Permaisuri Sang Penguasa

Permaisuri Sang Penguasa
Peperangan


__ADS_3

Tiga jama telah berlalu Lan Hua dan Yoona sudah tiba di gerbang belakang. Sebelum memasuki istana, Lan Hua merubah penampilannya kembali.


Mereka semakin lincah memasuki pavilium Phoenix tanpa diketahui para penjaga istana.


saat tiba di kediamannya.


Lan Hua melihat ke empat Saudara menunggunya..


"Gege, Jieji ada apa? " tanya Lan Hua..


"Apa kau tidak tau Klan Iblis mengajak perang." Ucap Ming Yue.


"Masalah itu sudah tau Jiejie, aku juga memberitau pasukan ku."


"Tunggu sajalah." Ucap Lan Hua.


"Baiklah Meimei aku pergi dulu.aku juga harus mempersiapkan pasukan ku." Ucap Chen.


"Tunggu Gege, apa kau mau meninggalkan kami?" Ucap Changyu.


"Lalu bagaimana dengan kita Hua'er?" tanya Chanyu, Changyi dan Ming Yue.


"Apa kalian ingin berperang?" tanya Lan Hua balik menatap mereka.


"Iya Meimei." Jawab mereka serempak.


"Baiklah persiapkan anak buah kalian." Ucap Lan Hua yang hanya dibalas anggukan oleh mereka.


"Baiklah Meimei kita pergi dulu." Ucap mereka berempat.


Setelah mereka pergi, Lan Hua langsung tidur sementara Yoona kembali ke kediamannya.


Keesokan Paginya Lan Hua hanya diam diri di paviliumnya ia tidak berniat sama sekali keluar dari kediamannya, yang ia lakukan hanya malas-malasan di ranjangnya.


"Hormat hamba, Permaisuri." Ucap Yoona.


"Ada apa?" tanya Lan Hua.


"Kaisar Feng ingin menemui Permaisuri." ucap Yoona.


Huft apa tidak ada lagi waktu selain bertemu dengannya gumam Lan Hua.


Lan Hua bersiap siap sebelum menemui Kaisar Feng.


"Ada dimana Kaisar Feng?" tanya Lan Hua.


"Ada di taman, Permaisuri."


"Bersama siapa?"


"Hanya sendiri, Permaisuri."


"Baiklah tunjukkan jalan." Ucap Lan Hua.


Lan Hua menuju taman ia melihat Kaisar Feng duduk memandangi hamparan bunga di depannya.

__ADS_1


Lalu Lan Hua menghampiri Kaisar Feng yang masih menatap bunga.


"Hormat hamba, Yang Mulia." Ucap Lan Hua.


"Duduklah Permaisuri." Ucap Kaisar Feng.


Lan Hua hanya menurutinya mereka hanya diam tanpa ada pembicaraan.


Ni orang hanya diam kah jika tidak ada urusan mengapa repot repot mengganggu waktu ku batin Lan Hua.


"Yang Mulia, ada urusan apa? " tanya Lan Hua memecahkan keheningan. Kaisar Feng menoleh ke arah Lan Hua dan tersenyum.


"Aku hanya ingin ditemani mu Permaisuri." Ucap Kaisar Feng tersenyum dan memberi kode pada Kasimnya untuk mendekat.


Lan Hua hanya melihat sang Kasim memberikan sebuah kotak pada Kaisar Feng lalu


Kaisar Feng memberikan kotak itu pada Lan Hua.


"Apa ini?" tanya Lan Hua.


"Bukalah." Lan Hua membuka kotak itu di dalamnya ada gelang giok berwarna biru.


Lan Hua hanya mengernyitkan dahinya.


"Di ibu kota baru baru ini ada 3 toko yang berkembang pesat. Mereka menjual benda benda aneh tapi unik, diantaranya toko kain bukan hanya menjual kainnya saja mereka juga membuat hanfu yang unik serta bagus. Mereka juga menjual bermacam macam perhiasan semuanya sangat unik.


Tempat makan bahkan makanan yang mereka jual tidak ada di Kekaisaran Feng semua makanannya sangat enak.


Dan Toko obat bahkan obat obatannya mengalahkan tabib di Kekaisaran Feng


"Terimakasih, Yang Mulia." Ucap Lan Hua.


Hari demi hari, Waktu demi Waktu Lan Hua bersama Kaisar Feng. Mereka menghabiskan dengan bercanda bersama bahkan Kaisar Feng sudah jarang ke kediaman Selirnya ia hanya melihat sekilas saja. Satu hal yang mereka tidak pernah lakukan yaitu hubungan Suami Istri.


Tak terasa sebulan telah berlalu.


Di depan Istana.


"Yang Mulia, hati hati pulanglah dengan selamat." Ucap Lan Hua. Bagaimana mungkin Kaisar Feng juga suaminya. Ia juga harus memberikan perhatian sekecil apa pun.


"Anakku jaga dirimu." Ucap Ibu Suri.


"Yang Mulia, jaga diri anda untuk anak kita." Ucap Selir Mei.


kemudian Lan Hua menatap ke arah Jendral Liue.


"Ayah." Ucap Lan Hua pada Jendral Liue.


Lan Hua langsung memeluknya. Jendral Liue yang mendapatkan pelukan dari putrinya merasa terharu sudah lama Lan Hua tidak menemuinya bahkan saat berpapasan pun Lan Hua mengabaikannya.


"Ayah pulanglah dengan selamat." Ucap Lan Hua.


"Nak, Ayah akan pulang dengan selamat demi kamu putri Ayah." Ucap Jendral Liue.


Lan Hua menatap ayahnya yang mulai berkaca kaca dan tersenyum pada Jendral Liue.

__ADS_1


Jendral Liue melihat senyuman Lan Hua mengingatkan tentang mendiang Istrinya.


" Baiklah Ayah pergi, Nak." Ucap Jendral Liue melepaskan pelukan Lan Hua.


Selangkah demi selangkah mereka meninggalkan istana. Kaisar Feng dan pasukannya menuju ke perbatasan Hutan Kematian disana ia sudah melihat Para Kaisar dengan pasukanya menunggunya.


Di depannya ia sudah melihat Jie Yu dengan pasukannya yang tersenyum sinis kearah mereka. Suara terompet berbunyi menandakan peperangan dimulai. Suara pedang mulai beradu Kaisar Feng melawan Jie Yu, sedangkan Kaisar lainnya melawan bawahan Jie Yu.


"Kita bertemu lagi Kaisar Feng." Ucap Jie Yu.


"Kau sangat lemah Kaisar Feng. Hari ini aku akan membalaskan dendam Adik ku."


Hiaak.


Suara dentingan pedang beradu Kaisar Feng menangkis pedang Jie Yu.


"Aku Kaisar Feng tidak semudah itu menyerah tuan Jie Yu,kau akan mati di tangan ku hari ini." Ucap Kaisar Feng.


"Oooh benarkah aku sudah menunggunya."


Kaisar Feng terus beradu pedang dengan Jie Yu mereka menyerang dengan membabi buta. Kaisar Feng terkena goresan di lengan kanannya. Racun mulai beraksi di tubuh Kaisar Feng hingga tubuh Kaisar Feng mulai melemah.


"Bagaimana racunnya? kau sangat lemah Kaisar Feng." Ucap Jie Yu.


"Aku sudah lelah bermain main dengan mu kini tibalah kematian mu." Ucap Jie Yu mengeluarkan Kultivasi Hitamnya. Seketika langit berubah hitam mengeluarkan petir, angin berhembusan dengan cepat. Para adu pedang berhenti karna hembusan angin.


Matilah !


Jie Yu mengarahkan pedangnya ke Kaisar Feng semua Kaisar pun sangat panik.


Seorang gadis dan pasukannya menatap di kejauhan melihat pertempuran sengit mereka


langsung saja gadis bercadar itu terbang dengan qingqongnya menghampiri Kaisar Feng, gadis itu dengan cepatnya memblokir serangan Jie Yu.


Semua pasukannya pun turun di medan perang mereka melawan pasukan Klan Iblis dengan sangat lincah. Bahkan separuh pasukan Klan Iblis habis, beberapa menit saja sebagian musnah. Jie Yue yang melihat itu pun murka dan geram ke arah gadis bercadar.


"Sialan siapa kau ikut campur?" tanya Jie Yu.


Gadis itu hanya diam menatap Jie Yue. Ia mengeluarkan pedang Iblisnya.


"Kau tidak perlu tau siapa aku? kau jangan sombong hanya Kultivasi Hitam yang rendah. Bahkan Kultivasi Hitam Legenda pun aku tidak takut." Ucap gadis bercadar..


"Ciih kau jangan meremehkan aku." Ucap Jie Yue menyerang gadis bercadar. Mereka sama-sama beradu pedang dengan sengit sementara Kaisar Feng tercengang dan Para kaisar lainnya tidak menyangka akan mendapatkan bantuan dari gadis bercadar.


"Heh aku lelah bermain main dengan mu." Ucap Lan Hua ia mengeluarkan semua kekuatannya hingga matanya berubah bahkan dahinya sudah muncul Tato Api Biru..


Jie Yue melihat itu pun nyalinya sudah menciut namun tetap memberanikan diri..


Tanpa berfikir panjang Lan Hua sudah berada di belakang Jie Yue. Ia menebas kepala Jie Yu.


Hingga kepalanya mengelinding di depan Kaisar Feng.


Kaisar Feng dan Kaisar lainnya menatap Lan Jua tanpa berkedip tatapan mereka pun bertemu..


Tanpa mereka sadari semua pasukan Klan Iblis sudah musnah dan mayatnya meleleh termasuk tubuh ketua Klan Iblis yaitu Jie Yue.

__ADS_1


__ADS_2