Permaisuri Sang Penguasa

Permaisuri Sang Penguasa
Season 3 : pengakuan cinta Huang Xue Na


__ADS_3

"Pelayan An ikut aku,"


Karna sebuah penasaran yang mengalahkan rasa sakit hatinya. Ia memilih menuju ke sebuah toko yang menjual cadar.


"Pakai ini pelayan An,"


Pelayan An bingung ketika Putri Mahkota Qi Luxia memberikannya cadar ungu.


"Pakailah ! jika tidak, Putra Mahkota akan mengetahui keberadaan kita," ucap Putri Mahkota, ia menaruh cadar itu di tangan pelayan An, sementara dirinya juga membeli cadar ungu dan memakainya.


Pelayan An menghela nafas, ia menuruti junjungannya itu. Setelah selesai mereka keluar.


Putri Mahkota Qi Luxia mencari keberadaan Putra Mahkota. Ia mencari dengan teliti, hingga tatapannya jatuh ketika seorang wanita menarik tangan Putra Mahkota Yuan Feng menuju tempat makan.


Tanpa berfikir panjang, Putri Mahkota menarik tangan pelayan An dan melangkah kan kakinya menuju tempat makan tersebut.


Putri Mahkota Qi Luxia mencari tempat duduk yang berdekatan dengan meja Putra Mahkota Yuan Feng. Hingga ia bisa mendengarkan setiap percakapan Putra Mahkota. Dan tatapannya tertuju ke arah kursi yang kosong, tepat di belakang Putra Mahkota.


Sekilas Putri Mahkota melirik ke arah wanita yang di depan Putra Mahkota dengan senyum ceria. Ia menunduk di iringi butiran bening yang jatuh.


"Putri," lirih Pelayan An menatap Putri Mahkota Qi Luxia.


Putri Mahkota Qi Luxia tersenyum di balik cadarnya, ia langsung duduk di kursi yang ia pilih.

__ADS_1


"Yuan, kenapa kau selalu memilih makan di luar bersama ku, apa kau tidak memilih makan di istana?" tanya Huang Xue Na penasaran. Saat ia tau identitas Putra Mahkota Yuan Feng sebenarnya. Jujur saja ia terkejut, namun Putra Mahkota Yuan Feng menyuruhnya untuk menyembunyikan identitasnya dan berbicara seperti biasa saja.


Yuan? kenapa dia memanggilnya dengan akrap batin Putri Mahkota Qi Luxia merasakan hatinya tercabik-cabik.


"Aku malas saja, di istana banyak yang mengganggu," jawab Putra Mahkota Yuan Feng.


Deg


Pengganggu, jadi aku adalah pengganggu bagi dirimu.


"Hah, mana mungkin di istana ada yang berani mengganggu mu, kau ada-ada saja." ucap Huang Xue Na terkekeh.


"Sudahlah, sebaiknya kita makan saja," ucap Putra Mahkota Yuan Feng ketika melihat para pelayan telah selesai menaruh makanan di meja mereka.


Hening


Hening


Hening


Sedangkan pelayan An mengikut junjungannya. Ia tidak berselera mencicipi teh maupun camilannya. Hatinya saja merasakan sesak saat Putra Mahkota makan dengan lahapnya bersama wanita lain.


Apalagi dengan hati junjungannya, yang melihat sendiri.

__ADS_1


"Putri apa sebaiknya kita pergi?" tanya pelayan An.


Putri Mahkota tidak bersuara, ia hanya menggeleng pelan.


"Yuan, bolehkah aku membicarakan sesuatu?" tanya Huang Xue Na dengan hati ragu.


"Katakanlah," jawab Putra Mahkota yang masih setia menyantap nasinya dengan sumpitnya.


"Sebenarnya aku.." Huang Xue Na meremas hanfunya di bawah meja. Telapak tangannya sudah basah karna keringat. Hatinya yang semula berdamai mulai berdetak tak karuan. Ia hanya menunduk dan menunduk. Ia takut menatap Putra Mahkota Yuan Feng.


"Hem, sebenarnya.. Apa yang ingin kamu katakan?" tanya Putra Mahkota Yuan Feng menatap Huang Xue Na, ia menghentikan santapannya.


Huang Xue Na menghembuskan nafasnya melalui mulutnya, Ia mendongakkan kepalanya, menatap Putra Mahkota Yuan Feng. Mau tidak mau, ia harus menyampaikan perasaannya yang mulai terlalu dalam. Bahkan dirinya juga rela menjadi Selirnya.


"Aku, aku mencintaimu,"


Putra Mahkota Yuan Feng yang mendengarkannya sangat terkejut. Ia tidak mungkin menerima perasaan itu, karna memang ia tidak mencintai Huang Xue Na. Justru ia hanya menganggapnya sebagai Adik.


Seperti di sambar petir di siang bolong, Putri Mahkota merasakan sakit di dadanya. Mungkinkah inilah akhir bagi dirinya, mungkinkah ia harus menyerah akan perasaanya.


brak


Semula keadaan hening, Putra Mahkota Yuan Feng dan Huang Xue Na seketika melihat ke arah Putri Mahkota yang membelakanginya.

__ADS_1


Putri Mahkota Qi Luxia menatap ke arah Putra Mahkota Yuan Feng dan Huang Xue Na. Lima Menit dia diam kemudian dengan anggunnya ia menunduk hormat sebagai tanda permintaan maaf.


"Maaf telah mengganggu waktu Tuan dan Nyonya," ucap Putri Mahkota Qi Luxia mengepalkan tangannya.


__ADS_2