Permaisuri Sang Penguasa

Permaisuri Sang Penguasa
Bab 31 (Revisi)


__ADS_3

Lan Hua menggoyangkan jari telunjuknya, seakan terhipnotis, pusaran awan hitam itu mengikuti jari telunjuk Lan Hua yang berputar.


Mereka semua terkejut lebih lebih ketua pembunuh yang berasal dari Klan Iblis...


"Apa yang terjadi? kenapa bisa awan hitam itu hanya berputar?" tanya Ketua pembunuh itu sambil mengkerutkan dahinya.


Ketua Pembunuh itu membacakan mantra Kultivasi hitam kembali. Ia ingin awan itu menghantam ketiga orang yang berada di depannya itu.


"Aneh, kenapa mantranya tidak menyerang mereka." ucap salah satu Pengawal.


"Tidak mungkin, kenapa bisa begini?


"Hey, kau keluarlah. Jangan bersembunyi, jadi pengecut." Teriak Ketua Pembunuh menggelagar. Hanya ada suara burung yang langsung terbang bebas. Suara itu seperti bahan peledak bagi telinganya.


Ketua Klan pembunuh itu, menatap tajam ke arah pohon rindang. Matanya sangat jeli, ia yakin tidak mungkin ketiga orang bodoh yang menghentikannya. Sudah di pastikan, jika bukan di hadang. Ketiga orang di depannya sudah pasti jadi abu.


HAHAHA.....


Terlihat seorang wanita cantik,, bulu mata yang lentik,, bola mata yang hitam,, kulit yang lebih putih dari giok. Duduk dengan santai di atas dahan pohon menggunakan cadarnya dan rambutnya di biarkan terurai...


"Hei, paman botak kinclong, apa kau sudah selesai bermain?" ucap Lan Hua dengan nada mengejek...


Bagaimana dia tau aku botak padahal aku menggunakan penutup kepala batin ketua pembunuh.

__ADS_1


"Siapa kau hah berani ikut campur urusan ku?" tanya Ketua pembunuh dengan nada amarahnya. "Dasar bocah tengil."


"Aku ya,, tentu saja orang masa hantu.'" ucap Lan Hua tertawa mengejeknya.


"Kaauuu !!!


apaa kau yang menggagalkan mantra Kultivasi Hitam ku, hah? " tanya Ketua Klan Iblis menunjuk ke arah Lan Hua..


"Oooo petir dan awana itu yaa,, jika memang aku kenapa ? suruh siapa mengganggu tidur manisku." jawab Lan Hua tersenyum sinis.


"Dan kau." Lan Hua menunjuk pada Ketua Klan Iblis. "Sudah bau tanah, masih saja bikin rusuh.." ucap Lan Hua memutar bola matanya.


"Tidak mungkin bagaimana bisa gadis kecil seperti mu menggagalkannya? Aku adalah Klan Iblis, Ketua pembunuh dari Klan Iblis, aku bisa saja mencincang-cincang mu." Teriaknya tidak terima.


"Mana mungkin gadis kecil seperti mu bisa mengalahkan kami." ucap mereka semua yang tak kalah mengejek termasuk Ketua Klan Iblis.


Sementara Kaisar Zhang, Pangeran Hongli dan Jendral Phan merasa yakin. Jika Lan Hua melakukannya walaupun mereka tidak bisa melihat tingkat Kultivasi Lan Hua tapi melihat auranya ia merasa yakin ...


"Kau ingin mati hah,, berani sekali kau ikut campur urusan ku." ucap Ketua dengan amarahnya yang memuncak...


Lan Hua langsung berdiri dengan nada sombongnya mengejek Ketua pembunuh Klan Iblis...


"Hei, gundul kinclong aku tidak takut dengan mu"...

__ADS_1


Lan Hua langsung turun dari dahan pohon, angin menerpa rambutnya yang terurai menambah akan kecantikannya....


Sementara Kaisar Zhang,, Pangeran Hongli dan Jendral Phan terlena akan kecantikannya.


"Sombong sekali kau gadis kecil,, apa yang kalian tunggu serang dia?" teriak Ketua pembunuh pada bawahannya...


Mereka mengacungkan pedangnya ke arah Lan Hua mulai menyerang Lan Hua. Sementara Lan Hua hanya tersenyum sinis.


Lan Hua memainkan pedangnya, ia meniup pedang itu seakan di perintahkan menyerang mereka. Suara dentingan itu beradu, Lan Hua menyandarkan badannya ke pohon itu dan menyilangkan kedua tangannya di dada. Dalam sekejap para bawahan Klan Iblis terbunuh.


"Kau dasar jalang." ucap Ketua pembunuh dengan penuh emosi, melihat para bawahannya terbujur kaku bahkan dengan tubuh terpisah.


"Angkatlah pedang mu,, kita main main terlebih dahulu." ucap Lan Hua seraya menyodorkan tangannya menangkap sang pedang yang sudah berlumuran darah itu.


Ketua pembunuh menyerang Lan Hua namun Lan Hua dengan santainya menangkis pedangnya.


Hingga tiba giliran Lan Hua menyerangnya dengan sigap Lan Hua sudah berdiri di belakang pembunuh menebas kepala pembunuh hingga mayatnya meleleh dan menghilang...


Sementara Kaisar Zhang, Pangeran Hongli dan Jendral Phan hanya menganga tidak percaya. Mereka sangat terkejut melihat Lan Hua tanpa luka apapun bahkan bajunya sangat bersih tanpa noda darah...


Lan Hua melihat mereka tercengang,, dia langsung berbalik badan dan meninggalkan mereka.


Namun langkahnya terhenti...

__ADS_1


TUNGGU NONA...


__ADS_2