Permaisuri Sang Penguasa

Permaisuri Sang Penguasa
Kebenaran


__ADS_3

Namun pedang Ming Yue terhalang oleh pedang lain sehingga tidak menebas leher Selir Mei.


Ming Yue sangat marah siapa yang berani menghalanginya. Ia menoleh ke arah orang yang menghentikannya.


Ming Yue menelan ludahnya dengan susah payah.


Ke tiga Bersaudara terkejut bahkan ketakutan melihat kemarahan di matanya.


Sama halnya dengan semua orang sangat terkejut. Mereka melihat seorang gadis yang sangat tegas, cantik dan berpakaian Jenderal.


Dia adalah Jendral Fang Yin.


Flasback...


Saat di kediamannya Dua hari Jendral Fang Yin perasaannya tidak enak. Ia sangat mencurigai kekasihnya, hingga ia memutuskan untuk menemui kekasihnya.


Ia menemui Lan Hua lebih dulu untuk berpamitan dan menemukannya dia taman bersama dengan Jenderal Liue.


"Hormat hamba, Yang Mulia." Ucap Jenderal Fang Yin.


"Ada apa Jiejie?"


"Bolehkah hamba keluar, hamba ingin menemui Chen." Ujar Jenderal Fang Yin.


"Baiklah hati-hati Jiejie." Ucap Lan Hua.


Jenderal Fang Yin langsung menuju ke Hutan Kematian.


Pada saat sampai di Hutan Kematian. Jenderal Fang Yin mencari kekasihnya namun nihil ia tidak menemukannya.


"Hormat hamba, Jenderal." Ucap salah satu pasukan Chen.


"Dimana ketua kalian?" tanya Jenderal Fang Yin.


"Sudah dua hari ketua tidak kesini, Jenderal Fang Yin. Ia hanya berpesan akan lebih lama di Ibu Kota."


Jenderal Fang Yin langsung curiga


Tidak seperti biasanya Chen'er berlama-lama di Ibu Kota.


"Baiklah aku akan pergi ke Ibu Kota." Ujar Jenderal Fang Yin.


Ia langsung pergi ke Ibu Kota dengan Qingqongnya.


Sampailah di ibukota semua mata tertuju padanya mereka melihat seorang gadis berpenampilan seorang Jenderal.


Aneh kenapa mereka melihat ku seperti apa ada yang salah dengan,...


hah aku lupa mengganti pakaian ku,,pantas saja mereka melihatku aneh ternyata aku masih menggunakan baju seorang jenderal batin Jenderal Fang Yin.

__ADS_1


"Apa kalian tidak ingin melihat kompetisi pertarungan? bahkan Kaisar Feng ingin mengangkat Jendral baru." Ucap laki-laki A.


"Benar ayo kita kesana." Ucapp laki-laki B.


Sebaiknya aku melihatnya sepertinya menarik setelah melihatnya aku akan mencari Chen batin Jenderal Fang Yin..


Ia kembali menggunakan Qingqongnya menaiki atap ke atap lainnya, lalu berhenti di salah satu dahan pohon sakura. Betapa terkejutnya, dia melihat Ming Yue bertarung dengan Selir Mei. Bahkan ia juga mendengar semua perkataan Ming Yue. Pada saat Ming Yue ingin menebas leher Selir Mei. Dengan sigap turun ke arena pertandingan menghalangi pedang Ming Yue.


Flasback Off


"Hentikan apa yang anda lakukan ?" tanya Jenderal Fang Yin


"Je, Je, Jenderal." Ucap Ming Yue terbata-bata.


"Apa anda ingin membuktikan sebuah kebenaran yang sudah tidak dibutuhkan oleh Yang Mulia?" tanya Jenderal Fang Yin dengan tegas.


"Benar, saya datang kesini sebagai seorang Jiejienya buka bawahannya." Ucap Ming Yue tak kalah tegas.


"Jika Yang Mulia tau dia akan kecewa dengan anda." Jenderal Fang Yin memutar pedang Ming Yue. Hingga terlepas dari genggamannya, terlempar ke atas tangan kirinya.


Kini kedua tangannya memegang dua pedang.


Semua yang melihatnya tercengang bagaimana mungkin batin mereka.


Kaisar Feng melihat Jenderal Fang Yin ia ingat jika Jenderal Fang Yin pelayan pribadi Permaisurinya.


Mulut Kaisar Feng yang tadi sudah tertutup kini bersuara.


"Apa anda membutuhkannya Yang Mulia? saya rasa Yang Mulia Ratu tidak membutuhkan anda." Ucap Jenderal Fang Yin tersenyum sinis.


"Aku bertanya dimana dia?" tanya Kaisar Feng berteriak.


"Dia hidup bahagia." Jawab Jenderal Fang Yin.


"Aku mohon pertemukan aku dengannya." Ucap Kaisar Feng sendu.


"Tidak semudah itu." Ucap Jenderal Fang Yin.


"Dan untuk kalian." Jenderal Fang Yin menoleh ke tiga Bersaudara nyalinya pun sudah menciut.


"Kalian harus menjelaskannya pada yang mulia Ratu." Ucap Jenderal Fang Yin.


"Hahaha pertunjukan yang bagus." Gelak tawa itu pun membuat semua orang mencari keberadaannya.


Seketika ada 15 orang berpakaian merah turun dari dahan pohon menghampiri mereka di arena pertandingan.


Jenderal Fang Yin menatapnya dengan seksama. Ia memiliki tato api diantara dua alisnya bahkan Kultivasinya ia tidak bisa memprediksi..


"Wah wah Kaisar yang sangat kuat ditinggal oleh Permaisurinya." Ucap seorang laki laki.

__ADS_1


"Kau Siapa?" tanya Jenderal Chu.


"Kalian bisa memanggilku Hui, Tetua Klan Darah."


"Ada masalah apa kalian mengacau?" tegas Jenderal Chu.


Tetua Hui menghempaskan tangannya hingga Jenderal Chu terlempar jauh. Semua orang terkejut akan kekuatan Tetua Hui. Hanya menggerakkan tangannya saja sudah terhempas, ia tidak bisa membayangkan seberapa besar kekuatannya.


"Apa kalian masih ingat Jie Yue? saya Tetua Hui. Paman Jie Yue ingin mengajak kalian berperang. Saya tunggu kalian di perbatasan Hutan Kematian. Dua hari lagi, jika kalian tidak mau aku bisa menghancurkan istana kalian dengan mudah." Ucap Tetua Hui langsung pergi meninggalkan mereka.


Aku harus melapor pada Ratu batin Jenderal Fang Yin.


"Kalian berempat ikut dengan ku." Ucap Jenderal Fang Yin.


Ke empat Saudara menunduk. Jenderal Fang Yin meleset pergi menggunakan Qingqongnya menuju Hutan Surgawi.


Ia tidak peduli dengan Kaisar Feng yang berteriak memanggil namanya.


Sampai di Hutan Surgawi, Jenderal Fang Yin dan ke Empat saudara menuju Istana Bunga. Ia melihat Lan Hua masih bercanda dengan Ayahnya.


"Hormat hamba, Yang Mulia." Ucap Jenderal Fang Yin.


Seketika Lan Hua menghentikan ketawanya.


"Ada apa Jiejie? kenapa Niejie kelihatan gelisah." tanya Lan Hua menatap Jenderal Fang Yin.


"Akan terjadi peperangan di semua Kekaisaran." Ujar Jenderal Fang Yin. Ia bingung mau menjawab apa.


"Kita akan membahasnya di aula." Ucap Lan Hua menuju aula di ikuti Jendral Fang Yin, ke empat Saudara dan Jenderal Liue...


Sampai di aula pertemuan mereka duduk melingkar.


"Sebenarnya apa yang terjadi Jiejie?" tanya Lan Hua. Jenderal Fang Yin menghel nafas panjang.


Ia menceritikan panjang lebar sampai terjadi peperangan.


Lan Hua mengangguk mengerti. Berarti kita harus menyiapkan pasukan. Yang kita hadapi bukan dasar Kultivasi Hitam, tapi Kultivasi Hitam Legenda. Bahkan Kultivasi Hitam mencapai Level Legenda bisa membangkitkan Naga Hitam dan untuk kalian Gege dan Jiejie Hua'er sungguh kecewa, tapi Hua'er tidak bisa membenci kalian karna kalian adalah keluarga ku dan terimakasih atas keperdulian kalian dan untuk pasukan latih mereka sekuat mungkin.


Kekaisaran Feng.


Setelah kepergian Klan Darah dan Jendrral Fang Yin. Kaisar Feng memerintahkan semua prajurit membawa Selir Mei dikurung dikediamannya yang akan melaksanakan hukumannya.


Ia memerintahkan hukuman Selir Mei dengan meminum racun yang dilaksanakan esok pagi. Mengingat Selir Mei memiliki seorang putra agar tidak melukai harga diri putranya.


Sementara Para Kaisar pulang ke Kaisarannya masing-masing menyiapkan pasukan untuk berperang yang akan dilaksanakan dua hari lagi.


Lain halnya dengan Pangeran Jixiang. Ia mengurung diri dikediamannya mengingat semua perbuatan Ibundanya. Ia merasa malu bercampur sedih akan kehilangan Ibundanya.


Pagi berganti Siang, Siang berganti Malam,

__ADS_1


Kaisar Feng melaluinya dengan perasaan terluka bahkan bertambah...


__ADS_2