
Sepasang mata itu terus memperhatikan tingkah laku Putra Mahkota Yuan Feng dan Huang Xue Na. pandangannya tidak pernah lepas dari mereka. Rasanya ingin sekali dirinya memarahi Putra Mahkota Yuan Feng. Tapi apalah dirinya hanya sebatas Permaisuri.
Bagaimana jika Putri Mahkota tau? aku saja sudah merasakan sakit apalagi jika Putri Mahkota mengetahuinya. Tidak bisa, ini tidak boleh di biarkan. Aku harus memberitaukan pada Pangeran ucapnya berlalu pergi
Sesampainya di istana, wanita itu yang tak lain Putri Xio Ji Lie atau sekarang Permaisuri Xio Ji Lie. Ia turun dari keretanya dan berlari kecil menuju ruang kerja Pangeran Jixiang.
Brak
Pintu terbuka secara kasar, Putri Xio Ji Lie yang di landa kepanikan ia tidak bisa berfikir jernih. Yang ia takutkan sekarang, Bagaimana jika Putri Mahkota tau? apalagi Ibunda Permaisuri?
"Ji'er ada apa?" tanya Pangeran Jixiang panik melihat Permaisuri Xio Ji Lie bercucuran keringat.
"Itu, itu itu. Putra Mahkota," Permaisuri Xio Ji Lie mengatur nafasnya sejenak.
"Ada apa dengan Putra Mahkota?" tanya Pangeran Jixiang ikut panik. Ia takut terjadi apa-apa dengan Adiknya.
"Hamba melihatnya dengan wanita lain," ucap Permaisuri Xio Ji Lie singkat dan padat.
Pangeran Jixiang awalnya panik dan khawatir. Kini tergantikan oleh amarah.
"Apa maksudnya?"
"Hamba melihat Putra Mahkota bersama wanita lain dan mereka bahkan tertawa bersama. Dan juga mereka bergandengan tangan Pangeran."
"Apa Permaisuri tidak bohong? jangan main-main dengan perkataan mu," ucap Pangeran Jixiang dengan wajah serius. Namun ia masih menahan amarahnya.
__ADS_1
"Tidak, Pangeran. Bahkan hamba melihat sendiri dan mengikutinya."
Dada Pangeran Jixiang naik turun, yang ia pikirkan adalah Lan Hua. Bagaimana jika Ibundanya di kecewakan lagi? bagaimana jika Ibundanya meneteskan air mata? dunianya seakan runtuh ketika melihat Ibunda yang ia cintai meneteskan air matanya.
"Permaisuri melihatnya di mana?" tanya Pangeran Jixiang.
"Di kota Pangeran,"
"Baiklah, aku yang akan menanyakan nya sendiri. Tapi jika dia berani membuat Ibunda kecewa. Aku tidak akan melepaskannya begitu saja. Dan untuk hari ini jangan bilang pada siapa pun." ucap Pangeran Jixiang.
"Dan Permaisuri istirahat lah dulu," perintah Pangeran Jixiang seraya menghapus keringat di dahi Permaisuri Xio Ji Lie dengan menggunakan hanfunya tangannya.
"Terimakasih Pangeran." ucap Permaisuri Xio Ji Lie lembut.
Pangeran Jixiang hanya mengangguk dan tersenyum.
Sesampainya disana, Pangeran Jixiang langsung membuka pintu kediaman Putra Mahkota Yuan Feng dengan kasar. Namun yang di cari tidak ada.
"Dimana Putra Mahkota?" tanya Pangeran Jixiang berteriak.
"Putra Mahkota sedang keluar Pangeran,"
Brak
Pangeran Jixiang memukul pintu di depannya, "Jika Putra Mahkota sudah datang, suruh dia ke ruang kerja ku," ucap Pangeran Jixiang dengan dingin dan tajam.
__ADS_1
"Ada apa Gege?"
Pangeran Jixiang menoleh, ia langsung menghampiri Putra Mahkota dan menarik kerah hanfu lehernya.
"Gege, sebenarnya ada apa?" tanya Putra Mahkota Yuan Feng terkejut, sekaligus keheranan.
Pangeran Jixiang menghiraukannya, ia menyeret kerah hanfu Putra Mahkota Yuan Feng secara paksa.
"Tutup pintunya, siapa pun yang datang kalian harus melaporkan," teriak Pangeran Jixiang.
"Katakan siapa wanita itu," bentak Pangeran Jixiang seraya menghempaskan hanfu Putra Mahkota Yuan Feng.
"Apa maksud Gege?"
"Jangan memanggil ku Gege, jika kamu bertele-tele. Katakan yang sebenarnya," teriak Pangeran Jixiang menatap tajam Putra Mahkota Yuan Feng.
"Ada seseorang yang menemukan mu dengan seorang wanita. Bahkan bermesra-mesraan."
Seketika Putra Mahkota Yuan Feng mengerti arah dari perkataan Pangeran Jixiang. Dia tidak menyangka akan ketahuan secepat ini. Bahkan dirinya berniat merahasiakannya.
"Katakan," teriak Pangeran Jixiang.
"Itu, itu hanya wanita yang aku tolong Gege. Aku mohon Gege jangan memberitaukan pada Ibunda. Tolong dengarkan penjelasan ku dulu,"
"Jelaskan," singkat dan padat. Membuat Putra Mahkota menatap horor melihat tajamnya mata Pangeran Jixiang.
__ADS_1
Putra Mahkota Yuan Feng menghirup nafas kasar, "Sebenarnya Aku tidak sengaja menolongnya saat wanita itu mau di perkosa, dan pada saat itu Aku, aku mengantarkan dia ke kediamannya. Lalu Neneknya menitipkannya pada ku, setelah itu Neneknya meninggal dan, dan aku hanya menjaga amanahnya Gege," cicit Putra Mahkota Yuan Feng melirik ke arah Pangeran Jixiang. Entah mengapa hatinya begitu takut.
"Jelaskan pada Ibunda dan Putri Mahkota, sebelum merameka tau dari orang lain," ucap Pangeran Jixiang datar dan tajam kemudian berlalu pergi.