
Tanpa menjawab Kaisar langsung duduk di samping Selir Mei. Sekilas ia melirik Lan Hua yang mengacuhkannya. Kemudian duduk dengan memakan hidangannya.
Apa apaan aku dicuekin ah biarkan saja toh aku gak terlalu peduli batin Lan Hua.
"Aku akan mengadakan perjamuan antara Para Kaisar dan semua Klan untuk membahas Klan Iblis." Ucap Kaisar menghentikan keheningan.
"Yang Mulia, apakah Klan Iblis bangkit kembali?" tanya Ibu Suri. Hatinya mulai resah memikirkan nasib Kekaisarannya.
"Benar Ibu aku bahkan sudah memperketat penjagaan istana dan memperketat penjagaan di seluruh Kekaisaran Feng." Ucap Kaisar Feng.
"Ibunda berharap semoga menemukan solusinya."
"Benar, Yang Mulia hamba merasa takut jika Klan Iblis meneror Istana." Selir Mei menunduk, mengeluarkan air matanya.
"Itu tidak akan terjadi aku akan menjaga kalian." Ucap Kaisar Feng merangkul tubuh Selir Mei. "Dan menjaga anak kita." Sambungnya lagi.
Dada Lan Hua bergemuruh, ia tidak bisa menyembunyikan kecemburuannya. Bohong, jika ia tidak cemburu. Sekecil apa pun kecemburuannya adalah hal yang wajar. Karena Permaisuri Lan Hua yang asli sangat mencintai Kaisar Feng. Apa lagi sekarang dialah yang menempatinya.
"Mie'er malam ini aku akan tidur dikediaman mu." Kaisar Feng melirik ke arah Lan Hua.
"Benarkah, Yang Mulia hamba merasa sangat senang,, Anak hamba juga akan senang." Ucap Selir Mei tersenyum sinis ke arah Lan Hua. Ia akan menunjukkan, bahwa dialah yang pantas.
Huh, ingin menguji ku. Kalian sama saja, ulat bulu dan belut, sama-sama licik batin Lan Hua.
"Yang Mulia, Ibu Suri. Hamba sudah selesai makan. Hamba ingin beristirahat." Ujar Lan Hua. Ia malas melihat kedua insan yang memamerkan itu.
Kaisar Feng melepaskan pelukannya di tubuh Selir Mei. "Permaisuri apa perlu aku panggilkan Tabib?" tanya Kaisar Feng. Ada rasa tak nyaman di hatinya. Ia takut terjadi sesuatu pada Permaisurinya.
"Tidak perlu. Hamba bisa memanggilnya sendiri." Tolak Lan Hua dengan ketusnya dan memberikan hormat, ia pergi meninggalkan mereka begitu saja.
Sampai dikediamannya Lan Hua hanya mengisi aktivitasnya dengan membaca buku bahkan sampai malam ia masih setia membaca buku ditemani Yoona.
"Permaisuri ada apa? apa ada sesuatu?" tanya Yoona memastikan. Tidak biasanya Permaisuri Lan Hua menampakkan wajah cemberutnya.
"Jiejie, apakah Kaisar benar akan tidur di kediaman Selir Mei?" tanya Lan Hua. Entahlah, perkataan itu keluar begitu saja dari mulutnya.
__ADS_1
"Kenapa Meimei? apa Meimei cemburu?" tanya balik Yoona tersenyum.
"Aku cemburu mungkin hanya mimpi, justru aku bersyukur aku akan ke Hutan Kematian menemui Gege dan Jiejie mereka sudah mendapatkan pasukannya." Ucap Lan Hua, memutar bola matanya kesal.
"Benarkah." tanya Yoona cengengesan "Tapi bagaimana jika Kaisar kesini?"
"Jiejie bilang saja, aku ingin istirahat tidak mau menemui siapa pun."
"Emm, baiklah aku akan bersiap siap." Ucap Lan Hua menghentikan aktivitas membacanya dan memakai pakaian laki-lakinya serta menggunakan cadar.
Sementara Yoona hanya diam saja menuruti perintah Lan Hua.
"Jiejie aku berangkat."
Lan Hua langsung pergi melewati jendela dan kedua pengawal pintu gerbang belakang. Sampailah ia di Hutan Kematian kawasan Raja Singa, ia melihat Gege dan Jiejienya mengawasi latihan pasukannya..
"Gege, Jiejie." Teriak Lan Hua.
Ke Empat saudara menoleh ke arah Lan Hua dan menghampirinya.
"Bagaimana Gege, Jiejie latihan mereka?"
"Aku tidak menyangka mereka memiliki Kultivasi di atas 60. " Ucap Changyi menggaruk dagunya.
"Bagus Jiejie aku akan menemui mereka."
"Mari Meimei." ucap Ming Yue.
"Semuanya. " Chen berteriak menghentikan latihan mereka.
"Kalian beri hormat pada Ratu kalian." Ucap Changyu..
Semunya memberi hormat dengan patuh.
"Baiklah aku akan memperkenalkan diriku,, aku Lan Hua Ratu di Hutan Kematian dan Hutan Surgawi..
__ADS_1
Aku akan membantu hidup kalian dengan lebih baik. Aku akan membantu kalian menjadi orang hebat yang tidak mudah ditindas dan perlu kalian tau aku adalah Permaisuri dari Kekaisaran Feng." ucap Lan Hua dengan tegas.
Apa dia adalah Permaisuri sampah itu? tidak mungkin batin mereka.
"Benar aku adalah Permaisuri Lan Hua. Aku adalah Permaisuri sampah yang terkenal. Terserah kalian percaya atau tidak jika tidak ada yang paham silahkan bertanya." Ujar Lan Hua menyunggingkan bibirnya.
Salah satu dari mereka dengan berani bertanya pada Lan Hua
"Ampun Yang Nulia hamba ingin bertanya, apa tujuan Yang Nulia membuat pasukan?" tanya salah satu dari mereka.
"Sebenarnya ini bukanlah pasukan untuk keuntunganku saja, ini juga menguntungkan bagi hidup kalian, aku ingin membangun bisnis untuk hidup kalian agar lebih baik dan aku juga ingin kalian menjadi rakyatku, tentunya aku akan menjamin hidup kalian.
Kalian akan dibuat Empat kelompok karna Kultivasi kalian semua diatas tingkatan 60 dan sisanya ikut aku ke Hutan Surgawi disana kalian akan menata hidup baru kalian.
Aku akan membuat sebuah Tato Mawar Putih dipergelangan tangan kalian Tato ini juga ada keuntungan dan kerugiannya..
Keuntungannya kalian bisa keluar masuk dari Hutan Surgawi dan Hutan Kematian tentunya masing masing kalian bisa memilih salah satu hewan penjaga Hutan Surgawi dan Hutan Kematian untuk menjaga kalian jika kalian terdesak tapi kalian harus membuat perjanjian dengan masih masing para Raja penjaga Hutan Kematian dan Raja penjaga Hutan Surgawi.
Kerugiannya jika kalian berkhianat Tato Mawar Putih itu akan membunuh kalian tanpa perintahku bahkan jika kalian memiliki kelurga, Meimei, Jiejie, Gege dan Diedie. Tato Mawar Putih itu juga akan membunuh mereka.
apa kalian ingin bertemu dengan para penjaga Hutan Kematian?" tanya Lan Hua.
mereka hanya saling melirik.
"Datanglah !!" Ucap Lan Hua.
Seketika tanah itu bergetar hebat, seperti ada ribu pasukan yang menghampiri mereka. Para bawahan pun melihat sekeliling mereka.
Mereka yang melihat para Monster, Raja Hutan Kematain sangat ketakutan hingga tubuh mereka keluar keringat dingin.
"Jangan takut mereka adalah Rajanya sementara salah satu pasukan dari masing masing penjaga hutan kematian akan membantu kalian sewaktu kalian terdesak."
"Apa kalian paham ?" teriak Lan Hua dengan tegas..
"Gege Chen aku ingin Tim mu ada 150 pasukan. Bagi mereka dengan Tiga kelompok bisa saja sewaktu waktu para pemberontak menyerang semua Kekaisaran secara bersamaan dan untuk Gege Changyi, Changyu dan Jiejie Ming yue pasukan kalian hanya terdiri dari 20 orang, sisanya ikut aku ke Hutan Surgawi."
__ADS_1
Lan Hua mengeluarkan semua pedang dan panahnya di dalam dimensinya untuk diberikan pada pasukannya.
Sementara ke empat Saudara memilih senjata yang berbeda beda sesuai keinginan mereka..