Permaisuri Sang Penguasa

Permaisuri Sang Penguasa
Season 3 : Mengejar Cinta Pria Dingin


__ADS_3

"Terimakasih Tuan, apa Tuan tidak mampir dulu?" tanya wanita itu.


"Tidak perlu," jawab Putra Mahkota Yuan Feng datar.


Ia hendak menaiki kudanya, namun di hentikan oleh sebuah suara.


"Huang, kamu dari mana saja?" tanya seorang nenek yang melangkahkan kakinya menuju ke arah mereka.


Putra Mahkota Yuan Feng menoleh, sementara wanita di depannya tadi sudah berlari menuju ke arah sang nenek.


"Nenek kenapa keluar, tidak baik untuk kesehatan nenek," ucap Huang yang terlihat khawatir.


Nenek itu pun hanya menatap Huang sekilas, tatapannya ber alih ke arah Putra Mahkota Yuan Feng yang melihat ke arahnya.


"Siapa dia Huang? apa dia calon menantu nenek?" tanya sang Nenek.


"Bukan Nenek, Tuan itu. Orang yang menolong Huang tadi saat Huang hampir diperkosa,"


Perkataan Huang membuat sang Nenek terlihat terkejut dan kecewa, padahal ia sudah berharap laki-laki di depannya itu adalah calon menantunya.


Dan ia juga berterimakasih karna telah menolong cucu semata wayangnya itu.


Sang Nenek melangkah kan kakinya menuju ke arah Putra Mahkota Yuan Feng, sesampai di depannya. Sang Nenek memegang tangan Yuan Feng dengan mata berkaca-kaca.


"Terimakasi, terimakasih telah menolong cucu saya Tuan." ucap sang Nenek dengan rasa hormatnya.


"Itu sudah kewajiban saya Nenek," ucap Putra Mahkota Yuan Feng lembut.


"Tuan sebaiknya mampir dulu ke gubuk Nenek ini, maaf tempat Nenek seperti ini." ucap sang Nenek berniat menawarkan.

__ADS_1


Putra Mahkota Yuan Feng menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Sebenaranya ia berniat pergi dengan maksud meminta maaf atas perbuatannya. Tap jika ia menolak, hatinya tidak tega melihat Nenek di depannya kecewa.


"Baiklah Nenek," ucapnya pasrah.


"Huang cepat siapkan teh untuk Tuan yang menolong mu," ucap sang Nenek lembut.


"Silahkan Tuan,"


Putra Mahkota Yuan Feng duduk di sebuah kursi, sementara sang Nenek duduk di hadapannya.


"Maaf jika kediaman Nenek seperti ini," ucap Nenek itu seraya tersenyum.


"Ah, tidak apa-apa Nenek." jawab Putra Mahkota Yuan Feng yang tampak gugup.


"Siapa nama Tuan?"


"Yuan, panggil saja saya Yuan, Nenek."


"Nama cucu Nenek, Huang Xue Na. Nenek berharap Tuan bisa menjaga cucu Nenek." ucap sang Nenek yang membuat Putra Mahkota Yuan Feng kebingungan.


Apa maksudnya batinnya


"Maksud Nenek, Nenek tidak lagi muda. Kedua orang tua Huang telah meninggal. Jadi Nenek berharap ada yang menjaganya." jelas sang Nenek.


"Nenek, apa maksud Nenek?" tanya Huang Xue Na muncul di balik pintu yang tak jauh dari mereka dan membawa nampan yang berisi secangkir teh.


"Nenek akan sembuh dan melihat Huang bahagia."


*huk

__ADS_1


huk


huk*


"Nenek tidak muda lagi, apa lagi Nenek sekarang sangat menyusahkan mu," ucapnya lembut, menatap sang cucu. Kini tatapannya berpindah ke arah Putra Mahkota Yuan Feng. "Bisakah Tuan menjaga Cucu Nenek yang penuh harap ini,"


Hati Putra Mahkota Yuan Feng berdesir, ia merasakan iba terhadap wanita di depannya yang tidak lagi muda.


"Baik Nenek saya berjanji." jawabnya dengan lembut.


Huang Xue Na begitu terkejut atas jawaban Tuan tampan yang baru ia kenal. Bagaimana mungkin ia menyetujui permintaan Neneknya begitu saja.


"Baiklah Nek, saya harus pulang." ucap Putra Mahkota Yuan Feng, ia keluar dari gubuk itu dengan nafas lega.


Selepas kepergian Putra Mahkota Yuan Feng. Huang Xue Na menatap sang Nenek. Ia bermaksud menegur sang Nenek yang di anggap tidak sopan terhadap Tuan yang menolongnya.


"Huang jika Nenek mati, Nenek sudah bisa tenang. Karna sudah ada yang menjaga mu." lirih sang Nenek dengan mata berkaca-kaca.


"Nenek tidak boleh seperti itu, Huang masih bisa menjaga diri Huang. Nenek tidak sopan terhadap Tuan tadi, perkataan Nenek membuat Tuan tadi merasa tertekan." jelas Huang Xue Na yang terlihat kecewa.


"Namanya adalah Yuan, dia Tuan yang baik."


"Jika Tuan tadi memiliki istri bagaimana?" tanya Huang Xue Na.


"Nenek rasa tidak, jika dia sudah memiliki istri tentu dia memberitahukan Nenek dengan jelas." ucap sang Nenek beranjak pergi meninggalkan Huang Xue Na.


Sementara disisi lain.


Lan Hua dan Kaisar Feng telah menerima semua informasi tentang para Putri Perdana Menteri dari pengawal bayangannya. Merekapun tampak sibuk melihat gambar para Putri beserta sifatnya.

__ADS_1


__ADS_2