Permaisuri Sang Penguasa

Permaisuri Sang Penguasa
season 2 : Kedatangan Selir Fu Mei dan Kemarahan Kaisar Zing.


__ADS_3

Lan Sing melihat dua para penjaga gerbang belakang yang siap siaga. Dengan qingqongnya yang sangat gesit ia melewati para penjaga dengan mudahnya menuju kekediamannya lewat jendela.


sampai di kediamannya Lan Sing melihat Yoon yang menangis tersedu sedu di lantai.


"Yoon." ucap Lan Sing.


Yoon seketika mendongakkan kepalanya dan berlari memeluk Lan Sing.


"Yang Mulia sebenarnya kemana saja? hamba sangat khawatir." ucap Yoon memeriksa sekeliling tubuh Lan Sing.


"Tenanglah aku hanya ketiduran di pohon." ucap Lan Sing berbohong. Tentunya Lan Sing tidak akan memberitaukan pada siapa pun kemana ia pergi. Karna ia ragu terhadap orang di istana Kekaisaran Zing.


"Ehem, apa Yang Mulia mencariku?" tanya Lan Sing menatap Yoon.


"Tidak Permaisuri, Kaisar belum kembali ke istana." ucap Yoon menunduk.


"Baiklah hentikan pencarian ku, jangan sampai Kaisar tau." ucap Lan Sing datar.


Yoon mengangguk dan menjalankan perintah Lan Sing.


Sementara Lan Sing menatap dirinya di cermin.


Hem ingin mempermainkan ku tunggu dan lihatlah batin Lan Sing tersenyum menyeringai.


Lan Sing segera merebahkan tubuhnya, hari esok ia harus menerima kabar akan kedatangan penghuni Istana baru.


Ke esokan paginya,


Lan Sing sudah selesai dengan aktivitas mandinya.


"Yoon, rias aku secantik mungkin.hari ini akan ada kedatangan orang baru memasuki Istana." ucap Lan Sing menatap wajah bayangannya di cermin.


deg...


Seketika Yoon terkejut apa yang di ucapkan Lan Sing.


apa permaisuri sudah mengetahuinya batin Yoon.


Lang Sing melihat bayangan wajah Yoon di cerminnya ada sebuah kegelisahaan.ia tersenum sinis.


"Yoon, apa yang mulia memiliki kekasih?" ucap Lan Sing.


tubuh Yoon seketika gemetar, ia takut pada yang mulia Kaisar tapi ia juga takut pada Permaisuri.


"Yoon bicaralah, kenapa kau diam? lagi pula aku sudah mengetahui." ucap Lan Sing mengelus rambutnya.

__ADS_1


Yoon mundur kebelakang dan duduk di lantai membenturkan dahinya "beribu ampun Permaisuri, hamba tidak berani berbohong pada Permaisuri." ucap Yoon tetap membenturkan dahinya di lantai berkali kali.


Lan Sing berdiri.ia menghampiri Yoon dan membantu Yoon berdiri.


"Ceritakanlah." ucap Lan Sing menghapus air mata Yoon.


Lan Sing membawa Yoon duduk di depannya. Ia mengambil obat untuk dahi Yoon yang memerah. Lalu ia mengoleskan sendiri menggunakan tangannya ke dahi Yoon.


"Permaisuri ini tidak sopan, biar hamba saja saja." ucap Yoon menunduk. Perasaanya menghangat. Ia baru pertama kali melihat Permaisuri mengobati seorang pelayan rendahan dengan tangannya sendiri.


"Semua derajat manusia sama di mata tuhan hanya saja yang membedakan mereka yaitu statusnya di dunia, sekarang ceritakan. Aku ingin mendengarkannya." ucap Lan Sing menatap Yoon.


"Yang Mulia Kaisar Zing memang memiliki kekasih, tapi hamba tidak tau alasan apa Kaisar menikahi Permaisuri.sebenarnya seminggu lalu Kaisar akan menikahi Kekasihnya Fu Mei, tapi yang mulia urungkan dan pergi ke Kaisaran Feng. Setelah itu hamba melihat yang mulia di bawa ke Istana tapi semua Istana tutup mulut.Kaisar melarang membahas kekasihnya, mungkin Kaisar mencintai Permaisuri ia takut membuat Permaisuri sakit hati." ucap Yoon menatap Lan Sing.


Lan Sing tertawa geli ketika ia mendengar kata mencintai.


"Apa kau tau Yoon? kekasih yang mulia akan di angkat menajadi Selir dan kau mengatakan mencintai.dia mengangkat Selir saja sudah mengingkari janjinya." ucap Lan Sing menggeleng gelengkan kepalanya.


"Baik lah Yoon kita bersiap siap menyambut Selir baru dan kau suruh para pelayan membersihkan kediaman di samping kediaman Kaisar. Kediaman itu akan ditempati Selir agung." ucap Lan Sing tersenyum menyeringai.


"Ba,, baik Permaisuri. Hamba akan melaksanakan perintah Permaisuri." ucap Yoo.


Permaisuri terbuat apa hatimu,Kaisar selalu mengabaikan anda tapi anda bersikap biasa biasa saja seperti tidak terjadi apa apa batin Yoon berlalu pergi.


beberapa saat kemudian terlihat Kaisar Zing menaiki kuda dan sebuah tandu.


deg...


Betapa terkejutnya Kaisar Zing melihat Lan Sing yang berada di depan Istana padahal ia tidak membaritaukan siapa pun membawa kekasihnya ke Istana.


Kaisar Zing turun dari kudanya menuju sebuah tandu dan mengulurkan tangannya. Terlihat seorang gadis cantik turun dari tandu menggenggam tangan Kaisar Zing menuju Lan Sing.


"Hormat hamba, Yang Mulia." ucap Lan Sing tersenyum.


Entah kenapa ada perasaan ketakutan di hatinya tapi Kaisar Zing segera menepisnya karna ini memang tujuannya membuat Lan Sing terluka.


Kaisar Zing mengangguk.


Wanita disamping Kaisar Zing memberikan penghormatan pada Lan Sing.


Lan Sing mengaguk dan menatap Kaisar Zing.


"Yang Mulia, apa dia akan menjadi Selir Agung? hamba sudah menyiapkan sebuah kediaman yang bagus untuknya." ucap Lan Sing tersenyum.


Kaisar Zing menatap Lan Sing entah kenapa ada perasaan khawatir yang Kaisar Zing rasakan.

__ADS_1


"Ehem, benar Permaisuri." ucap Kaisar Zing menghilangkan kegugupannya.


"Pelayan bawa Selir Agung dan berikan pelayanan yang baik untuknya." ucap Lan Sing.


Fu Mei memberikan penghormatan pada Lan Sing dan Kaisar Zing ia pergi menuju kekediamannya di ikuti para pelayan.


"Baiklah, Yang Mulia urusan hamba telah selesai. Hamba undur diri." ucap Lan Sing ia membalikkan badannya namun dihentikan oleh Kaisar Zing.


"Tunggu Permaisui." ucap Kaisar Zing memegang lengan Lan Sing.


Lan Sing mengernyitkan dahinya.


"Maaf." ucap Kaisar Zing menatap Lan Sing.


"Untuk apa Yang Mulia? hamba mengerti anda seorang Kaisar. Sudah sepatutnya seorang Kaisar memiliki banyak Istri." ucap Lan sing melepaskan tangan Kaisar yang memegang lengannya.


Kaisar Zing terkejut apa yang di ucapkan Lan Sing. Ia tidak suka dengan wajah Lan Sing yang tidak ada kecemburuanya sama sekali.


Kenapa, kenapa ia tidak cemburu bukankah ia harus menangis karna aku mengingkarinya batin Kaisar Zing.


Lan Sing pergi meninggalkan Kaisar Zing yang terpaku. Kemudian ia menghentikan langkah kakinya.


"Yang Mulia anda harus beristirahat, nanti malam Yang Mulia akan menemani Selir Agung." ucap Lan Sing tanpa menoleh pada Kaisar Zing.


Kaisar Zing mengepalkan tanganya mendengarkan ucapan Lan Sing. Ia sangat marah atas ucapan Lan Sing dan menuju kekediamannya.


Sampai di kediamannya Kaisar Zing menggebrak meja hingga menjadi dua bagian.


"Kasim Zu kenapa Dia tidak marah? seharusnya Dia marah." ucap Kaisar Zing dadanya naik turun menahan amarahnya.


Kasim Zu gemetar baru pertama kali ia melihat Kaisarnya semarah ini.


"Yang Mulia, mungkin Permaisuri tidak mencintai yang mulia." ucap Kasim Zu menunduk, menelan ludahnya susah payah.


Kaisar Zing menoleh ke arah Kasim Zu ia mencekik Kasim Zu.


" Sekali kau mengatakan Permaisuri tidak mencintaiku, akan aku pastikan kepala mu lepas dari tubuh mu." ucap Kaisar Zing melepaskan cekikannya melihat Kasim Zu yang kesulitan bernafas.


Kaisar Zing pergi meninggalkan Kasim Zu yang ambruk di lantai. Ia pergi menemui Selirnya.


Yang


Mulia bukan Permaisuri yang terjebak cinta Kaisar.


tapi, Kaisar yang terjebak cinta Permaisuri sepertinya yang mulia terjebak kedalam perangkapnya sendiri huhuhu Yang Mulia rasanya aku ingin menangis darah batin Kasim Zu.

__ADS_1


__ADS_2