serigala, Raja elang, Raja Kalajengking." Teriak Lan Hua.
"Hormat hamba, Yang Mulia."
"Aku ingin bawahan kalian atau kalian tidak mengganggu keempat tamu itu, paham !"
"Baik, Yang Mulia." Jawab mereka dengan patuh.
"Anak pinter." Ucap Lan Hua cengengesan "Sekarang kita pulang."
wuuush..
Permaisuri Lan Hua dan yang lainnya kembali ke istana. Setelah beberapa menit kemudian mereka semua sudah sampai di istana, kekediaman Lan Hua.
"Baiklah aku akan tidur, Gege dan Jiejie." Ucap
Lan Hua sambil menguap.
"Baiklah selamat malam Meimei." Ucap Chen sambil mengelus kepala Lan Hua.
Yoona dan ke empat bersaudara akhirnya kembali ke kediaman mereka masing masing...
Sementara itu,
Di pavilium teratai duduklah seorang wanita memakai hanfu warna merah. Memegang sesuatu di tangannya. Seulas senyum licik muncul di bibirnya.
"Sie Yue bukankah kita sudah terlalu lama memanjakan jalang itu." Ucap Selir Mei.
"Benar Selir, kita harus secepatnya bertindak. Sebelum yang mulia Kaisar kembali."
__ADS_1
"Sudah sebulan lebih racun ini ada ditangan ku. Kini racun ini ingin menyantap orang. Semenjak kejadian kegagalan rencana kita membunuh jalang itu."
Selir Mei mengingat semua kejadian itu dimana dia menangis histeris karna kegagalan nya.
"Sie Yue, lakukan rencananya besok." Ucap Selir Mei memberikan botol racun pada Sie Yue.
"Baiklah aku akan beristirahat." Selir mei melangkah ke ranjangnya. Lalu membaringkan tubuhnya.
Keesokan Paginya.
"Meimei bangun, kau selalu kebiasaan bangun siang." Yoona mencoel pipi Lan Hua dengan gemas.
"Baiklah aku bangun, Jiejie suruh pelayan bawakan aku camilan."
"Makanannya sudah disiapkan Meimei." Yoona mengambil baskom yang berisi dengan air. Lan Hua langsung membersihkan wajahnya.
"Aku tidak berselera Jiejie, aku ingin makan kue bulan." Ucap Lan Hua momonyongkan bibirnya.
"Baiklah." Ujar Yoona seraya memberikan kain lap yang khusus untuk membersihkan wajah.
"Pelayan bawakan camilan kue bulan untuk Permaisuri." Perintah Yoona.
Pelayan itu pun pergi untuk menyiapkan camilan Permaisurinya.
Lan Hua duduk di depan jendela dengan sebuah buku di tanganya, ia menunggu camilannya datang.
Pelayan itu pun tiba sudah dengan membawa kue bulan di nampannya dan meletakkan nya di meja Lan Hua. Hingga ia menghentikan aktivitasnya menatap kue itu dan tersenyum sinis. Ia melihat semua pelayan ternyata ada satu pelayan yang bukan pelayannya.
Lan Hua mengambil kue itu dan memakannya.
Hemm trik murahan seperti ini ingin membunuhku, Selir Mei belajarlah seribu tahun lagi untuk membunuhku batin Lan Hua.
Lan Hua melihat ke arah pelayan itu dan tersenyum sinis. Sementara sang pelayan mencuri curi pandang, ia memastikan Lan Hua memakannya atau tidak.
"Kau !" Lan Hua menunjuk pelayan itu.
"Kemarilah !" ucap Lan Hua. Hingga pelayan itu menghampiri Lan Hua dengan menunduk dan gemetar. Ia meremas hanfunya.
"Makanlah kue ini, aku tau kau mencuri-curi pandang dengan ku." Ucap Lan Hua menyodorkan kue bulannya.
__ADS_1
Pelayan itu pun semakin gemetar dan keluar keringat hingga wajahnya memucat.
"Kenapa kau tidak mau? apa kau takut kue ini ada racunnya?" tanya Lan Hua tersenyum. Ia memakan kue bulan itu tepat di hadapannya.
"Mohon maaf, Yang Mulia hamba tidak berani memakan camilan Permaisuri." Uja pelayan itu terbata-bata.
"Ooo, benarkah aku sudah memberikannya padamu, bagaimana kue ini aku berikan saja pada keluarga mu?" tanya Lan Hua.
Sementara Yoona hanya melihatnya dengan keheranan.
Pelayan itupun bersujud di kaki Lan Hua.
"Ampun yang mulia hamba hanya disuruh. Hamba tidak berani melawan Selir Mei, Selir Mei mengancam hamba dan keluarga hamba yang mulia."
Plaakkkk!!!
tamparan Yoona membuat pipi pelayan itu memerah..
"Berani sekali kau meracuni yang mulia Permaisuri, apa kau ingin mati hah?" bentak Yoona menjambak rambutnya.
Sementara ke empat Saudara yang sudah sampai di depan pintu ingin pamit melaksanakan rencana yang Lan Hua susun semalam. Mendengar teriakan Yoona dengan cepatnya mereka masuk ke dalam.
"Ada apa Meimei?" tanya Chen dengan paniknya.
"Pelayan bodoh ini memberikan racun pada Meimei." Jawab Yoona mengepalkan tangannya.
"Apa !!" teriak Changyu.
Langsung saja Changyu menampar pelayan itu lagi.
Pelayan itu hanya menangis dan pasrah akan kehidupannya. Ia tidak berani melawan. Biarlah nyawanya yang melayang, bukan keluarganya.
"Hentikan Gege."
Lan Hua berdiri dan menghampiri pelayan itu. Memandang pelayan itu yang masih menunduk dan menangis.
"Kau laporkan pada Selir Mei. Bahwa kau sudah melaksanakan tugasnya dan ini obati pipi mu."
Lan Hua memberikan obat di tangannya pada pelayan itu.
__ADS_1
"Terimakasih yang mulia." Ucap pelayan itu menunduk. Ia merasa malu akan kebaikan Lan Hua. Seharusnya junjungannya itu menghukum mati dirinya.
"Pergilah."