
"Apa Gege membutuhkan jawabannya." ucap Lan Sing tersenyum.
"Ya, Gege membutuhkan jawaban mu." ucap Pangeran Xio Han Si.
Lan Sing mengangguk.
"Apa?" ucap Pangeran Xio Han Si tersenyum karna ia mengerti jawabannya.
"Berhentilah berpura pura bodoh Gege, apa aku harus mengungkapkannya denga kata kata." ucap Lan Sing cemberut.
"Tentu saja, hati ini butuh jawaban yang pasti.bukan hanya mengangguk." ucap Pangeran Xio Han Si tersenyum.
"Iyaaaaa." teriak Lan Sing.
"Lan'er kenapa kau berteriak?" ucap Pangeran Xio Han Si terkekeh.
"Sekalian, biar telinga Gege tidak berfungsi agar berhenti menggodaku." ucap Lan Sing memutar bola matanya karna kesal.
Pangeran Xio Han Si tersenyum.ia kembali merangkul pinggang Lan Sing dan ******* bibirnya.
__ADS_1
Lan Sing terkejut serangan dadakan Pangeran Xio Han Si.
Pangeran Xio Han Si ******* bibir Lan Sing dengan lembut, agar Lan Sing membuka mulutnya.
Lan Sing pun terbuai, ia langsung membuka mulutnya dan memeluk leher Pangeran Xio Han Si.
Dalam hati Pangeran Xio Han Si bahagia, Lan Sing membuka mulutnya, menerima ciumannya.
Melihat Lan Sing kehabisan nafas Pangeran Xio Han Si menghentikan ciumannya.ia menatap Lan Sing dan memeluknya.
"Lan'er terimakasih, kau membuka sejuta kebahagiaan untukku." ucap Pangeran Xio Han Si meneteskan air matanya.
"Gege, justru aku berterimakasih, kau datang pada saat aku terpuruk." ucap Lan Sing melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Pangeran Xio Han Si.
"Air mata ini adalah bukti kebahagian ku, Lan'er.tapi kenapa kau menerima ku, bukankah kau tau sendiri seperti apa rupa ku, bahkan orang lain jijik ketika melihatku.apa kau menerima ku karna kasihan?" ucap Pangeran Xio Han Si menggenggam tangan Lan Sing dan menatapnya penuh lekat.
"Tidak, aku menerima Gege apa pun keadaan Gege.Ibunda bilang jangan pernah melihat tampangnya, tapi lihatlah hatinya.jika memang Gege tidak mau mempelajari Kultivasi Hitam tidak masalah, karna pada dasarnya aku memilih Gege karna hati Gege begitu lembut." ucap Lan Sing, ia kembali mengalungkan tangannya ke leher Pangeran Xio Han Si.
"Benarkah, jika begitu jangan pernah tinggalkan Gege.jika kau meninggalkan Gege lebih baik bunuh Gege dulu, baru kau meninggalkan Gege, karna Gege tidak sanggup melihat mu pergi." ucap Pangeran Xio Han Si, ia kembali merangkul pinggang Lan Sing dan ingin menciumnya.
__ADS_1
Namun ia menghentikan ciumannya ketika mendengar suara dari luar.
"Pangeran, Nona sudah ditunggu oleh Kaisar di ruang perjamuan." ucap Yoon, sebenarnya ia tidak enak menghentikan kisah cinta Nonanya.Namun karna ada pelayan Istana memberi taukannya, ia terpaksa memberitaukan pada Pangeran Xio Han Si dan Lan Sing di dalam.
"Hemm, kenapa pagi pagi sudah ada nyamuk." ucap Pangeran Xio Han Si melepaskan pelukannya.ia berdengus kesal tidak bisa melanjutkan drama percintaanya.
"Baiklah, kita sebaiknya segera ke perjamuan, pasti Ibunda dan Ayahanda menunggu kita sangat lama." ucap Lan Sing terkekeh,ia pun melangkah kan kakinya.
"Lan'er kau masih berhutang padaku." ucap Pangeran Xio Han Si menatap punggung Lan Sing.
Lan Sing menoleh.
"Baiklah nanti aku akan menggadaikannya untuk melunasi hutangku pada Gege." ucap Lan Sing terkekeh dan berlari kecil keluar kediaman Pangeran Xio Han Si.
"Apa, kau beraninya ingin menggadaikannya, jika sampai itu terjadi, aku tidak akan memaafkan mu, aku akan langsung memakan mu." teriak Pangeran Xio Han Si kesal.
Ia pun mengejar Lan Sing menuju ke ruang perjamuan.
"Lan'er berhenti." teriak Pangeran Xio Han Si.
__ADS_1
Lan Sing menoleh, ia hanya terkekeh melanjutkan larinya.
Sementara para prajurit dan Yoon yang mendengarkannya terkekeh melihat Pangeran Xio Han Si dan Lan Sing saling kejar kejaran, akibat kisah drama percintaannya.