
Pada malam harinya mereka sampai di Istana Feng.
Lan Hua turun dari tubuh Rexi.
"Kalian beristirahatlah." ucap Lan Hua langsung pergi meninggalkan mereka.
Mereka pun mengangguk dan melangkah pergi, tapi tidak dengan Pangeran Xio Han Si dan Lan Sing mereka saling menatap dan tersenyum.
Pangeran Xio Han Si dan Lan Sing melangkah kan kakinya menuju halaman belakang.
"Gege kau sangat tampan, bagaimana jika kau menjadi rebutan orang?" ucap Lan Sing memonyongkan bibirnya.
"Tidak akan, Gege akan tetap mencintaimu." ucap Pangeran Xio Han Si memeluk Lan Sing.
"Benarkah, kau jangan sampai mengangkat Selir.aku akan pergi jika kau melakukan itu." ucap Lan Sing.
"Jangan khawtir, kau adalah wanita pertama dan terakhir untuk Gege." ucap Pangeran Xio Han Si mengecup kening Lan Sing.
"Baiklah aku percaya." ucap Lan Sing melepaskan pelukannya dan menatap Pangeran Xio Han Si.
"Hem, sudah tiga bulan aku tidak menyentuh ini." ucap Pangeran Xio Han Si menyentuh bibir Lan Sing.
Pangeran Xio Han Si langsung ******* lembut bibir Lan Sing dengan rakusnya.
Karna terlalu lama Pangeran Xio Han Si melepaskan lumatannya.
"Sekarang tidurlah, besok aku akan segera membawa mu ke Kaisaran Xio, kita akan melangsungkan acara pernikahan secepatnya." ucap Pangeran Xio mencium kening Lan Sing.
Disisi Lain
Lan Hua menatap suaminya yang tertidur pulas.
Lan Hua menggerkan tangannya mengelus pipi Kaisar Feng dan mencium keningnya.
Kaisar Feng yang merasa ada yang mengelus pipinya.ia membuka matanya.
"Hua'er." ucap Kaisar Feng yang langsung bangun memeluk Lan Hua.
"Aku sangat merindukan mu, gara gara menantu kita.kita harus berpisah hanya beberapa kali kita bertemu." ucap Kaisar Feng.
__ADS_1
"Maaf, Feng'er.tapi sekarang tidak akan ada yang memisahkan kita." ucap Lan Hua mengelus punggung Kaisar Feng.
"Hemm, aku sudah tidak tahan lagi." ucap Kaisar Feng langsung mendorong tubuh Lan Hua ke sampingnya.
Dengan rakusnya Kaisar Feng ******* bibir Lan Hua, menciumannya hingga turun ke leher memberikan jejak.tangan Kaisar Feng kini membuka hanfu Lan Hua ******* payudaranya.
Karna tidak tahan desahan Lan Hua, Kaisar Feng membuka seluruh hanfunya.kini mereka berdua polos tanpa sehelai benang.
Kaisar Feng dengan hati hati menghujam Lan Hua..
aaaahhh...
Desahan Lan Hua membuat Kaisar Feng tambah mempercepat gerakannya.ia ******* bibir Lan Hua dan ******* payudara Lan Hua tanpa menghentikan gerakannya..
Semalaman Kaisar Feng dan Lan Hua menghabiskan percintaanya, entah berapa ronde meraka lakukan dengan berbagai macam gaya.
Ke esokan paginya.
Di ruang perjamuan.
"Ayahanda,Ibunda aku akan membawa Lan'er ke Kaisaran Xio dan secepatnya menikahinya." ucap Pangeran Xio Han Si.
"Jaga Lan'er jika kau menyakitinya jangan harap kami akan mengampuni mu." ucap Lan Hua.
"Benar kami tidak akan tinggal diam, jika kau menyakitinya." ucap Pangeran Yuan Feng menatap tajam Pangeran Xio Han Si.
"Percayalah aku akan menjaga Lan'er sepenuh hati dan segenap jiwa." ucap Pangeran Xio Han Si meyakinkan mereka.
"Kami menyerahkan Lan'er untuk menikah dengan mu bukan untuk disakiti, bukan untuk membayar hutang tapi untuk dijaga dan disayangi, Orang tua mana yang rela menyerahkan Anaknya pada orang lain.kami merawatnya dan menyayanginya semenjak kecil, tapi setelah dewasa memberikannya pada orang lain.setelah Lan'er menikah tanggung jawab ada pada mu menggantikan tanggu jawab kita sebagai Orang tua.jadi jaga dia baik-baik." ucap Lan Hua menghela nafas menunduk.
"Tenanglah Ibunda, aku berjanji akan menjaganya.jika aku mengingkarinya kalian bisa membunuhku bahkan Lan'er." ucap Pangeran Xio Han Si.
"Pelayan siapkan keperluan Lan Sing dan Pangeran Xio Han Si." ucap Kaisar Feng.
Pelayan pun mengangguk dan melaksanakan perintah Kaisar Feng.
"Baiklah kita lanjutkan makannya." ucap Lan Hua.
Mereka pun melanjutkan makannya.setelah selesai mereka menuju di depan Istana.
__ADS_1
"Lan'er jaga baik-baik dirimu, ini adalah kepergian mu yang kedua kalinya.Ibunda berharap kau sering berkunjung kesini." ucap Lan Hua memeluknya.
"Baik Ibunda, Lan'er akan sering kesini." ucap Lan Sing melepaskan pelukannya.
"Putri kecilku, Ayah harap kau bahagia.jika Dia menyakitimu bilang pada Ayah." ucap Kaisar Feng memeluk Lan Sing.
"Iya Ayah." ucap Lan Sing melepaskan pelukannya.
"Ekhem, Lan'er kau akan pergi lagi, Gege pasti merindukan mu." ucap Pangeran Yuan Feng menatap Lan Sing.
"Aku pasti akan merindukan Gege,Gege adalah orang yang menyebalkan." ucap Lan Sing memeluk Pangeran Yuan Feng kemudian melepaskannya.
Lan Sing menatap Pangeran Jixiang dan memeluknya.
"Jangan menangis, ini bukan terakhir pertemuan kita." ucap Pangeran Jixiang.
Lan Sing melepaskan pelukannya dan mengangguk.ia menatap Putri Xio Ji Li.
"Jiejie aku harap Keponakan ku tumbuh sehat dan gembul." ucap Lan Sing tersenyum.
"Tentu, jika Dia perempuan akan seperti mu cantik dan kuat.tapi jika Dia laki-laki akan seperti Pangeran Jixiang berpanduan dengan Pangeran Yuan Feng." ucap Putri Xio Ji Li mencubit hidung Lan Sing..
Mereka pun tertawa mendengarkan ucapan Putri Xio Ji Li.
"Gege aku harap kau menjaga baik Lan'er.jika kau menyakitinya aku tidak akan menganggap mu jadi Gege ku." ucap Putri Xio Ji Li menatap Pangeran Xio Han Si.
Pangeran Xio Han Si terkekeh.
"Aku akan menjaganya dengan baik."
"Lan'er bawa Hee Jia dan Yoona bersama mu." ucap Kaisar Feng.
"Nona." teriak Hee Jia dan Yoona dari kejauhan berlari kecil menghampiri mereka.
"Baiklah Ayah." ucap Lan Sing.
Selesai berpamitan Pangeran Xio Han Si dan Lan Sing menaiki kereta.Lan Sing membuka kelambu di dalam kereta menatap keluarganya sebelum pergi.ia meneteskan kembali air matanya dan menutup kelambu kereta.Pangeran Xio Han Si melihat Lan Sing menangis.ia memeluk Lan Sing dengan erat.
Kereta berjalan yang diiringi oleh 20 prajurit meninggalkan Istana.butuh Dua hari mereka sampai, karna Kekaisaran Xio sangat tidak jauh seperti Kekaisaran Zing.
__ADS_1