Permaisuri Sang Penguasa

Permaisuri Sang Penguasa
Kematian Selir Mei


__ADS_3

Mungkin ada yang berminat Season 1 Permaisuri Sang Penguasa😊🙏


Open PO


Judul: Permaisuri Sang Penguasa


Penulis : Sayonk


(289 halaman)


Rp. 88.000


Sinopsis :


Permaisuri yang dicampakan oleh Kaisar. Seorang anak yang di buang oleh ayah nya sendiri. Pulang ke istana menggerakkan hati kaisar, memberikan kesempatan bagi kaisar. Namun, lagi-lagi dikecewakan. Bagaimana kehidupan kaisar setelah di tinggalkan permaisurinya? mampukah sang Permaisuri memberikan kesempatan lagi atau memilih mengabaikannya?


#PermaisuriSangPenguasa #Sayonk #NovelindoPublishing #Noveltoon


Format pemesanan


Nama


Alamat


Kota


Kelurahan


Kecamatan


Kode pos


Nomer hp


Judul buku


Transfer ke rek 0560368836 an Diana bank bca


Online Order


https://api.whatsapp.com/send?phone\=62818331696


Ke esokan paginya.


Di Kediaman Naga.


Terlihat pria bertubuh kekar masih setia menatap langit hingga pagi. Bahkan pria itu semalam tidak tidur. Rasa sedih dan rasa penyesalan amat dalam tak bisa menghilang dari hatinya.


"Hormat hamba, Yang Mulia." Ucap Kasim Qie menghentikan lamunan Kaisar Feng. "Hukuman Selir Mei akan segera dimulai Yang Mulia." Sambungnya lagi.


Hua'er aku harap hukuman ini adil untuk mu.

__ADS_1


Kaisar Feng tak mengucapkan sepatah kata apa pun, ia langsung melangkah menuju ke aula sebuah tempat khusus eksekusi. Disana ia melihat Selir Mei memakai hanfu putih polos dengan rambut terurai. Matanya sembab menyimpan kesedihan. Tapi mau berkata apa lagi, hukuman tetaplah hukuman yang harus di jalani.


Wanita di depannya melihat ke arahnya. Namun ia menoleh ke arah lain tidak ingin melihat wajahnya. Sakit, ternyata orang yang dulu pernah di perjuangkan malah ingin membuat Permaisurinya meninggal. Dulu ia memang membenci Permaisuri dan mengasingkannya dengan sengaja tanpa menyelidiki dulu. Itu lah kesalahannya seumur hidupnya yang tak pernah ia akan lupakan.


Selir Mei melihat ke arah putranya, Pangeran Jixiang. Sama, putranya sama dengan Kaisar Feng bercampur marah, kecewa dan sedih.


Seorang Kasim berjalan ke arah Selir Mei membawa nampan diatasnya ada cangkir berisi cairan hitam.


Dengan ragu-ragu di iringi tangisan. Selir Mei meminum racun tersebut.


Saat Selir Mei terjatuh, Pangeran Jixiang berlari memeluknya di pangkuannya.


"Putra ku jadilah putra yang kuat. Jangan mengecewakan Yang Mulia. Jangan mengikuti jejak Ibunda mu dan bawa Permaisuri pulang ke Is, is, tana. Buat mere, ka ber, ber, satu. Selama ini Ibunda terlalu egois." Ucap Selir Mei lemah dan menghembuskan nafas terakhirnya.


Pangeran Jixiang tidak bisa berkata apa-apa. Ia hanya bisa menangis dan menangis. Kehilangan seluruh hidupnya. Ibu yang ia sayangi telah pergi. Lalu apa yang harus dia lakukan? ia sangat takut Permaisuri Lan Hua tidak mau menerimanya sebagai putranya.


Selesai semua ritual kematian Selir Mei.


Kaisar Feng dan Pangeran Jixiang hanya duduk terdiam. Tidak ada pembicaraan dari mereka. Kedua laki-laki itu hanyut dalam kesedihan dan kesunyian.


Pangeran Jixiang melihat Ayahnya hanya terdiam. Ia membuka pembicaraannya dan ingin menanyakan tentang Permaisuri Lan Hua agar ia lebih mudah untuk mencarinya.


"Ayah, maaf, maafkan Ibunda." Ucap Pangeran Jixiang.


Kaisar Feng tersenyum, ia menatap Pangeran Jixiang dan menepuk bahunya.


Ia merasa tidak tega ketika putranya menangis dan memeluknya sangat erat.


"Sudah lah yang perlu kita pikirkan sekarang adalah hari esok. Bagaimana caranya kita menang?"


Kaisar Feng menghela nafas dan menceritakan semuanya.


Pangeran Jixiang hanya diam mendengarkan semua cerita Kaisar Feng secara saksama.


Dan mereka menghentikan pembicaraan ketika Jenderal Chu masuk.


"Hormat hamba, Yang Mulia." Ucap Jenderal Chu.


"Bagaimana dengan peperangan besok yang mulia?"


"Entahlah kita hanya berperang dengan sisa kekuatan kita. Bahkan Kultivasi yang dimiliki Klan Darah sangat kuat hanya menghempaskan tangan saja terlempar jauh." Ucap Kaisar Feng dengan wajah lemas.


"Lalu bagaimana dengan Jenderal Fang Yin dan Permaisuri, Yang Mulia?" tanya Jenderal Chu.


Seketika Pangeran Jixiang ingat tentang gadis di arena pertandingan. "Ayah sebenarnya aku pernah bertemu dengan gadis itu di Hutan Kematian." Tutur Pangeran Jixiang.


Kaisar Feng dan Jendral Chu langsung menatap ke arah Jendral Jixiang.


"Apa yang kau katakan benar Pangeran?" tanya Jenderal Chu dengan wajah serius.


"Benar, aku bahkan bertemu dengan seorang gadis dia sangat cantik. Memiliki Tato Api Biru di antara kedua alisnya dan mata biru." Ucap Pangeran Jixiang mengingat pertemuannya.

__ADS_1


Kaisar Feng mendengarkan penjelasan Pangeran Jixiang menyuruh Jenderal Chu mengambilkan sebuah gambar yang digulung di mejanya.


Jendral Chu menuruti perintah Kaisar Feng dan menyerahkan sebuah gulungan di tangannya. Lalu


Kaisar Feng membukanya dan memperlihatkan pada Pangeran Jixiang.


Alangkah terkejutnya Pangeran Jixiang gadis yang ia temui sangat persis di kertas itu bedanya hanya Tato Apinya dan warna matanya.


"Ayah gadis yang aku temui mirip dengan gambar ini."


deg...


Degupan kencang jantung Kaisar Feng ingin menghentikan pernafasannya..


"Benarkah." Ucap Kaisar dengan mata berkaca-kaca.


"Berarti dia hidup dengan baik."Ucap Kaisar Feng seraya meraba lukisan di depannya.


Pangeran Jixiang bingung tidak mengerti.


"Sebenarnya gadis ini siapa Ayah?"


"Dia permaisuri ku Lan Hua, yang selama ini aku cari." Ucap Kaisar Feng.


Pangeran Jixiang terkesiap mendengarkan Ayahnya. Berarti dia sudah bertemu dengan Ibundanya.


"Ayah aku janji akan membawa Ibunda Permaisuri pulang." Ucap Pangeran Jixiang.


"Ayah akan berusaha, Nak. Membawanya pulang ke istana." Ucap Kaisar Feng.


"Jenderal Chu, aku serahkan urusan prajurit pada mu." Ucap Kaisar Feng.


"Baik, Yang Mulia hamba undur diri." Ucap Jenderal Chu dengan perasaan senang. Ia senang, tidak lama lagi Permaisuri Lan Hua akan kembali.


"Ayah kita harus beristirahat untuk pertemuan besok." Ucap Pangeran Jixiang


menunduk hormat undur diri.


Kaisar Feng hanya mengangguk.


Hua'er besok aku akan berperang, aku tidak tau bisa melihat mu atau tidak.


Kaisar Feng beranjak pergi ke tempat tidurnya untuk beristirahat dengan harapan besok pagi akan membawa kemenangan..


Sementara di Hutan Surgawi..


Lan Hua, ke empat Saudara dan Jenderal Fang Yin sudah menyiapkan pasukannya serta senjata yang akan di gunakan telah dilumuri oleh racun buatan Lan Hua.


"Benar aku akan turun langsung ke medan perang. Untuk membantu Para Kaisar. Aku khawatir jika Naga Hitam telah bangkit. Dia hanya bisa dikalahkan oleh Dragon dan Red dan aku akan menghadapi Tetuanya." Ucap Lan Hua.


"Baiklah, Yang Mulia harus beristirahat." Ucap Chen.

__ADS_1


"Kalian juga harus beristirahat." Ucap Lan Hua sambil cengengesan..


Akhirnya mereka menuju kekediaman masing-masing meristirahatkan tubuhnya untuk peperangan yang akan menguras banyak energi tubuhnya.


__ADS_2