Permaisuri Sang Penguasa

Permaisuri Sang Penguasa
Tinggal di Hutan Surgawi


__ADS_3

Sampai di Hutan Surgawi.


Lan Jua melihat Ayahnya celingak-celinguk kanan kiri. Ia mengandeng lengan kekar sang Ayah.


"Ayah." Lan Hua mengelus lengannya. Walaupun ayahnya pernah melakukan kesalahan di masa lalu. Tetapi sekarang dia benar-benar berubah. Tidak melihat sebelah mata.


"Hua'er apa kita akan membangun rumah disini?"


tanya Jenderal Liue.


"Tidak, aku sudah membangun istana."


"Jangan mengada ngada Hua'er tidak ada Istana disini." Ucap Jenderal Liue..


"Ayah, ayo ikut Lan Hua." Ucap Lan Hua tersenyum. Lan Hua langsung menggandeng tangan Jenderal Liue yang di ikuti Yoona, Rexi, Red dan Dragon. Mereka mendekati sebuah pohon yang rindang.


"Hua'er untuk apa ke pohon ini? apa Ayah harus menebang pohon ini untuk membuat rumah?" tanya Jenderal Liue.


Lan Hua hanya terkekeh melihat kebingungan Ayahnya. "Tutup mata Ayah. Ayah akan tau nanti." Ucap Lan Hua. Jenderal Liue pun menurut dan menutup matanya. Seketika sebuah cahaya menyilaukan mata mereka.


"Ayah, bukalah mata Ayah. " Ucap Lan Hua.


Jendral Liue langsung membuka matanya betapa terkejutnya dia melihat pemandangan di depannya banyak orang berlalu lalang melakukan aktivitas mereka bahkan mereka ada yang menaiki hewan dan ada juga yang bercanda lebih lebih melihat sebuah istana yang megah, pohon sakura yang mengelilingi istana dan hamparan bunga beraneka ragam.


"Hua'er. " Ucap Jendral Liue, tak bisa ia pungkiri istana yang begitu megah dan indah. Tidak ada duanya.


Lan Hua tersenyum.


"Mari Ayah akan Hua'er perkenalkan pada mereka." Ucap Lan Hua. Jenderal Liue menganggukinya.


Setiap berpapasan mereka semua menunduk hormat pada Lan Hua sampai di ustana. Jenderal Liue melihat keindahan Istana yang tidak pernah ia lihat. Lan Hua berjalan menuju singgasananya. Semua orang yang ada di Istana masih menundukkan kepalanya..


Lan Hua duduk di singgasanahnya di samping kanannya ada Yoona. Di samping kiri ada Jenderal Liue.


"Mulai sekarang aku akan tinggal disini. Aku juga akan mengangkat para pejabat untuk Istana dan Yoona aku anugrahkan menjadi Jenderal di Istana Bunga dengan sebutan Jenderal Fang Yin." Ucap Lan Hua tegas.


Selesai menunjuk semua orang yang dijadikan pejabat dan pelayannya di Istana Lan Hua melihat ke arah Ayahnya..

__ADS_1


"Ayah beristirahat lah, Jenderal Fang Yin akan mengantarkan Ayah." Ucap Lan Hua.


"Baiklah Nak." Ucap Jenderal Liue ia juga sadar bahwa Lan Hua butuh waktu sendiri.


Lan Hua turun dari singgasananya menuju kediamannya untuk mengistirahatkan tubuhnya, tapi sampai di kediamannya Lan Hua tidak tidur ia justru menatap bayangan wajahnya di cermin.


Permaisuri Lan Hua maaf bukan aku egois tapi aku tidak sanggup bermain hati di istana. Jika aku boleh memilih aku lebih memilih berperang daripada harus bermain hati batin Lan Hua.


"Kalian keluar lah aku akan beristirahat." ucap Lan Hua pada pelayannya.


Mereka menunduk dalam artian memberi hormat pada Lan Hua. Lan Hua menghela nafas panjang ia merebahkan tubuhnya di atas kasunya yang lebih empuk dari istana berharap Esok pagi dan seterusnya akan bahagia tidak ada masalah apapun.


Sementara di Kekaisaran Feng..


Kaisar menatap Selir Mei yang tertidur pulas pikirannya terus melayang pada Lan Hua ada rasa bersalah pada dirinya.


Seharusnya aku tidak emosi dan menamparnya batin Kaisar Feng.


Karena terlalu lelah Kaisar Feng mengikuti alam mimpi Selirnya.


Kaisar Feng langsung terbangun ia menuju ke kediamannya.


Sampai dikediamannya Kaisar Feng menyuruh Kasim Qie menyiapkan air.


Selesai aktivitas mandinya Kaisar Feng menyibukkan dengan berkas Istana sampai sore. Ia takut menemui Lan Hua namun ia juga ingin minta maaf hingga ia memutuskan untuk menemui Lan Hua.


"Kasim Qie aku akan kekediaman Permaisuri." ucap Kaisar Feng.


"Baik, Yang Mulia." Ucap Kasim Qie..


Kaisar Feng beranjak pergi ke pavilium phoenix yang di ikuti Kasim Qie, Iyan, dua pengawalnya dan juga pelayannya.


Sampai di pavilium Phoenix seorang Kasim berteriak memberitaukan kedatangannya. Namun dari dalam tidak ada sautan bahkan Yoona pelayan pribadi Lan Hua tidak membukakan pintunya.


Kaisar Feng masih setia berdiri menunggu karna ia juga takut mengganggu Lan Hua mengingat perbuatannya tadi malam.


Aneh kenapa tidak ada sautan batin Kaisar Feng..

__ADS_1


"Bukakan pintunya." Perintah Kaisar Feng.


Kasim Qie membuka pintunya namun apa yang dilihat Kaisar Feng dengan terkejutnya.ia langsung masuk. Ia melihat kamar Lan Hua sudah berantakan bahkan tidak ada Lan Hua ataupun Yoona..


Kaisar Feng melihat semua itu sangat khawatir.


"Dimana Permaisuri?" tanya Kaisar Feng pada pelayan Lan Hua dengan melotot tajam.


"Be, be, be ribu ampun yang mulia, tadi malam Permaisuri menyuruh hamba tidak ada yang boleh mengganggunya, tapi Jenderal Liue sempat menemui Permaisuri." Ucap pelayan terbata menggigil ketakutan karna aura Kaisar Feng..


Dari luar seorang prajurit masuk dan memberikan penghormatan pada Kaisar Feng.


"Hormat hamba, Yang Mulia, Enam penjaga gerbang belakang ditemukan pingsan yang mulia." Ucap seorang prajurit.


"Apa yang kalian lakukan kenapa tidak bisa menjaga Permaisuri. Prajurit seret mereka semua dan hukum pancung mereka semua." Bentak Kaisar Feng berteriak.


Kasim Qie dan prajurit membawa pelayan yang akan dihukum pancung keluar.


Sementara Kaisar Feng masih menatap tajam dadanya sudah naik turun menahan amarah, sedih dan khawatir.


"Tinggalkan aku sendiri. Kalian semua keluar." Perintah Kaisar Feng berteriak pada pelayannya.


aaaaaaaaggghhhhh,


Kaisar Feng menjambak rambutnya frustasi


"Kenapa aku bodoh sekali." Ucap Kaisar Feng yang sudah mulai menangis.


Iyan melihat junjungannya tersedu menangis kasihan dan menghampirinya.


"Mohon ampun Yang Mulia ini juga salah hamba seharusnya hamba tadi malam berpatroli di sekitar Istana sehingga tidak ada kejadian seperti ini." Ucap Iyan. Namun Kaisar Feng masih lemas terduduk menangis.


"Yang Mulia, sebaiknya kita cepat mencari Permaisuri." Ucap Iyan.


"Kerahkan semua prajurit aku tidak mau tau kalian harus menemukan Permaisuri." Ucap Kaisar Feng berteriaak..


"Hua'er maafkan aku. Aku mohon kembalilah."

__ADS_1


__ADS_2