
"Baiklah jika ada waktu secepatnya aku akan kesana." Ucap Lan Hua.
"Meimei bagaiman kabar Kaisar di Hutan Kematian?" tanya Changyu.
"Kenapa kalian menanyakannya? membosankan membahasnya." Ucap Lan Hua dengan wajah cemberut. Bukannya malah mengkhawatirkan dirinya, malah membahas orang lain.
"Iya iya, maaf maaf." Ucap Changyu tertawa.
"Tapi Kaisar sudah mendapatkan Lotus Api, aku yakin ia juga akan kembali secepatnya ke Istana jadi beberapa hari ini aku akan diam sepolos mungkin di istana." ucap Lan Hua dengan nada lesunya.
"Gege, Jiejie aku sudah selesai membuat senjata, bukan hanya pedang tapi ada juga senjata lainnya." Ucap Lan Hua sambil menaikkan kedua alisnya.
Lan Hua mengeluarkan berbagai macam senjatanya di demensianya.
*1. Pedang
Panah
Belati
Urumi
Bagh nakh
Katar
Shotel
Haladie
Push deger
War hammer
Shuriken
__ADS_1
Tombak*
"Meimei ini senjata apa? " tanya Chen memegang urumi. Senjata aneh yang tak pernah ia lihat.
"Ini namanya urumi, Gege. Senjata ini lebih hebat daripada cambuk." Jelas Lan Hua. "Apa Gege ingin merasakannya?" sambungnya lagi dengan tertawa.
"Dan ini Meimei, kenapa mirip pedang tapi aneh?" Ucap Ming Yue meraba shotel melihatnya dengan lekat.
"Ini namanya Shotel." Ucap Lan Hua.
"Kenapa nama senjatanya aneh Meimei?" tanya Changyi. Nama yang jelas aneh dan senjata aneh yang tidak pernah ada di Kekaisaran. Ia sangat kagum akan kecerdasan Lan Hua membuat senjata yang tak ada duanya.
"Aa, itu hanya ada ide ku saja." Ucap Lan Hua berbohong seraya menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
Mana mungkin aku bilang karna aku seorang agen bisa bisa mereka menganggap ku gila batin Lan Hua.
"Baiklah nanti Meimei akan mengajarkan bagaimana menggunakannya." Ucap Lan Hua seraya memainkan pedang di tangan kanannya.
"Baiklah Meimei, kami akan kembali ke Hutan Kematian dan menunggu kedatangan mu." ucap Chen.
Ke empat Saudara pergi menuju ke Hutan Kematian. Sementara Lan Hua melanjutkan alam mimpinya.
Sementara di gunung wu..
Kaisar Feng dan ke tiga pengawalnya sampai tengah malam dengan wajah yang amat bahagaia. Kaisar Feng melihat Guru Xi menunggunya di depan rumahnya dengan berjalan mondar mandir dengan kedua tangan yang memegang pergelangan lengan kanan.
(Guru Xi hanya memiliki dua murid yaitu Kaisar Feng dan Tian Yu).
"Feng'er." Ucap Guru Xi dan memeluknya.
"Ini Guru." memperlihatkan Bunga Lotus Api. "Murid mu sudah mendapatkannya." ucap Kaisar Feng dengan tersenyum..
Dengan mata berbinar Guru Xi mengambilnya, memperhatikan bunga itu seakan ia tidak percaya. Dia kesulitan mengambilnya, sedangkan muridnya bisa mengambilnya. Ia begitu yakin dengan kekuatan Kaisar Feng yang sudah melebihi kekuatannya.
Dirinya sendiri tidak mampu masuk ke dalam karna ia pernah mencoba namun langsung ditendang oleh Raja Singa yang menyebalkan itu hingga membuatnya tidak berani masuk lagi.
__ADS_1
Aku jadi malu pada murid ku."batin Guru Xi.
"Guru aku ingin menemui Didie Tian Yu. Semenjak aku disini aku tidak menemuinya." Ucap Kaisar Feng.
"Baiklah aku akan mengantar mu." Hcap Guru Xi lalu berjalan diikuti Kaisar Feng dan pengawalnya..
setelah sampai di kamar Tian Yu.
Kaisar Feng melihat pemuda yang berbaring lemas. Wajahnya sangat pucat dan badannya kurus.
Tian Yu melirik kearah pintu betapa bahagianya ia melihat Kaisar Feng yang di anggap Gegenya sendiri datang menemuinya.
"Gege. " Sapa Tian Yu dengan suara lemasnya.
Kaisar Feng menghampirinya dan tersenyum pada Tian Yu.
"Kau harus kuat, Gege sudah membawakan obat penawar racunnya." Ujar Kaisar Feng dengan lembut. Hatinya sakit melihat orang yang begitu ia cintai terbaring tak berdaya.
"Gege harus berhati-hati. Bisa saja Klan Iblis akan menyerang istana Gege." Tutur Tian Yu.
"Sepulang Gege dari sini Gege akan membahasnya dengan para Kaisar dan para Klan di semua Kekaisaran." Ucap Kaisar Feng.
"Gege bagaimana Gege bisa mendapatkan penawarnya? Guru bahkan bercerita bahwa penawarnya ada di bukit Hutan Kematian. Memang Guru pernah kesana tapi dihadang oleh Raja Singa." Jelas Tian Yu. Ia beringsut duduk di bantu oleh Kaisar Feng.
"Gege juga bertemu disana bahkan juga Kalajengking tapi Gege ditolong seorang gadis." Ucap Kaisar Feng mengingat pertemuannya.
"Seorang gadis apa dia kuat? apa Gege tertarik?siapa namanya Gege?" tanya Tian Yu.
"Wajahnya saja aku tidak tau bahkan ia menggunakan cadar, apalagi namanya." Ucap Kaisar Feng seraya menggelengkan pelan kepalanya.
Tian Yu hanya tersenyum dibibir pucatnya.
"Baiklah cepat sembuh. Malam ini Gege akan kembali ke istana." Ucap Kaisar Feng sambil menepuk bahu Tian Yu.
"Apa Gege tidak menunggu pagi?" tanya Tian Yu.
"Tidak Gege masih banyak urusan." Ucap Kaisar Feng. Ia membayangkan memeluk Lan Hua dan bercanda bersama.
__ADS_1
Kaisar Feng melangkah keluar dan pengawalnya pun telah selesai bersiap-siap untuk pulang ke Istana, tak lupa ia berpamitan pada Guru Xi.