Permaisuri Sang Penguasa

Permaisuri Sang Penguasa
Bab 35 (Revisi)


__ADS_3

hahaha..


"Kau sungguh menggemaskan baiklah kita cari makan." ucap Lan Hua. Kembali menggandeng tangan Pemuda itu.


Mereka berdua sampai disebuah tempat makan Lan Hua memesan banyak makanan untuk Pemuda itu.


Pemuda itu pun menatap berbinar dan langsung memakannya dengan rakus.


"Hati hatilah makannya tidak akan ada yang merebut." Ucap Lan Hua seraya menatap pemuda di depannya.


Pemuda itu menahan malu akibat tingkah konyolnya yang di lihat Lan Hua. Dia kembali memakan hidangan sedap di depannya dengan pelan.


Lan Hua hanya mengambil memakan kue bulan seraya melirik pemuda itu.


"Emmm, kalau boleh tau nama mu siapa?" tanya Lan Hua.


Pemuda itu mendengarkan pertanyaan Lan Hua menghentikan makannya..


"Nama ku Chen Nona." ucap Pemuda itu seraya mengunyah.


"Berapa umur mu?" tanya Lan Hua.


"Umur saya 20 tahun Nona." jawab Chen.


"Ooo kenapa kau tadi bisa memaksa seseorang untuk memberikan sesuatu pada mu?" tanya Lan Hua.


"Saya terpaksa melakukannya nyonya. Apalagi adik saya sakit Nyona. Saya sangat membutuhkan uang." Jawab Chen dengan nada sedih.


"Berapa Adik mu?" tanya Lan Hua.


"Tiga orang Nyona." Jawab Chen.


"Kemana Orang Tua mu?" ucap Lan hua..


"Sudah meninggal Nyona." ucap Chen dengan nada sedih..


"Upps maaf aku tidak tau." ucap Lan Hua..


"Tidak apa-apa Nyona."

__ADS_1


"Baiklah lanjutkan makan mu." Ujar Lan Hua.


"Nyona saya sudah kenyang." ucap Chen..


Lan Hua hanya mengnganggukinya. Lan Hua pun memanggil pelayan toko itu.


"Pelayan." teriaak Lan Hua.


"Iya tamu terhormat." jawab pelayan.


"Bungkus makanan yang terenak untuk 3 orang." perintah Lan Hua.


"Baik tamu terhormat."


Beberapa menit kemudian datanglah seorang pelayan membawa bungkusan makanan..


"Berapa semuanya."


"50 perak Nyona."


"Ini, sisanya untukmu." ucap Lan Hua.


"Kenapa Nyona memberikannya untuk Adikku?" ucap Chen..


"Memangnya aku salah membantu mu?" tanya Lan Hua.


"Terimakasih atas kebaikan Nona." jawab Chen dengan mata berkaca kaca.


"Sudahlah." ucap Lan Hua sambil tersenyum di balik cadarnya.


"Dimana rumah mu aku akan mengantarkan mu?" tanya Lan Hua.


"Tidak jauh dari sini Nyona." jawab Chen.


Mereka tiba di sebuah rumah atau layaknya gubuk. Rumah yang mereka tempati terlihat kumuh tidak layak dipakai.


"Nyona silahkan masuk,, maaf Nyona rumah kami sangat kumuh." ucap Chen..


Terlihat seorang gadis menghampiri Chen..

__ADS_1


"Gege kau datang dari mana?kami sudah lama menunggu mu, Meimei sudah memasak untuk Gege." ucap seorang Gadis..


"Gege siapa wanita itu?" tanya seorang Gadis..


"Aku Lan Hua kau bisa memanggilku Hua." ucap Lan Hua sambil tersenyum...


"Aaa baiklah Nyona, saya Ming Yue,


silahkan Nyona duduk." ucap Ming Yue..


Lan Hua tidak jijik melihat tempat merek. Nustru Lan Hua sangat senang melihat keharmonisan mereka.


"Meimei ini obatnya berikan pada Changyin." ucap Chen..


(sebelum dituduh pencuri sebenarnya Chen sudah membeli obat untuk Changyin,,karna uangnya sudah tidak ada,, Chen langsung mencari pekerjaan namun naas ia malah terkena tuduhan).


"Baiklah Gege." ucap Ming yue.


"Chen mengapa kau tidak memanggilkan tabib?" tanya Lan Hua..


"Mana bisa Nyona kami tidak memiliki banyak uang memanggil tabib untuk membeli obat Changyin butuh berbulan bulan." jawab Chen.


"Chen bolehkah aku melihat keadaan adik mu." ucap Lan Hua..


"Apa nyona seorang tabib?" tanya Chen penuh harap.


"Aku mengerti sedikit tentang pengobatan Chen." jawab Lan Hua tersenyum..


"Nona bisakah kau menyembuhkan Adikku." ucap Chen dengan penuh harap pada Lan Hua.


"Aku akan berusaha Chen, kau tidak usah memanggil ku Nyona panggil aku saja Meimei" ucap Lan Hua..


"Baik nyona, eh maaf maksudnya Meimei."


Chen mengantar Lan Hua untuk melihat keadaan Changyin.


Didalam ruangan itu terlihat satu Gadis dan Dua orang laki laki. Ming Yue dengan sabarnya menyuapi obat yang dibelikan Chen, Sementara satu Pemuda menopang Pemuda yang sakit untuk duduk.


"Ming Yue minggirlah biar Meimei memeriksanya."

__ADS_1


"Apakah dia bisa mengobati Gege ?'' tanya Ming Yue mengernyitkan dahinya.


__ADS_2