Permaisuri Sang Penguasa

Permaisuri Sang Penguasa
Kepergian Kaisar Feng


__ADS_3

Seminggu sudah mereka berbaikan. Seminggu pula Kaisar Feng akan meninggalkan istana.


Semua penghuni istana pun mengantarkan kepergian Kaisar Feng ke Gunung Wu.


"Hua'er aku harap kau menjaga diri mu baik baik." Kaisar Feng menggenggam tangan Lan Hua dan mengecup kening Lan Hua.


Lan Hua hanya menanggapinya dengan sebuah kesedihan, seolah dirinya merasa sedih. Namun hatinya bersorak bergembira.


Pergilah dari sini aku mah bebas batin Lan Hua.


Kaisar Feng beralih ke wanita di sampingnya itu, "Mei'er jagalah anak kita dengan baik, jangan terlalu lelah." Ujar Kaisar Feng mengecup kening Selir Mei. Sebenarnya ia merasa tidak tega meninggalkan kedua istrinya, tetapi dengan begitu. Ia juga merasa lega, setidaknya hubungan kedua istrinya bertambah akur.


"Yang Mulia hamba dan anak hamba pasti merindukan yang mulia." Ujar Selir Mei sambil menangis.


Astagah ni ulat bulu jika di zaman ku mungkin ia sudah menjadi aktor terkenal, rasanya aku ingin sekali menendangnya batin Lan Hua.


"Ibunda,, jagalah kesehatan Ibunda." Ucap Kaisar Feng memeluk Ibu Suri.


"Kau juga putra ku, ingat cepat pulanglah dengan selamat." Ibu Suri semakin memeluk Kaisar Feng dengan erat.


"Yang Mulia apa tidak sebaiknya hamba ikut dengan yang mulia, hamba khawatir terjadi sesuatu di jalan." Timpal Jendral Liue merasa khawatir.


"Tidak perlu aku akan bersama Iyan dan membawa 2 pengawal bayangan."


"Ayah aku titip Hua'er dan Mei'er.'' Ucap Kaisar Feng yang tersenyum ke arah kedua istrinya.


Apa apaan kepiting rebus ini menitip ku pada jendral liue,,memangnya aku bayi kolot apa batin Lan Hua..


Kaisar Feng berjalan diikuti 3 pengawal dengan menyamar sebagai rakyat biasa.


Tap

__ADS_1


Tap


Tap


Sampai di gerbang istana. Kaisar Feng menoleh ke belakang, ia berlari dan menuju ke arah Lan Hua memeluknya erat. Hatinya tidak bisa meninggalkan Lan Hua. Baru beberapa hari ia berbaikan dan kini harus pergi dengan sebuah tanggung jawab yang ia pikul.


"Hua'er aku pasti merindukan mu.'' Lirih Kaisar Feng seraya meneteskan air matanya.


Astagah apa-apa an ini dia memelukku begitu erat,,apa dia ingin membunuhku batin Lan Hua...


"Yang Mulia, hamba pasti merindukan Yang Mulia. Yang Mulia pulanglah dengan selamat." Ucap Lan Hua dengan terpaksa mengeluarkan senyuman nya. Lalu melepaskan pelukannya.


"Baiklah.'' Ucap Kaisar Feng mengecup kening Lan Hua ...


Jalang ni berani sekali memamerkan kemesraannya, tunggu saja batin Selir Mei mengepalkan tangannya..


Kaisar Feng dan pengawalnya telah keluar dari istana.


"baiklah Ibunda. " Ucap Lan Hua mengikuti langkah kaki Ibu Suri, ia mengekori dari arah belakang.


"Sie Yue kau harus cari tau Ibu Suri membicarakan apa pada Lan Hua." Ucap Selir Mei menatap ke arah kedua punggung yang semakin menjauh.


"Baik Selir."


Kediaman Ibu Suri..


"Siapkan hidangan untuk Permaisuri." Ujar Ibu Suri seraya melirik ke arah pelayannya.


"Hua'er Istana sekarang kosong dan tanggung jawab Kaisar ada pada mu. Aku harap kau bisa menjalankan kewajiban mu sebagai Permaisuri." Tutur Ibu Suri dengan wajah serius. Sudah menjdi kewajiban seorang Permaisuri menjaga istana setelah kepergian sang Kaisar.


"Tentu Ibunda,, Hua'er akan berusaha." Ujar Lan Hua seraya menyeruput teh yang di bawakan oleh pelayan Ibu Suri.

__ADS_1


"Hua'er kapan kau akan memiliki anak dengan yang mulia?''tanya Ibu Suri.


Huk..


huk..


Lan Hua mendengarkan ucapan Ibu Suri langsung tersedak.


Boro boro punya anak,, kepercayaan saja aku kasih separuh...


"Ibunda paham dulu kau dan putra ku,sangat renggang tapi Istana ini membutuhkan seorang penerus dan sekarang Ibu mendapat kabar kalau yang mulia sudah memberikan kasih sayangnya padamu."


Lan Hua menghela nafas, ia tidak mungkin menolak permintaan Ibu Suri. Tetapi dirinya tidak siap melakukan hal itu dengan Kaisar Feng. Di dalam Kekaisaran, keturunan Permaisuri lah yang sangat di butuhkan sebagai penerusnya kelak.


"Hamba akan berusaha Ibunda,, tapi Selir Mei sedang mengandung, bukan kah istana ini sudah memiliki penerus." Ujar Lan Hua.


"Penerus harus dari seorang Permaisuri,, bukan dari Selir, Ibu berharap kau mengerti Permaisuri." Tegas Ibu Suri. Kali ini ia tidak akan membiarkan Lan Hua menolaknya. Lagi pula dirinya sudah tua, ingin sekali menggendong seorang cucu dari Permaisuri.


Jika kepiting rebus itu berani macam macam akan ku potong juniornya,, hingga dia tidak memiliki keturunan lagi batin Lan Hua...


"Ibunda Hua'er akan berusaha agar istana ini memiliki penerus." Namun hatinya berkata lain.


Tapi Hua'er tidak berjanji Ibunda batin Lan Hua.


"Baiklah Ibunda Hua'er lelah,,


Hua'er akan kembali ke pavilium." Ujar Lan Hua membungkuk hormat. Ia tidak berbincang lebih lam dan lebih banyak berbohong pada wanita paruh baya itu.


Ibu Suri hanya menatap punggung menantu kesayangannya dengan perasaan yang sangat gelisah. Gelisah dengan masa depan Kaisar Feng dan Kekaisaran Feng.


Sampai kapan kalian seperti ini batin Ibu Suri meneteskan air matanya.

__ADS_1


__ADS_2